PusatDapodik
Home Guru Kepegawaian Ini Dia Aturan yang Mempermudah Guru dalam Sertifikasi 2023

Ini Dia Aturan yang Mempermudah Guru dalam Sertifikasi 2023

Screenshot 20230118 230223 Chrome 877675534


PUSATDAPODIK.COM | Banyak cara atau langkah yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru, salah satunya adalah program sertifikasi guru.

Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Ristek melakukan perubahan kebijakan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan sertifikasi tahun 2023. Langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengubah peraturan bagi guru dalam melaksanakan sertifikasi tahun 2023. sertifikasi.

Baca Juga: Wajib Diketahui, Hasil Seleksi Guru PPPK 2022 Sudah Keluar, Guru Honorer Gembira

Perubahan aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 54 tahun 2022 tentang Tata Cara Memperoleh Sertifikat Pendidik Bagi Guru Dalam Jabatan atau Daljab.

Diketahui, regulasi yang mengatur sertifikasi guru saat ini memiliki dua jalur, yang pertama melalui Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG Prajab) dan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab).

Sedangkan fasilitas yang terdapat dalam peraturan sertifikasi 2023 bagi guru telah dijelaskan pada pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan guru dalam jabatan adalah guru yang mendapatkan kuota pengangkatan hingga tahun 2025.

Baca juga: Cara Membuat Donat Coklat Sederhana, Enak dan Bikin Nagih

Kemudian untuk PPG Dalam Jabatan, program pendidikan yang dijalankan hanya beberapa bulan, sedangkan PPG Prajabatan diwajibkan menempuh pendidikan selama 6 semester atau 3 tahun.

Pelaksanaan PPG Jabatan tahun 2023 meliputi beberapa hal. Hal menarik ini diawali dengan mencermati pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 54 tahun 2022 yang menjelaskan klasifikasi guru dalam jabatan yang terbagi dalam 3 kriteria, yaitu:

Kelompok pertama adalah guru yang sudah memiliki Sertifikat Penggerak Guru

Kelompok kedua adalah guru yang pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan profesi guru, namun belum lulus ujian tulis nasional atau uji kompetensi pada akhir Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG).

Baca Juga: Sidang Kode Etik Bharada E Bakal Hadirkan Kompolnas

Kelompok ketiga adalah guru yang tidak memiliki Sertifikat Pendidik dan guru yang tidak termasuk dalam guru kelas satu dan kelas dua.

Pengklasifikasian ini tentunya ada karena ada hal-hal khusus yang berkaitan dengan program guru mengemudi.

Merujuk pada pasal 15, pasal tersebut menjelaskan bahwa proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) mensyaratkan 36 sks dan pemenuhannya dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu melalui Pengakuan Pembelajaran Masa Lalu (RPL) dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru ( PPG). .

Dengan adanya Recognition of Past Learning atau RPL, diharapkan para guru tidak perlu lagi mengikuti seluruh proses Pendidikan Profesi Guru, para guru ini hanya perlu mengikuti ujian akhir. Dengan begitu guru yang telah memiliki sertifikat guru mengemudi tidak diwajibkan mengikuti program pendidikan sebesar 36 sks sebagaimana tertuang dalam pasal 16 ayat 1.

Baca Juga : Cara Membuat Donat dengan Bahan Sederhana, Empuk dan Enak, Bikin Nagih

Kemudian bagi guru yang telah mengikuti program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) juga akan mendapatkan skema yang sama dengan guru di atas. Sesuai dengan yang tertuang dalam pasal 15 ayat 2 yang juga menjelaskan bahwa RPL juga akan diberikan kepada guru yang telah mengikuti program dalam jabatan dan diangkat sampai dengan akhir tahun 2015.

RPL atau Pengakuan Pembelajaran Masa Lalu yang diberikan kepada guru pada kelompok ini adalah 24 sks, sehingga guru pada kelompok ini hanya memiliki cukup sks saja yang belum terpenuhi. Bagi guru yang memiliki surat pengangkatan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2025 juga mendapatkan bonus kredit sebesar 18 sks, sehingga guru hanya harus memenuhi sisa 18 sks.

Baca Juga : Simak! Tips Sederhana Bikin Percaya Diri dengan Kulit Wajah Glowing

Untuk instansi di bawah naungan Kemendikbud dan Ristek, tunjangan sertifikasi tahun 2023 untuk guru akan dicairkan setiap triwulan atau 3 bulan sekali, sedangkan tunjangan sertifikasi tahun 2023 untuk guru di bawah naungan Kemenag dicairkan sekali sebulan.

Sumber: Naikpangkat.com

www.posflores.com

Comment
Share:

Ad