Ekosistem terdiri dari dua komponen yang saling mempengaruhi dan berinteraksi. Dua komponen tersebut adalah komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Dalam suatu ekosistem, komponen biotik dibagi menjadi tiga berdasarkan perannya, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.

Nah, sementara sebagian dari kita mungkin sudah mengerti apa itu produsen dan konsumen, termasuk siapa saja yang termasuk di dalamnya, bagaimana dengan pengurai?

Ya, pengurai atau dikenal juga sebagai pengurai pada dasarnya adalah organisme yang memakan organisme mati dan produk limbah dari organisme lain. Beberapa organisme yang termasuk dekomposer adalah serangga, cacing tanah, bakteri, jamur, belatung, lactobacteria, kecoa, ragi, siput, lumut, dan actinomycetes.

Pengurai mampu menguraikan organisme mati menjadi bahan anorganik seperti air dan gas. Dalam proses ini, produk dekomposisi akan menyatu dengan tanah. Jika hasil penguraian tersebut menjadi tanah, maka hasil uraian tersebut dapat digunakan untuk bahan tumbuh tanaman (produsen).

Baca juga: Peran Jamur Bagi Kehidupan, Untung dan Rugi

Seperti diketahui, dalam ekosistem berlangsung proses makan dan dimakan. Produsen dimakan oleh konsumen I. Konsumen I dimakan oleh konsumen II yang kemudian dimakan lagi oleh konsumen III, dan seterusnya. Jika mati, baik produsen, konsumen I, konsumen II, konsumen III dan seterusnya akan diuraikan oleh pengurai. Nah, hasil penguraian itu sendiri nantinya bisa dimanfaatkan kembali oleh produsen.

Jenis Pengurai

Meluncurkan WikipediaSecara umum, organisme pengurai diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, antara lain:

  • Mikroba, seperti bakteri dan jamur
  • Makrofauna, seperti protozoa
  • Meiofauna, contohnya seperti kumbang
  • Makrofauna, seperti cacing tanah

Pengurai adalah organisme yang memakan organisme mati dan produk limbah organisme lain. Mereka membantu siklus nutrisi kembali ke ekosistem lain. Bisa dibilang peran pengurai sangat penting dalam keseimbangan ekosistem alam. Pengurai atau pengurai akan selalu ada di setiap jenis ekosistem yang ada, baik di padang rumput, di hutan, di gurun, di kutub, bahkan di lautan.

Silakan ikuti dan sukai kami:

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *