Isi Perjanjian Jepara : Sejarah, Latar Belakang dan Perlawanan Trunojoyo

- Penulis

Senin, 13 November 2023 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjanjian Jepara

Perjanjian Jepara


Isi Perjanjian Jepara – Ada berbagai perjanjian sejarah yang ada di Indonesia, salah satunya adalah perjanjian Jepara. Apa Perjanjian Jepang? Sebutkan isi perjanjian jepara? Dimana dan kapan perjanjian Jepara dibuat? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang sejarah perjanjian Jepara mulai dari pengertian, latar belakang, tokoh, perlawanan Trunojoyo serta isi perjanjian Jepara secara lengkap.

Baca juga : Perjanjian Linggarjati

Isi

bersembunyi

1
Pengertian Perjanjian Jepara
2
Latar Belakang Perjanjian Jepara
3
perlawanan Trunojoyo
4
Isi Perjanjian Jepara

Pengertian Perjanjian Jepara

Perjanjian Jepara merupakan perjanjian yang ditandatangani oleh Sultan Amangkurat II dengan VOC dari Kerajaan Mataram untuk melawan pemberontakan Raden Trunojoyo.


Raden Trunojoyo yang bergelar Panembahan Maduretno lahir di Madura pada tahun 1649 dan meninggal pada tanggal 2 Januari 1680 di Payak, Bantul. Raden Trunojoyo adalah seorang bangsawan Madura yang memberontak terhadap Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram.

Pemberontakan tersebut dilakukan karena pemerintahan yang dipimpinnya dianggap terlalu keras dan berpihak pada VOC. Sultan Amangkurat I dan II terutama ditolak rakyat karena sifatnya yang kejam, semena-mena, dan kedekatannya dengan VOC. Karena ketidakpuasan terhadap pemerintah, banyak ilmuwan dan mahasiswa di Mataram yang ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Hal ini membuat Trunojoyo memberontak terhadap kepemimpinan Sultan Amangkurat I dan II.


Latar Belakang Perjanjian Jepara

Pada tahun 1924, pulau Madura ditaklukkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645) dari kerajaan Mataram Islam yang masih keturunan kerajaan Mataram kuno. Selain Madura dan Surabaya, pusat kota Yogyakarta serta pesisir timur Jawa, termasuk Tuban dan Gresik, berhasil ditaklukkan dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Sultan Agung menangkap Raden Prasena, seorang bangsawan Madura.

Karena kelakuan dan ketampanannya, Raden Prasena lebih disukai oleh Sultan Agung sebagai menantu dan penguasa wilayah Madura Barat di bawah kerajaan Mataram. Kemudian Raden Prasena mendapat gelar Panembahan Cakraningrat atau Cakraningrat I.


Namun Raden Prasena lebih banyak berada di Mataram dibandingkan Madura, sehingga putranya dari selir bernama Raden Demang Melayakusuma memimpin pemerintahan di Madura Barat. Keduanya adalah panglima perang Mataram.

Setelah Sultan Agung wafat, Amangkurat I bertugas di Mataram. Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau Raden Mas Sayidin mempunyai gaya yang berbeda dengan ayahnya yang selalu berperang melawan Belanda. Sementara itu, ia justru mendekati Belanda untuk melindungi kepentingannya.

Sifatnya yang sewenang-wenang membuat banyak orang merasa tidak puas dan memberontak, termasuk Pangeran Alit, adik kandungnya sendiri yang memberontak pada tahun 1648. Cakraningrat dan Demang Melayakusuma diperintahkan untuk melawan pemberontakan Pangeran Alit, namun dibunuh saat bertugas. Pangeran Alit mengalami kekalahan dan ribuan menteri pendukungnya dibantai oleh Amangkurat I. Selanjutnya, pemerintahan Madura beralih ke Raden Undagan, adik Melayakusuma, Panembahan Cakraningrat II, yang juga lebih sering berada di Mataram.

Baca juga : Perjanjian Roem Royen

Selang beberapa tahun kemudian, Pangeran Adipati Anom yang merupakan putra mahkota Amangkurat I pun merasa tidak puas dan ingin memberontak karena mendengar statusnya sebagai Putra Mahkota Mataram akan dicabut dan digantikan oleh putra Amangkurat I. Namun Adipati Anom tidak berani melakukannya secara terang-terangan sehingga ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi. -Diam-diam meminta bantuan kepada Raden Kajoran atau Panembahan Rama yang merupakan seorang pendeta dan kerabat dari Mataram yang mengenalkan Trunojoyo kepada menantunya untuk menjadi alat pemberontakan Adipati Anom.

Trunojoyo sendiri merupakan keturunan Sultan Agung, cucu dari Raden Prasena atau Cakraningrat I. Atau dengan kata lain Trunojoyo merupakan anak Demang Melayakusuma dari istri selirnya. Silsilah keluarga menjadikannya saudara tiri Cakraningrat II.

perlawanan Trunojoyo

Setelah pemberontakan bangsawan Mataram, terjadilah pemberontakan yang dilakukan oleh Raden Trunojoyo pada tahun 1649. Pemberontakan ini disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap pemerintah pada masa Amangkurat I dan II. Pemerintah Kerajaan Mataram dinilai tangguh dan bekerjasama dengan VOC (Kemitraan Dagang Belanda).

Pengambilalihan kekuasaan oleh Raden Trunojoyo menimbulkan perselisihan sengit antara Amangkurat 1 dan Ulama, yang mengakibatkan banyak Ulama dan Santri yang ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di wilayah Mataram. Hal ini membuat Trunojoyo marah dan memberontak. Pemberontakan terjadi pada tahun 1674-1679. Saat itu kekuasaan kerajaan Mataram dipegang oleh Sultan Amangkurat II. Sultan Amangkurat II mempunyai dua sifat yang tidak disukai rakyatnya, yaitu kepemimpinannya yang sewenang-wenang dan kejam serta ramah dan sangat dekat dengan VOC (Belanda).

Pasukan Trunojoyo bekerja sama dengan Karaeng Galesong yang memimpin pelarian dari Makassar dan merupakan pengikut Sultan Hasanuddin yang kalah dari VOC. Bahkan, Trunojoyo menikahkan putrinya dengan Karaeng Galesong untuk mempererat hubungan kerjasama. Ia juga didukung oleh Panembahan Giri dari Surabaya yang tidak mendukung cara pemerintahan Amangkurat I dalam menghukum ulama yang menentangnya.

Gabungan kekuatan tersebut berhasil memukul mundur kekuatan Amangkurat I, namun kemenangan tersebut membuat Trunojoyo berkonflik dengan Adipati Anom karena tidak mau menyerahkan kepemimpinannya. Pasukan Trunojoyo bahkan berhasil mengalahkan pasukan Adipati Anom yang berbalik mendukung ayahnya pada bulan Oktober 1676. Penyerbuan ke Plered yang saat itu merupakan ibu kota Mataram dilakukan oleh Trunojoyo, sehingga Amangkurat I melarikan diri dan meninggal di Tegal. Beliau dimakamkan di Tegal Arum dan dikenal dengan nama Sunan Tegal Arum. Setelah itu Adipati Anom dipanggil Amangkurat II.

Isi Perjanjian Jepara

Setelah menjadi Adipati Anom Amangkurat II, ia menandatangani perjanjian dengan VOC pada bulan September 1977 yang dikenal dengan Perjanjian Jepara. Perjanjian Jepara mengharuskan Amangkurat II membayar mahal, yakni menyerahkan sebagian wilayahnya kepada VOC. Perjanjian Jepara memuat kesepakatan antara Amangkurat II dan VOC untuk menyerahkan wilayah di pantai utara Jawa kepada VOC jika VOC menghentikan pemberontakan Trunojoyo.

Baca juga : Perjanjian Tantangan

Artinya, wilayah pantai utara Jawa, mulai dari Karawang hingga ujung timur Pulau Jawa, akan dijadikan jaminan pembayaran perjanjian Jepara kepada Belanda, yang membantu menumpas pemberontakan Trunojoyo. Sebelum menandatangani perjanjian Jepara, VOC Trunojoyo telah menawarkan perdamaian pribadi di benteng VOC Danareja, namun tawaran tersebut ditolak.

Baca Juga :  Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Palembang

Sedangkan Trunojoyo yang mendirikan pemerintahan sendiri dengan gelar Panembahan Maduretno telah menguasai hampir seluruh pesisir Jawa, sementara masih banyak masyarakat pedalaman yang tetap setia kepada Mataram. VOC kemudian memusatkan kekuatannya untuk mengalahkan Trunojoyo di bawah pimpinan Jenderal Cornelis Speelman. Pasukan Bugis yang dipimpin oleh Aru Palaka dari Bone dikerahkan VOC untuk melawan Karaeng Galesong, dan pasukan Maluku yang dipimpin oleh Kapten Jonker diperintahkan untuk melakukan penyerangan besar-besaran di tempat bersama pasukan Amangkurat II.

Pasukan Eja dan VOC menyerang Surabaya pada bulan April 1677 dan berhasil menguasainya. Dengan kekuatan gabungan sebanyak 1500 orang, ia berhasil mendorong Trunojoyo sehingga benteng Trunojoyo sedikit demi sedikit berhasil ditaklukkan oleh VOC. Akhirnya pada tanggal 27 Desember 1679 Trunojoyo berhasil dikepung dan diserahkan oleh Kapitan Jonker di lereng Gunung Kelud. Ia kemudian diserahkan kepada Amangkurat II di Payak, Bantul. Amangkurat II. Trunojoyo dijatuhi hukuman mati pada tanggal 2 Januari 1680. Trunojoyo dijatuhi hukuman mati oleh Amangkurat II.

Sepeninggal Trunojoyo, Istana Plered yang hancur dipindahkan ke Kartasura. Cakraningrat II juga diangkat kembali oleh VOC sebagai penguasa di Madura. Perjanjian Jepara membuat Amangkurat II menumpas pemberontakan Trunojoyo, namun harga yang harus dibayar sangat besar. Akibatnya Mataram berhutang biaya perang yang sangat besar kepada VOC dan sebagai imbalannya harus meninggalkan pantai utara Jawa berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian Jepara. Sejak saat itu, Mataram dan Madura berada di bawah pengaruh VOC dalam menentukan suksesi kekuasaan dan wewenang.

Singkatnya, isi Perjanjian Jepara adalah jika pemberontakan Trunojoyo dapat dihentikan, maka Sultan Amangkurat II harus menyerahkan wilayah di Pantai Utara Jawa kepada VOC (mitra dagang Belanda).

Artinya wilayah Pantai Utara yang meliputi Karawang hingga ujung timur Pulau Jawa dijadikan jaminan pembayaran sumbangan yang diberikan Belanda untuk terlibat dalam perang melawan Trunojoyo.

Baca juga : Perjanjian Renville

Demikian artikel tentang sejarah Perjanjian Jepara mulai dari Pengertian, Latar Belakang, Tokoh, Perlawanan Trunojoyo dan Isi Perjanjian Jepara secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.


Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB