PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Bagaimana Optimalisasi Peran Sekolah Inklusi? Begini Caranya!

Bagaimana Optimalisasi Peran Sekolah Inklusi? Begini Caranya!

pexels max fischer 5212703 scaled

Sekolah Inklusi – Ada beberapa sistem pendukung yang dibutuhkan untuk memfasilitasi model pembelajaran pendidikan inklusi:

  1. Sekolah yang ramah (sekolah penyambutan) dan guru yang ramah (guru penyambutan)

Sekolah ramah anak adalah sekolah dimana semua anak berhak belajar untuk mengembangkan seluruh potensinya secara optimal dalam lingkungan yang nyaman dan terbuka.

Menjadi “ramah” jika keterlibatan dan partisipasi semua pihak dalam pembelajaran tercipta secara alami dengan baik. Sekolah bukan hanya tempat anak belajar, tetapi guru juga belajar dari keragaman siswanya.

Lingkungan belajar yang ramah berarti: a) Anak dan guru belajar bersama sebagai komunitas belajar. b) Menempatkan anak sebagai pusat belajar, c) Mendorong partisipasi aktif anak dalam pembelajaran, dan d) guru berkepentingan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.

  1. Pusat Sumber Daya (Pusat Sumber Daya)

Layanan pembelajaran di sekolah dan guru yang ramah akan berjalan lebih lancar jika didukung oleh resource center (pusat sumber daya) yang dapat membantu memberikan bantuan teknis kepada sekolah inklusi.

Tugas dan fungsi pusat sumber adalah menyediakan guru pendidikan kebutuhan khusus yang profesional yang disebut sebagai pengajar berkunjung (guru berulang).

Tugas guru berkunjung adalah membantu guru sekolah reguler dalam membantu menilai dan merancang pembelajaran serta memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus. Selain itu pusat sumber daya mempunyai tugas menyediakan alat/media pembelajaran yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus.

  1. Sarana dan prasarana

Sarana dan Prasarana Pendidikan Inklusi adalah perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif pada satuan pendidikan tertentu.

Sebenarnya semua sarana dan prasarana pendidikan pada satuan pendidikan tertentu dapat digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi, namun untuk mengoptimalkan proses pembelajaran perlu memberikan aksesibilitas untuk kelancaran mobilisasi anak berkebutuhan khusus.

  1. Dukungan Orang Tua

Dukungan dan kerjasama orang tua dengan sekolah sangat diperlukan dalam melayani kebutuhan belajar anak di sekolah dalam upaya mengoptimalkan potensi anak, kerjasama yang erat antara orang tua dan guru dapat menghasilkan solusi terbaik dalam melayani kebutuhan belajar anak di sekolah.

Keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak di sekolah sangat penting dalam kaitannya dengan negosiasi dalam mencari solusi terkait pendidikan anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Lalu, kompetensi seperti apa yang harus dimiliki sebagai seorang pendidik?

  1. a) Memahami visi, misi dan tujuan pendidikan inklusif, b) Memahami dan terampil dalam mengenali karakteristik anak, c) Mampu dan terampil dalam melakukan penilaian, diagnosis dan evaluasi di bidang pendidikan dan pengajaran, d) Memahami, menguasai isi materi, dan terampil dalam praktik mengajar, e ) Memahami dan terampil dalam merencanakan dan mengelola pembelajaran, f) terampil dalam mengelola perilaku siswa dan interaksi sosial, dan g) Mampu menjalin komunikasi dan kemitraan kolaboratif.

Dan, bagaimana implementasinya?

Hal ini dapat kita lakukan dengan kegiatan Science and Technology for the Community (IbM). Kegiatan ini memiliki 5 target yang dapat kami laksanakan, yaitu:

Ajak kedua mitra sebagai fasilitator dan motivator bagi sekolah inklusi lainnya agar

  • Guru dapat mengetahui tingkat kebutuhan ABK khususnya di bidang pelayanan kesehatan
  • Setelah mengikuti pelatihan, setiap peserta (guru) dapat memahami bagaimana menjadi guru yang ramah (guru penyambutan) di sekolah inklusi
  • Guru dapat melakukan deteksi dini terhadap tumbuh kembang anak didiknya
  • Guru dapat merancang pelajaran
  • Manajemen sekolah lebih mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk pendidikan inklusif.

Jadi, semua target di atas pada akhirnya akan meningkatkan peran sekolah inklusi dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Comment
Share:

Ad