PUSATDAPODIK.COM | Guru sertifikasi mendapat kabar gembira dari Kemendikbud soal tunjangan dan linearitas menjadi angin segar di tengah isu RUU Sisdiknas.

Kita semua tahu bahwa RUU Sisdiknas tidak menyebutkan atau mencantumkan ketentuan tentang Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Kabar ini membuat semua sahabat guru khawatir akan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2023.

Baca Juga: Pasti Enak! Resep Kue Jahe Ini Untuk Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama Keluarga

Namun, untuk saat ini, guru sertifikasi mendapat kabar gembira dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait bobot dan linearitas.

Biasanya guru bersertifikat menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari sertifikat profesi PPG.

Namun, bagaimana kejelasan tentang sertifikasi guru mendapat kabar baik tentang tunjangan dan linearitas.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut terkait guru sertifikasi yang mendapat kabar gembira dari Kemendikbud terkait tunjangan dan linieritas.

Baca Juga: Menpora RI, Zainudin Amali: Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Berikut penjelasan terkait guru sertifikasi yang mendapat kabar gembira dari Kemendikbud terkait tunjangan dan linieritas.

Sertifikasi Guru Dapatkan Kabar Baik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan dua kabar baik untuk sertifikasi guru.

Kabar gembira dari Kemendikbud di bawah ini berkaitan dengan tunjangan dan linieritas bagi guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik atau berstatus bersertifikat.

Baca Juga: Sandiaga Uno Manfaatkan Piala Dunia Qatar untuk Promosikan Wisata Labuan Bajo

Kabar ini dirangkum dari salah satu video di kanal YouTube 21st Century Guru yang diunggah pada Kamis, 1 Desember 2022.

Berikut rangkuman kabar gembira bagi guru sertifikasi terkait tunjangan dan linieritas.

Guru Linearitas

Kabar pertama untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang memiliki ijazah dan sertifikat pendidik jurusan Bahasa Inggris.

Baca Juga: Ibu Tak Terima Dimarahi Anaknya, Tega Lapor Ibu ke Polisi Ibu Ungkap Isi Hatinya ke Media Sosial

Plt Dirjen GTK Kemendikbud Nunuk Suryani pada suatu kesempatan mengatakan guru bahasa Inggris SD akan linier sebagai guru kelas.

Nunuk mengatakan Kemendikbud sedang berupaya agar linearitas guru bahasa Inggris dan guru kelas bisa berlaku mulai tahun depan.

“Halo teman-teman guru bahasa Inggris di SD, sabar ya. Tahun ini guru bahasa Inggris belum linier sebagai guru kelas,” kata Nunuk.

Linearitas guru bahasa Inggris dan guru kelas terkait dengan karakteristik Kurikulum Mandiri, khususnya di tingkat SD.

Dalam Kurikulum Merdeka, pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar hingga menjadi mata pelajaran pilihan.

Dengan kata lain, sekolah yang menerapkan Kurikulum Mandiri dapat menerapkan mata pelajaran Bahasa Inggris dan dapat diterima di Dapodik dan diakui kurikulumnya.

Baca Juga: Tips Memilih Pasangan untuk Aktris Laudya Cynthia Bella Tak Mau Genggam Tangan

Oleh karena itu, diperlukan guru yang memiliki sertifikat dan sertifikasi bahasa Inggris untuk mengajar di sekolah dasar.

Tunjangan Sertifikasi

Kabar gembira kedua bagi guru berstatus sertifikasi adalah soal tunjangan.

Selama ini, ada tiga jenis tunjangan guru yang diakui, yakni Tunjangan Profesi Guru (TPG), Penghasilan Tambahan (Tamsil), dan Tunjangan Guru Khusus (TKG).

Baca Juga: Diakui Bosan dengan Pria yang Mencintai Suaminya Elly Sugigi Umumkan Perceraiannya

Ketiga tunjangan di atas bersumber dari APBN.

Padahal, selain ketiga tunjangan di atas, ada tambahan tunjangan penghasilan pegawai yang bersumber dari APBD.

Diketahui selama ini ada guru yang sudah mendapatkan TPP dan ada juga daerah yang belum memberikan TPP kepada guru.

Hal ini menimbulkan polemik bagi guru, khususnya guru berstatus sertifikasi yang tidak menerima TPP karena dianggap telah menerima TPG.

Oleh karena itu, Kemendikbud melalui Surat Edaran nomor 6909/B/GT.01.01/2022 memberikan klarifikasi terkait polemik TPP di berbagai daerah.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa berdasarkan PP No 12 Tahun 2019, pemda dapat memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) kepada ASN daerah.

Guru sertifikasi juga merupakan ASN daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan guru sertifikasi juga berhak atas TPP selain tunjangan lain yaitu TPG.

Baca Juga: Disebut Kurus Setelah Menikah dengan Dude Herlino, Ternyata Alysa Suebandono Didekati Pria Ganteng

Perlu juga diperhatikan bahwa besaran TPP yang bersumber dari APBD selalu menyesuaikan dengan APBD masing-masing.

Maka jangan heran jika besaran TPP tiap daerah berbeda karena kemampuan tiap daerah juga berbeda.

Selain mendapat kabar baik untuk guru sertifikasi, berikut juga kabar terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) non sertifikasi.

Tunjangan Profesi Guru Non Sertifikasi

Saat ini banyak yang mencari sertifikasi guru 2022, tunjangan PPG, pengganti sertifikasi guru, tunjangan sertifikasi guru non PNS 2022 dan tunjangan profesi guru.

Baca Juga: Video Viral Guru Melempar Kue Ulang Tahun Dibanjiri Komentar Netizen, Mendingan Dipikir Buat Prank

Diketahui, 290 ribu guru akan mendapatkan tunjangan profesi non sertifikasi segera setelah RUU Sisdiknas disahkan, demikian kata Mendikbud soal TPG 2023.

Tunjangan profesi guru atau TPG merupakan penghargaan dari Pemerintah kepada guru dan dosen atas profesionalismenya dalam menjalankan sistem pendidikan nasional.

Untuk mendapatkan tunjangan profesi guru, seorang guru wajib mengikuti Program Pendidikan Guru di LPTK yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai pengganti akta IV.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *