POSFLORES.Com | Delapan poin yang dapat digunakan dalam mengukur kompetensi seorang guru meliputi pengambilan keputusan, inisiatif tindakan, membangun hubungan kerja yang positif, pembinaan, pembelajaran berkelanjutan, ketangguhan, dan kematangan etika.

Mas Emil selaku Wakil Gubernur Jawa Timur mengungkapkan ada delapan poin yang harus dikembangkan guru.

Meskipun tidak ada standar dalam memberikan pembelajaran yang inspiratif, namun peningkatan keterampilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap guru.

Baca Juga: Membuat Anda Menyentuh! Shio Ini Banjir Lika-liku di Tahun 2023

Emil mengatakan zaman sudah berubah, tidak ada aturan untuk menjadikan guru inspiratif. Tapi jangan sampai guru 20 tahun lalu sama dengan guru sekarang. Karena itulah upgrade skill sangat perlu dilakukan.

Emil mengatakan, saat ini banyak tuntutan di lapangan untuk mata pelajaran tertentu, dimana biasanya guru kurang akomodatif. Seperti rekayasa perangkat lunak atau multimedia, peningkatan keterampilan guru juga dapat memfasilitasi perpindahan keahlian guru sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Wajib Baca! Berikut standar yang harus dimiliki oleh PAUD di seluruh Indonesia

Selain itu, Emil menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ruang belajar yang lebih baik. Beliau juga berpesan agar guru tidak memikul beban masalahnya sendiri.

Emil mengatakan, masa depan menuntut pemain tim termasuk guru juga.

Emik menambahkan, guru juga dapat menghindari low class energy yang merupakan model pembelajaran yang hanya berlangsung satu arah dan tidak dapat mengasah berpikir kritis siswa.

Baca Juga: Sedih! Nasib Sial Untuk Masuk Tahun 2023 Ini

Pasalnya, ada satu hal yang menjadi standar sekolah terbaik dunia, yakni kebiasaan berdiskusi para siswa.

Mantan Bupati Trenggalek ini berpesan agar guru tidak hanya fokus pada tindakan salah menjawab tetapi pada kemampuan siswa mengemukakan pendapat dan berpendapat.

Emil menuturkan, posisi guru yang berada di tengah meja siswa berfungsi tidak hanya untuk memberi tahu tetapi menjadi fasilitator bagi anak untuk berpikir. Percayalah, sepandai-pandainya seorang guru dalam mengajar tentu tidak bisa mengalahkan Google, namun peran fasilitator tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi.

Baca Juga: Ternyata Ini Tanda-Tanda Depresi yang Muncul Pada Tubuh Secara Psikis dan Fisik, Segera Periksa

Sebagai pendidik, mereka harus lebih mahir dalam berbagai hal yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Pembelajaran dapat tercipta dengan lebih efektif, mulai dari penguasaan materi, teknik pembelajaran hingga metode yang digunakan dalam pembelajaran.

Dari segi keterampilan guru juga sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran yang efektif agar nantinya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga: Ternyata Ini Tanda-Tanda Depresi yang Muncul Pada Tubuh Secara Psikis dan Fisik, Segera Periksa

Emil berharap pembelajaran aturan karma juga harus ditingkatkan di setiap jenjang sekolah. Sekalipun ada hal-hal yang membentuk karakter seseorang, tetapi itu pasti diperlukan demi masa depan bangsa yang beradab dan bermoral.

Hal inilah yang menyebabkan banyak orang memilih menyekolahkan anaknya di pesantren karena ada hal-hal klasik yang dipertahankan, seperti belajar tentang karma.

Dalam memajukan pembelajaran dan pendidikan, Gubernur Jawa Timur memiliki cara membenahi struktur tenaga pendidik.

Baca Juga: Babak Pertama 3 Gol Dianulir, Argentina Menang Saat atas Arab Saudi, Lionel Messi Buka Keran Gol

Selain itu, Gubernur Khofifah menjelaskan harus bergerak dan ini membutuhkan proses ekosistem dengan menyediakan GCC yang siap menghadapi perubahan di Jatim.

GCC disiapkan oleh Gubernur Jawa Timur untuk menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas dan menyiapkan tatanan kekinian sehingga mampu mempersiapkan perubahan yang dibutuhkan oleh guru dan kepala sekolah yang inovatif dan kreatif.

Baca Juga: Cara Move On dari Mantan Terhebat! Percayalah Pengganti tidak Sama dengan yang Diganti

Gubernur Khofifah mengatakan, adanya kegiatan GCC memiliki makna karena para peserta sangat apresiatif. Ia mencontohkan lebih dari 4 ribu peserta memilih bidang wirausaha dan lebih dari 3 ribu peserta memilih bidang IT.

Sumber: Naikpangkat.com

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *