Catat! Skema Baru Tunjangan Profesi Guru 2023

- Penulis

Rabu, 15 Februari 2023 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

266245124

266245124


PUSATDAPODIK.COM | TPG resmi atau tunjangan guru profesi akan dihapuskan pada tahun 2023.

Sebab, untuk tunjangan akan ada skema tunjangan profesi guru baru pada 2023 yang harus diketahui guru.

Hal ini sebagai respon terhadap rencana pemerataan kesejahteraan guru dimana guru bersertifikat dan tidak bersertifikat akan tetap menerima TPG.

Baca Juga : Simak! Begini cara pemilik e-KTP dan KIS bisa mendapatkan bansos sembako 2023 senilai Rp 2.400.000

Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut terkait TPG resmi akan dihapus dengan menghadirkan skema tunjangan profesi guru yang baru di tahun 2023.

TPG Resmi Akan Dihapus Skema Baru 2023

Skema baru tunjangan sertifikasi guru, tunjangan guru swasta non sertifikasi, pengganti TPG, peraturan RUU Sisdiknas dan jadwal pencairan sertifikasi.

Mendikbud Nadiem menjelaskan, skema baru tunjangan profesi guru/sertifikasi guru tanpa sertifikasi dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional 2023, adalah untuk guru PNS dan non-ASN.

Tunjangan profesi guru/sertifikasi guru atau TPG adalah tunjangan khusus yang diberikan oleh Pemerintah kepada guru sebagai imbalan atas profesionalismenya.

Baca Juga: Begini Cara Daftar Kurikulum Mandiri 2023, Wajib Diketahui Guru

Untuk memperoleh tunjangan profesi guru, seorang pendidik (tendik) wajib mengikuti pendidikan profesi guru untuk memperoleh sertifikasi pendidik.

Sebelumnya diketahui tunjangan profesi guru atau TPG hanya diperoleh guru yang telah lulus uji sertifikasi. Saat ini aturan mengenai TPG sedang dibahas untuk dihapus.

Demikian Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan, RUU Sisdiknas memastikan guru ASN dan non-ASN mendapat penghasilan yang layak.

“Kami ingin memastikan guru ASN mendapat penghasilan yang layak dari gaji dan tunjangannya sesuai UU ASN. Tunjangan akan dinaikkan dan tidak perlu menunggu sertifikasi untuk dapat tunjangan,” kata Nadiem dalam RDP DPR yang dikutip pada Selasa (14/2/2023).

Selain itu, guru non PNS bisa mendapatkan upah yang layak dari yayasan sebagai pemberi kerja berdasarkan UU Ketenagakerjaan. Dengan demikian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) swasta akan ditingkatkan.

Baca Juga: Perhatikan! Kuliah KIP 2023 Segera Dibuka, Cek Jadwalnya Disini

Baca Juga :  Balita dan Bumil Dapat BLT 2023, Cek Jadwal Pencairan di sini

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi guru ASN.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Bagi Guru Non ASN.

Tunjangan profesi guru sebelumnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 dan peraturan turunan lainnya. Bagi guru berstatus PNS akan mendapatkan TPG sebesar 1 kali gaji pokok.

Sementara untuk guru non-PNS, TPG disesuaikan dengan persamaan jenjang, masa kerja, dan kualifikasi akademik yang berlaku.

Kemudian bagi guru tetap non PNS yang memiliki sertifikat pendidik namun belum memiliki jabatan guru fungsional akan diberikan TPG sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

Berikut kriteria guru penerima skema tunjangan profesi guru TPG baru tahun 2023.

Baca Juga: Dana BOS 2023 Cair, Kondisi Sudah Banyak Berubah, Guru dan Kepala Sekolah Harus Tahu

Kriteria Guru Penerima TPG Terdiri Dari 9 Kategori

Berikut 9 kriteria guru penerima tunjangan profesi atau TPG berdasarkan Peraturan Mendikbud Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus , dan tambahan penghasilan guru PNS daerah. Permendikbud tersebut menjadi acuan dalam kriteria guru yang bisa mendapatkan tunjangan profesi atau TPG pada tahun 2023.

Adapun 9 kriteria penerima tunjangan profesi atau TPG antara lain:

1. Guru berstatus CPNSD atau PNSD

2. Memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik

3. Berstatus sebagai guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang terdaftar di Dapodik di bawah pembinaan Kementerian

4. Memiliki NRG yang diterbitkan oleh Kementerian

5. Aktif mengajar sebagai guru mata pelajaran atau guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan dan konseling atau guru teknologi informasi dan komunikasi pada satuan pendidikan sesuai dengan penunjukan sertifikat pendidik

6. Memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

7. Memiliki hasil penilaian kinerja terendah dengan predikat ‘baik’

Baca Juga :  Tips Mudah Lolos Seleksi CPNS 2024, Lulusan Baru Perlu Simak!

8. Mengajar di kelas dengan rasio guru-murid sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi guru

9. Tidak terikat sebagai guru tetap pada lembaga selain satuan pendidikan bagi guru atau Dinas Pendidikan bagi pengawas satuan pendidikan

Perlu diperhatikan bahwa dari 9 kriteria di atas, guru harus berstatus guru bersertifikat.

Untuk itu, guru harus terlebih dahulu mengikuti program PPG Dalam Jabatan untuk bisa mendapatkan tunjangan profesi atau TPG.

Permendikbud tersebut berlaku untuk semua guru
Adapun kapan, Kemendikbud belum mengumumkan kapan dibukanya program PPG Dalam Jabatan tahun ini. Dan, untuk program PPG Dalam Dinas, informasi akan dikirimkan melalui laman resmi ppg.kemendikbud.go.id atau melalui akun Instagram resmi Kemdikbud dan Ristek.

Berikut penjelasan terkait jadwal pencairan tunjangan profesi guru tahun 2023.

Jadwal Pencairan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2023

Jadwal pencairan tunjangan profesi guru dari Kemendikbud dibagi menjadi 4 tahap dalam setahun. Jadwal ini dapat berlaku kembali pada tahun 2023, sebagai berikut:

-Pembayaran tunjangan triwulanan pada bulan Maret dengan sinkronisasi data pada bulan Februari.

-Pembayaran tunjangan untuk kuartal kedua bulan Juni dengan sinkronisasi data pada bulan Mei.

-Pembayaran tunjangan triwulan III September dengan sinkronisasi data Agustus.

-Pembayaran tunjangan untuk kuartal keempat November dengan sinkronisasi data untuk Oktober.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, nominal TPG yang diberikan kepada guru PNS dan guru swasta berbeda. Sesuai Pasal 4 PP No. 41 Tahun 2009, guru PNS mendapatkan TPG 1 kali gaji pokok.

Kemendikbud memberikan ketentuan bahwa ada guru yang tidak mendapatkan TPG 2023. Guru yang tidak diberikan TPG 2023 adalah:

Mati.
Masuk pensiun.
Mengundurkan diri atas permintaannya sendiri.
Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
Mendapatkan tugas belajar.
Tidak lagi menduduki jabatan fungsional guru.

Demikian penjelasan terkait TPG resmi akan dihapus dengan menghadirkan skema baru tunjangan profesi guru 2023.

Sumber: Naikpangkat.com

 

 

www.posflores.com

Berita Terkait

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?
Semua Honorer Yang Terdata di BKN Akan Diangkat Menjadi ASN, Begini Cara Melihat Terdata di BKN
Informasi Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag 2024: Semua Honorer Jadi ASN, Berikut Formasinya
Mulai Meredup!! Nasib Tenaga Honorer Makin Tidak Jelas, Jadi di angkat PPPK Tahun 2024 ini ?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Minggu, 14 Juli 2024 - 10:59 WIB

Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:15 WIB

Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?

Berita Terbaru

Guru

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Minggu, 21 Jul 2024 - 13:08 WIB