Dalam kehidupan bermasyarakat, terkadang kita dihadapkan pada pengelompokan atau pembagian kelompok yang berujung pada terciptanya masyarakat yang majemuk. Pengelompokan orang secara horizontal/sejajar dengan dirinya sendiri – tidak dalam pembagian kelompok yang lebih tinggi dari kelompok lain, dapat diartikan sebagai diferensiasi sosial. Nah, diferensiasi sosial yang terjadi di masyarakat bisa memunculkan banyak hal, termasuk primordialisme. Apa ini?

Secara harfiah, primordialisme berasal dari bahasa latin “primus” yang berarti pertama dan “ordini” yang berarti menenun atau mengikat. Jadi, ini berarti ikatan yang ada dalam diri seseorang yang telah ada sejak lahir dalam suatu suku, ras, klan atau agama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Primordialisme adalah perasaan kesukuan yang berlebihan.

Ikatan seseorang pada kelompok pertama dengan segala nilai yang diperoleh melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Di satu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompok. Namun di sisi lain, sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu sikap yang cenderung subjektif dalam memandang budaya orang lain.

Mereka akan selalu melihat budaya orang lain dari sudut pandang budaya mereka. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah disosialisasikan sejak kecil sudah menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi dan sangat sulit untuk diubah dan cenderung dipertahankan jika nilai-nilai tersebut sangat menguntungkan baginya.

Baca juga: Pengaruh Diferensiasi Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap primordial, antara lain:

  • Adanya sesuatu yang diyakini sebagai sesuatu yang istimewa oleh individu dalam kelompok atau perkumpulan sosial tertentu.
  • Adanya sikap untuk menjaga keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman yang datang dari luar.
  • Ada nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, misalnya nilai agama dan ideologi tertentu.

Tipe Primordialisme

Primordialisme, seperti dikutip dari tata bahasa.com dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu primordialisme etnis, agama, dan kedaerahan. Apa yang membuat perbedaan?

1. Primordialisme Suku

Tipe ini memiliki arti individu yang terlalu terikat dengan sukunya sendiri.

2. Primordialisme Agama

Tipe ini erat kaitannya dengan individu yang menganut agama yang terlalu bangga dengan agamanya sendiri tanpa rasa hormat dan acuh tak acuh terhadap agama lain.

3. Primordialisme Daerah

Tipe ini memiliki arti individu yang lebih terikat dengan wilayahnya sendiri dibandingkan dengan wilayah lain.

Silakan ikuti dan sukai kami:

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *