JAKARTA | Gempa dengan magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11), berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan.

Baca Juga: Dirjen GTK: Kategori Guru Dikukuhkan Jadi Guru PPPK 2022

Terkait hal itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengidentifikasi jumlah tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta fasilitas pendidikan yang terdampak gempa.

Baca Juga: Inspirasi Harian Rabu Katolik, Lukas 21:12-19, Pahala Salib

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur dan sekitarnya. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Kami akan menindaklanjuti sesuai informasi resmi yang kami terima,” kata Mendikbud. (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Senin (21/11).

Baca Juga: Saat MU Umumkan Pemutusan Kontrak dengan Ronaldo, Instagram CR 7 Posting Kerjasama dengan Watch Companies

Dari hasil identifikasi tersebut, kata Menteri Nadiem, Kemendikbud akan mengambil langkah cepat untuk membantu para pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta sarana pendidikan yang terdampak gempa.

Baca Juga : Cara Cek dan Persyaratan Tunjangan Profesi Guru Non PNS

“Kemendikbud akan mengambil langkah cepat untuk membantu para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta sarana pendidikan yang terdampak agar akses pendidikan tetap tersedia,” kata Mendikbud dalam keterangan tertulis.

Sumber: Kemendikbud.go.id

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *