PusatDapodik
Home Guru Kepegawaian Belajar Studi Penanganan Kasus, Praktisi Ajak Mahasiswa KPI UIN Walisongo Kreatif Jadi Public Relations

Belajar Studi Penanganan Kasus, Praktisi Ajak Mahasiswa KPI UIN Walisongo Kreatif Jadi Public Relations

Belajar Studi Penanganan Kasus Praktisi Ajak Mahasiswa KPI UIN Walisongo

pusatdapodik.com – OPREC atau Orientasi Humas : Event dan Kampanye Humas kembali diadakan oleh KPI UIN Walisongo pada tahun ini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Walisongo konsentrasi Humas yang tergabung dalam Komunitas Humas Walisongo (WPRC).

OPREC II akan dilaksanakan pada Selasa, 26 September 2023 di Teater Planetarium UIN Walisongo Semarang.

Diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari mahasiswa Humas dan Kampanye Humas.

OPREC merupakan kegiatan Praktisi Pengajar pada mata kuliah yang diampu oleh Alifa Nur Fitri, MIKom., AMIPR.

Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Rayakan Dies ke-72 dengan Berbagai Prestasi dan Dedikasi

Praktisi yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah Wildan Adi Nugraha yang merupakan Corporate Communications Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY serta Hafizh Tamam yang merupakan Founder Si Dolan dan Public Relations Bahagia Sharing Indonesia.

Alifa Nur Fitri mengatakan pada acara OPREC
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang praktik kehumasan di lingkungan kerja. Setelah mahasiswa menerima materi kelas tentang perencanaan kampanye PR dan tahapan dalam menghadapi krisis humas. “Melalui acara ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan gambaran bagaimana membuat kampanye PR yang menarik dan bagaimana menangani krisis dengan tepat dari sudut pandang praktisi,” ujarnya.

Wildan Adi Nugraha dalam materinya memberikan cara menangani seorang Public Relations atau Corporate Communication yang harus mampu melakukan analisa awal terlebih dahulu apakah peristiwa tersebut merupakan isu atau krisis.

Hal ini penting dilakukan karena penanganan persoalan dan krisis berbeda.

Baca Juga: 5 Hal Unik Wisuda UIN Walisongo, Wisudawan Somalia Hadir dan Bahasa Isyarat

“Ketika terjadi krisis, seorang Humas harus bisa mengumpulkan semua datanya terlebih dahulu. Setelah itu, satukan suara untuk menentukan penanganan yang tepat dalam menghadapi krisis tersebut. “Langkah selanjutnya adalah menentukan siapa yang menjadi “Juru Bicara” dan memberikan informasi kepada media secara jujur ​​dan transparan melalui saluran atau media yang tepat,” tutupnya.

Wildan menambahkan, aktivitas penting seorang Humas tidak hanya sekedar berbicara, namun yang terpenting adalah mendengarkan.

Mendengarkan pekerjaan rumah bisa menjadi “Sistem Peringatan Dini”. Mendengarkan tidak hanya secara langsung tetapi juga memantau media, melihat apa yang dibicarakan para pemangku kepentingan tentang perusahaan kita.

Hafizh Tamam yang juga alumni Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo mengatakan, membuat Kampanye Humas merupakan hal yang sederhana namun efektif.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mendengarkan keadaan sekitar kita, mewaspadai lingkungan sekitar kita dan mengambil kesimpulan apa saja permasalahan yang ada di sekitar kita.

Baca Juga: Perkuat Kajian Wisata Religi, UIN Walisongo Gandeng International Islamic Academy of Uzbekistan

“Kampanye PR yang dilakukan harus memberikan manfaat bagi daerah sekitar, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan daerah sekitar untuk melihat permasalahannya. Langkah selanjutnya adalah kompak, artinya dalam kampanye PR kita perlu menggunakan diksi yang mudah diucapkan, mudah diingat, unik dan berusaha mempunyai makna,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan studi kasus yang diberikan dari masing-masing pemateri mulai dari penanganan krisis hingga pembuatan kampanye berdasarkan permasalahan di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat belajar langsung dan mempraktikkan cara menangani krisis serta menghasilkan kampanye yang menarik.***

Comment
Share:

Ad