17 Teori Sosiologi | Daftar Lengkap Teori

- Penulis

Minggu, 5 November 2023 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

teori sosiologi

teori sosiologi

Teori Sosiologi dan Ilmu Sosial – Apa yang dipublikasikan di sini dimaksudkan sebagai referensi online bagi mahasiswa IPS. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi pengertian, gagasan dasar, dan ciri-ciri pokoknya.

teori sosiologi

Teori Fungsionalisme Struktural

Teori Fungsionalisme Struktural menganggap stratifikasi atau hierarki sosial sebagai sebuah keniscayaan.

Setiap komunitas bekerja dalam sistem yang berlapis dan semuanya berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem sosialnya. Singkatnya, layering adalah persyaratan suatu sistem.

Perlu ditekankan bahwa stratifikasi tidak menyangkut seseorang yang menempati “posisi” tertentu, melainkan posisi sosial dalam suatu sistem. Setiap posisi bisa diibaratkan suatu organ, jadi ada hati, jantung, ginjal dan sebagainya.

Semua organ bekerja untuk memenuhi kebutuhan fungsional tubuh. Jika kedudukan sosial tidak berfungsi, maka sistem sosial akan kacau. Masyarakat mengalami disorganisasi.

Ide dasar: Sistem sosial ibarat organ tubuh

Pakar: Emile Durkheim, Talcott Parsons

Teori Konflik

Teori konflik berkembang sebagai respon terhadap teori fungsionalisme struktural. Teori konflik mempunyai tradisi Marxis.

Teori ini memandang hubungan sosial dalam suatu sistem sosial sebagai konflik kepentingan. Setiap kelompok atau kelas mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.

Perbedaan kepentingan ini terjadi karena beberapa alasan. Pertama, orang mempunyai pandangan subjektif terhadap dunia. Kedua, hubungan sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi atau mempengaruhi orang lain. Ketiga, dampak pengaruh tersebut adalah potensi konflik interpersonal.

Stratifikasi sosial dengan demikian mengandung hubungan yang saling bertentangan.

Ide dasar : Struktur hubungan sosial dibentuk oleh konflik kepentingan

Pakar : Karl Marx, Randal Collins

Teori Pertukaran

Teori pertukaran merupakan teori tentang perilaku sosial (behavioral). Teori ini menganggap perilaku manusia (aktor) membentuk model hubungan antara lingkungan dan para aktor.

Perilaku manusia dipenuhi oleh reaksi lingkungan, yang kemudian mempengaruhi perilaku. Jadi hubungannya berpindah dari aktor ke lingkungan, kembali ke aktor.

Lingkungan sosial atau fisik di mana seorang aktor berperilaku mempengaruhi perilaku aktor tersebut.

Reaksi lingkungan bisa positif, negatif atau netral. Jika hal ini positif, maka aktor tersebut kemungkinan akan mengulangi perilaku tersebut dalam situasi sosial serupa di masa depan.

Jika hal ini negatif, maka kecil kemungkinan aktor tersebut akan mengubah perilakunya. Contoh sederhananya adalah siswa yang datang ke sekolah dengan mengenakan seragam.

Reaksi lingkungan diterima, apalagi diperkuat dengan regulasi. Kemudian siswa cenderung mengenakan seragamnya lagi keesokan harinya.

Ide dasar : Perilaku manusia merupakan hasil pertukaran dengan reaksi lingkungan.

Pakar : Georg Homans, Peter Blau

Teori Dramaturgi

Teori dramaturgi sebagai teori sosiologi melibatkan dunia sosial melalui interaksi sosial.

Dalam proses interaksi sosial, gagasan tentang diri sendiri (self) terbentuk melalui interaksi dengan orang lain dalam situasi sosial tertentu.

Pendekatan dramaturgi membagi dunia menjadi dua bagian, Front Stage dan Backstage.

Interaksi sosial terutama terjadi di depan panggung. Diri bukanlah milik aktor, namun merupakan produk interaksi dramatis antara aktor dan publik.

Publik dapat berupa orang-orang yang Anda ajak bicara, orang-orang di sekitar Anda, atau seluruh dunia sosial.

Saat berinteraksi di depan panggung, sang aktor menata penampilannya sedemikian rupa agar diterima publik.

Ketentuan ini disebut dengan manajemen kesan, yaitu memberikan kesan yang dapat diterima secara sosial.

Dalam interaksi sosial sehari-hari, aktor selalu menampilkan dirinya.

Manajemen kesan independen ditunjukkan ketika aktor berada di latar belakang.

Ide dasar : Dunia adalah panggung

Pakar : Erving Goffman

Teori Interaksionisme Simbolik

Teori interaksionisme simbolik menyatakan bahwa manusia mempunyai kemampuan berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial.

Dalam proses interaksi, manusia mempelajari makna dan simbol yang membedakannya dengan orang lain.

Makna dan simbol memungkinkan orang bertindak dan berinteraksi secara berbeda, misalnya cara orang mengartikan kesuksesan secara berbeda, atau bahkan perbedaan bahasa yang digunakan oleh suku yang berbeda.

Orang dapat mengubah atau memodifikasi makna yang mereka gunakan dalam proses interaksi sesuai dengan penafsiran situasi sosial.

Perubahan makna dan simbol memperhitungkan keuntungan dan kerugian serta pemilihan selanjutnya.

Model tindakan dan interaksi yang berbeda menyebabkan perbedaan kelompok dalam masyarakat.

Ide dasar : Pikiran seseorang dibentuk oleh interaksi sosial

Pakar : Herbert Blumer

teori Marx

Padahal, teori sosiologi Marx merupakan istilah untuk beberapa penjelasan teoritis yang diilhami oleh Karl Marx.

Misalnya konsep alienasi Marx yang digunakan untuk menjelaskan kondisi manusia modern dalam sistem ekonomi kapitalis.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa konsep alienasi merupakan teori Marxis. Penekanan teror Marx terletak pada kenyataan bahwa asumsi-asumsi kuno, seperti pertemuan dua kelas besar, borjuasi dan proletariat, memberikan penjelasan atas fenomena modern.

Akibatnya, teori Marx berulang kali dipertanyakan mengenai relevansi validitasnya dalam menjelaskan fenomena sosial yang lebih kontemporer. Teori konflik Marx merupakan poros utama teori Marx.

Ide dasar : Marx dan Marxisme adalah poros utama

Baca Juga :  Ruang Lingkup Biologi: Pengertian & Struktur Organisasi Kehidupan

Pakar : Karl Marx

Teori Neo-Marxian

Teori Neo-Marxis merupakan reaksi, kritik dan refleksi terhadap ide atau konsep yang bersumber dari teori Marxis.

Pemikiran terhadap gagasan-gagasan tersebut tidak tunggal melainkan beragam, sehingga teori neo-Marxis mempunyai banyak variasi.

Beberapa varian teori neo-Marxis adalah: teori kritis, Marxisme berorientasi sejarah, sosiologi ekonomi dan ekonomi deterministik. Teori Neo-Marxis tidak hanya menolak asumsi dasar teori Marxis, tetapi juga menjadikannya sebagai landasan perluasan dan pengembangan konsep-konsep baru.

Misalnya, konsep barang, yang dalam teori Marxis dipandang sebagai permasalahan struktural utama dalam masyarakat ekonomi kapitalis, menciptakan fetisisme komoditas dalam institusi ekonomi.

Teori Neo-Marxis mengembangkan konsep fetisisme komoditas agar dapat diterapkan pada seluruh elemen, termasuk negara dan hukum, yang dapat dianggap sebagai produk dasar.

Ide dasar : reaksi terhadap ide-ide teori Marx

Pakar : Georg Lukacs, Sekolah Frankfurt

Teori Strukturalisme

Teori strukturalisme menekankan pentingnya struktur untuk mempengaruhi atau bahkan menentukan tindakan manusia.

Struktur adalah elemen tak kasat mata yang mengendalikan tindakan seseorang.

Ada perdebatan tentang di mana sebenarnya struktur itu berada. Strukturnya mungkin dalam, seperti dalam pemikiran manusia.

Ada yang mengatakan bahwa struktur adalah struktur sosial yang berupa norma-norma dan nilai-nilai yang berada di luar individu.

Pendapat lain adalah bahwa struktur ada dalam bahasa dan juga dalam linguistik.

Mungkin juga struktur itu ada dalam hubungan antara individu dan struktur sosial. Teori strukturalisme menetapkan struktur sebagai faktor penentu dalam tindakan sosial.

Ide dasar : Tindakan manusia ditentukan oleh sistem struktural

Pakar : Karl Marx, Sigmund Freud, Claude Levi Strauss

Teori Pasca-Strukturalisme

Teori Poststrukturalis Seperti halnya teori neo-Marxis yang merupakan reaksi terhadap ide-ide Marxis, teori poststrukturalis juga merupakan reaksi terhadap teori strukturalisme.

Ketika teori strukturalisme berkembang menjadi disiplin ilmu sosiologi, teori poststrukturalisme muncul di luar disiplin ilmu sosiologi.

Teori poststrukturalis mengakui pentingnya struktur, namun lebih dari sekedar menjelaskan bahwa tindakan sosial dipengaruhi oleh struktur sosial.

Teori poststrukturalisme kemudian menjelaskan bahwa di atas struktur, terdapat hubungan kekuasaan yang dihubungkan dengan pengetahuan.

Anggapan inilah yang diyakini menjadi landasan munculnya postmodernisme, meski pada kenyataannya sangat sulit untuk menarik pola dan menjelaskan hubungan keduanya.

Ide dasar : Terdapat hubungan kekuasaan atas struktur

Pakar :Michel Foucault

Teori Modernitas

Teori modernitas dapat digambarkan dengan jargon-jargon yang muncul pada era filsafat modern seperti kemajuan, rasionalitas dan kesadaran.

Teori modernitas selalu diarahkan pada kemajuan, dan segala sesuatu yang disebut kemajuan atau kemajuan selalu dianggap lebih baik.

Misalnya, pembangunan infrastruktur sebagai proses modernisasi cenderung dianggap sebagai periode sejarah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Status fase pembaruan saat ini masih dalam proses. Teori modernitas meyakini perkembangan sejarah yang linier, dari primitif ke modern, dari keterbelakangan menuju kemajuan.

Pada titik ini terdapat pengaruh positivisme terhadap teori modernitas. Modernisme telah membawa umat manusia memasuki era peradaban modern yang sering disebut oleh para ilmuwan sebagai era “modernisme maju”, “modernitas sebagai proyek yang belum selesai”, “masyarakat dalam bahaya”, dan sebagainya.

Ide dasar : Kita berada di zaman modern

Pakar : Jürgen Habermas, Anthony Giddens, Zygmun Baumann

Teori Postmodern

Teori postmodernisme didasari oleh pertanyaan apakah kondisi dunia saat ini masih relevan untuk disebut era modern, sedangkan dunia seolah menunjukkan karakter yang berbeda pada era sebelumnya.

Adanya teori postmodernisme yang secara simbolis menandai berakhirnya modernitas, setidaknya demikian pendapat para pendukung postmodernitas.

Teori postmodern tidak hanya muncul sebagai sebuah kritik, namun juga mengakhiri dan menandai sebuah era baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ada perbedaan pendapat mengenai apakah era baru ini merupakan kelanjutan dari modernitas atau era baru.

Teori postmodernisme juga sering disebut sebagai gerakan intelektual radikal, karena membongkar topeng palsu modernitas.

Misalnya, modernitas mengklaim bahwa kemajuan merupakan indikator peradaban yang lebih baik.

Postmodernisme menolak pendapat ini. Teori postmodern tidak percaya pada metanarisasi modernitas.

Ide dasar : Modernitas sudah mati

Pakar : Jean François Lyotard, Jean Boudrillard, Fredric Jameson

Teori Kritis

Teori kritis ditemukan oleh sekelompok intelektual neo-Marxis, yang kemudian dikenal dengan sebutan Mazhab Frankfurt.

Ide-ide teori kritis dipengaruhi oleh Karl Marx, tetapi pada saat yang sama mereka mengkritik dasar-dasar teori Marxis, dengan mengatakan bahwa teori tersebut tidak pernah memuaskan.

Teori kritis mengkritik determinisme ekonomi, positivisme, modernisme, dan bahkan sosiologi.

Para ahli teori kritis juga mengaku kritis terhadap diri mereka sendiri dalam operasionalisasi teori mereka.

Dalam kaitannya dengan Marxisme, teori Marx menurut teori kritis mendistorsi gagasan asli Karl Marx karena ditafsirkan secara mekanis.

Teori sosiologi Marxis mereduksi analisis sosial pada penjelasan ekonomi dan mengabaikan aspek kehidupan lain yang tidak kalah pentingnya, yakni kebudayaan.

Baca Juga :  Soal PTS/UTS PJOK Kelas 9 Semester 1 Tahun 2022

Ide dasar : teori teori kritis

Pakar : Max Horkheimer, Theodor Adorno, Herbert Marcuse

Teori Konstruksi Sosial

Teori konstruksi sosial merupakan realitas dalam suatu sistem sosial yang tercipta dari interaksi timbal balik yang menghasilkan sistem nilai dan keyakinan.

Sistem nilai dan kepercayaan berulang kali dipraktikkan dan dimainkan oleh aktor-aktor sosial, sehingga tertanam dalam sistem tersebut, yang kemudian dianggap sebagai kenyataan.

Realitas tersebut masuk ke dalam individu melalui proses internalisasi yang terus menerus dilakukan melalui proses yang disebut eksternalisasi, hingga dimasukkan ke dalam institusi sistem sosial.

Proses pelembagaan membawa serta pengetahuan manusia dan gagasan tentang realitas yang melekat pada struktur sosial yang diciptakan.

Realitas ini dianggap demikian ketika diciptakan. Oleh karena itu, teori konstruksi sosial memandang realitas sebagai produk konstruksi sosial.

Ide dasar : Realitas adalah konstruksi sosial

Pakar : Peter L. Berger, Thomas Luckmann

Teori Feminisme

Teori feminisme merupakan generalisasi sistem gagasan tentang kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang dikembangkan dari sudut pandang perempuan.

Perspektif perempuan dalam teori feminis merupakan inti dari deskripsi dunia sosial. Situasi sosial dan pengalaman yang diperoleh selalu mengacu pada perspektif perempuan sebagai pusatnya.

Evolusi teori feminis yang didasari oleh kebutuhan untuk melihat perspektif perempuan didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan tentang negara berkembang cenderung meminggirkan perspektif perempuan.

Posisi subordinat perempuan dalam wacana sosial, budaya, politik, ekonomi, dan filosofis berujung pada marginalisasi perempuan dalam praktiknya.

Pada akhirnya muncul aturan, hegemoni dan diskriminasi terhadap perempuan.

Teori feminisme sebagai teori sosiologi mempertanyakan sistem kekuasaan yang mengecualikan perempuan.

Ide dasar : melawan dominasi atas perempuan

Pakar : Harriet Martineau

Teori Globalisasi

Teori globalisasi menekankan pentingnya mempertimbangkan keterkaitan antara lokal dan global dalam analisis fenomena sosial.

Secara umum globalisasi dapat dibagi menjadi tiga dimensi teoritis: ekonomi, politik dan budaya.

Dimensi ekonomi mengkaji fenomena ekonomi pasar global di era neo-liberalisme dan penolakannya dalam perspektif Marxis.

Dimensi politik globalisasi melihat peran negara-bangsa di era globalisasi. Dimensi budaya mengkaji dampak budaya globalisasi di tingkat lokal dan sebaliknya.

Dalam sosiologi, dimensi budaya dari teori sosiologi globalisasi telah memunculkan beberapa konsep utama, seperti: B. Integrasi, distribusi atau hibridisasi dan diferensiasi budaya antar masyarakat atau negara bangsa.

Ide dasar : hubungan timbal balik antara lokal dan global

Pakar : Antonio Negri, Michael Hardt

Teori Pembangunan

Teori pembangunan membawa ideologi pembangunan. Konteks teori ini adalah pada tingkat negara bagian atau regional.

Asumsi dasar yang dibuat adalah kemajuan suatu negara sangat bergantung pada investasi yang mengarah pada kemajuan perekonomian suatu negara.

Faktor ekonomi merupakan pemimpin yang menciptakan stabilitas sosial dan politik untuk mencapai kemajuan ideal dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi merupakan inti dari teori pembangunan.

Secara umum teori ini direkomendasikan oleh negara-negara maju untuk diterapkan di negara-negara berkembang.

Negara maju secara tegas ingin membuka pintu investasi di negara berkembang dengan tujuan yang dapat dicapai oleh negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi kembali menjadi kuncinya.

Ide dasar : Pertumbuhan ekonomi menciptakan kesejahteraan sosial

Pakar : WWRostov

Teori Ketergantungan

Teori Ketergantungan merupakan reaksi terhadap teori pembangunan atau ideologi pembangunan yang diusung oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat.

Teori kecanduan lahir di Amerika Latin, musuh Amerika Serikat pada masa Perang Dingin.

Hipotesis dasar teori ketergantungan adalah bahwa, alih-alih kemajuan, investasi dan semua hibah atau pinjaman yang diberikan oleh negara-negara maju justru mengarah pada ketergantungan pada negara-negara berkembang.

Akibatnya, negara-negara berkembang tidak akan pernah berdaulat, melainkan berada di pinggiran, di Dunia Ketiga.

Kekuasaan negara maju atas negara berkembang dalam teori ketergantungan dipandang sebagai bentuk baru kolonialisme dan imperialisme.

Mirip dengan teori pembangunan, teori ketergantungan selalu dalam konteks nasional atau regional.

Ide dasar : Penanaman modal asing adalah bentuk imperialisme baru

Pakar : Andre Gunder Frank

Teori Konsumsi

Teori konsumsi muncul pada era Revolusi Industri, namun tidak berkembang secara signifikan dalam bidang sosiologi.

Hanya dengan lahirnya postmodernisme teori konsumsi menjadi populer. Dalam teori postmodern, masyarakat saat ini sering dipandang sebagai masyarakat konsumen.

Evolusi teori konsumen berdampak pada mereduksi analisis sosial terhadap aspek produksi melalui pengamatan fenomena kelas, budaya, dan sosial.

Dari perspektif teori konsumsi sosiologi, kelas sosial tidak lagi ditentukan oleh cara produksi, proses produksi, kepemilikan alat produksi, tetapi oleh cara konsumsi dan gaya hidup.

Dengan hadirnya era digital, teori konsumen menjadi semakin penting, begitu pula dengan munculnya konsep prosumer, dimana perilaku manusia seolah tak henti-hentinya dalam proses produksi dan konsumsi.

Ide dasar : Masyarakat saat ini adalah masyarakat konsumen.

Pakar : Jean Baudrillard

Baca juga:

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru