PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Jadi Cara Penyelesaian Konflik, Apa Itu Konsiliasi?

Jadi Cara Penyelesaian Konflik, Apa Itu Konsiliasi?

konsiliasi

Penyelesaian suatu konflik atau konflik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah konsiliasi. Biasanya langkah ini digunakan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Pada dasarnya, untuk mencapai resolusi konflik perlu dilakukan akomodasi. Akomodasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang dilakukan antara individu dan kelompok yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu konflik atau konflik.

Akomodasi sendiri memiliki berbagai bentuk tergantung pada upaya penyelesaian konflik. Bentuk akomodasi meliputi gencatan senjata, paksaan, mediasi, konsiliasi, ajudikasi, kompromi dan toleransi. Nah, pada materi kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang konsiliasi. Apa itu?

Konsiliasi adalah upaya mengoreksi pihak-pihak yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan formal. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hal ini dapat diartikan sebagai upaya mendamaikan keinginan para pihak yang berselisih untuk mencapai kesepakatan dan menyelesaikan perselisihan tersebut.

Konsiliasi disebut juga dengan arbitrasi yang melibatkan pihak ketiga yang memiliki kedudukan lebih tinggi, misalnya pihak kepolisian terlibat dalam proses akomodasi untuk menyelesaikan konflik. Biasanya, upaya konsiliasi ini terkait dengan perselisihan tentang pemutusan hubungan kerja atau perselisihan antar serikat pekerja atau serikat buruh.

Manfaat Konsiliasi

Dilihat dari proses penyelesaian sengketa, terdapat kesamaan antara konsiliasi dan mediasi. Namun, konsiliasi memiliki hukum acara yang lebih formal jika dibandingkan dengan mediasi. Sementara itu, lamanya waktu penyelesaian sengketa atau konflik melalui konsiliasi biasanya memakan waktu 30 hari kerja.

Baca juga: Bentuk Akomodasi dalam Penyelesaian Konflik

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan konsiliasi, antara lain:

  1. Kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan secara damai

Biasanya penyelesaian konflik dengan cara konsiliasi berpeluang diselesaikan dengan cara damai atau kekeluargaan. Sehingga penyelesaian konflik tidak perlu melalui pengadilan.

  1. Keputusan tersebut tidak mengikat para pihak yang berkonflik

Seorang konsiliator (pihak ketiga) secara aktif memberikan saran atau pendapat untuk membantu para pihak menyelesaikan konflik. Namun, pihak-pihak yang berkonflik memiliki kebebasan untuk memutuskan atau menolak syarat-syarat penyelesaian konflik yang diusulkan.

  1. Fleksibel

Pertemuan konsiliasi biasanya terdiri dari dua tahap, yaitu tahap tertulis dan tahap lisan.

Ikuti dan sukai kami:


www.kelaspintar.id

Comment
Share:

Ad