Kemendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar Ke-23

- Penulis

Selasa, 28 Februari 2023 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot 20230227 205605 Chrome 2581806174

Screenshot 20230227 205605 Chrome 2581806174


JAKARTA | Melengkapi berbagai program penguatan literasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Kebijakan Pembelajaran Merdeka Episode 23: Buku Bacaan Berkualitas untuk Literasi Indonesia.

Diketahui, program tersebut fokus pada pengiriman buku bacaan berkualitas untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), disertai dengan pelatihan bagi para guru.

Baca juga: Ini yang dilakukan peserta IISMA untuk memperkaya wawasan lima universitas di Selandia Baru

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Dikatakannya, terobosan Merdeka Belajar Episode 23 diluncurkan untuk menjawab tantangan rendahnya kemampuan literasi anak Indonesia akibat rendahnya kebiasaan membaca sejak dini.

“Penyebab rendahnya kebiasaan membaca adalah kurangnya atau tidak tersedianya buku bacaan yang diminati siswa,” kata Mendikbud saat peluncuran Merdeka Learning Episode ke-23 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (27/10). /2/2023).

Menurut Mendikbud, program pengiriman buku ke sekolah bukanlah kebijakan baru yang dibuat Kemendikbud. Kali ini Kemendikbud menghadirkan terobosan dalam beberapa hal, mulai dari jumlah eksemplar, jumlah judul buku, jenis buku yang dikirim, pendekatan yang dilakukan dalam pendistribusian buku, hingga pemilihan sekolah. untuk menerima buku-buku itu.

Baca Juga: Sebanyak 15 Universitas Australia Siap Sambut Mahasiswa Indonesia

Selain itu, pada tahun 2022, Kemendikbud akan menyediakan lebih dari 15 juta eksemplar buku bacaan berkualitas beserta pelatihan dan pendampingan bagi lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia.

“Ini merupakan program penyerahan buku dengan jumlah buku dan penerima terbanyak sepanjang sejarah Kemendikbud. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita saat ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu sekolah memanfaatkan buku yang mereka terima, kata Mendikbud.

Baca Juga: Kementerian Desa Berharap IKN Jadi Showcase Desa Nusantara

Dengan adanya pelatihan yang diberikan, menurut Mendiknas, dirinya berharap para guru sekolah dan pustakawan benar-benar memahami kegunaan dan kegunaan buku yang diterimanya, sehingga tidak ada lagi buku yang menumpuk di perpustakaan karena dianggap tidak digunakan.

Mendikbudristek menambahkan, terobosan program pengiriman buku ini dirancang berdasarkan situasi di lapangan yang harus segera dibenahi. Berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) 2021, Indonesia saat ini mengalami darurat literasi yaitu satu dari dua siswa SD hingga SMA belum mencapai kompetensi minimal literasi.

Baca Juga :  Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?

Baca Juga: Presiden Joko Widodo: Peristiwa Internasional Stimulasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Hasil ini sesuai dengan hasil Program for International Student Assessment (PISA) selama 20 tahun terakhir yang menunjukkan nilai literasi anak Indonesia masih rendah dan belum meningkat secara signifikan. Kemampuan literasi siswa Indonesia masih di bawah rata-rata. kemampuan literasi siswa di negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD),” tambah Mendikbud.

Selain itu, fakta lain yang ditunjukkan dari hasil AN adalah adanya kesenjangan kompetensi literasi. Mendikbud mengatakan, masih cukup banyak sekolah, khususnya yang berada di kawasan 3T, dengan peringkat literasi dan numerasi pada level satu atau sangat rendah.

Baca Juga : Coba Resep Tumis Kacang Ati Ampela, Nikmatnya Bikin Nagih

“Sekolah yang berada di tingkat satu dan di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) memerlukan intervensi khusus, makanya kami jadikan satuan pendidikan yang mendapatkan buku bacaan berkualitas dalam program penyerahan buku ini,” jelas Mendikbud.

Peningkatan kompetensi literasi tidak bisa dilakukan hanya dengan mengirimkan buku ke sekolah tanpa pendampingan. Untuk itu, dalam program ini Kemendikbud memfasilitasi sekolah dengan pelatihan dan pendampingan agar buku yang dikirimkan dapat digunakan dengan baik. Pendekatan ini, kata Mendikbud, terbukti mampu meningkatkan kompetensi literasi siswa.

Baca Juga: Kabar Gembira dari Arab Saudi, Simak Disini

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap responden kelas 1 sampai 3 SD, pelatihan pendampingan penyerahan buku bacaan meningkatkan nilai literasi siswa sebesar 8 persen pada kemampuan membaca dan 9 persen pada kemampuan menyimak. Lebih dari itu, salah satu fokus utama dalam meningkatkan literasi adalah pemilahan buku yang tepat.

“Buku bacaan yang kami kirim ke sekolah-sekolah melalui program ini terdiri dari buku-buku yang berfungsi sebagai jendela, pintu geser, dan cermin untuk pembaca anak-anak,” kata Mendikbud.

Dalam peran sebagai jendela, buku membantu pembaca melihat pengalaman baru yang berbeda dari kehidupannya melalui peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita. Sedangkan dalam perannya sebagai pintu geser, buku menggiring pembaca untuk berimajinasi menjelajahi dunia baru melalui ilustrasi dan cerita fantasi. Kemudian, buku berperan sebagai cermin, yaitu buku memberikan kesempatan untuk merefleksikan pengalaman hidup sendiri melalui cerita-cerita yang ada di dalam buku. melihat konteks akrab dalam buku. Hal ini mendukung peningkatan berpikir kritis anak dengan melakukan refleksi terhadap hal-hal yang ada disekitarnya.

Baca Juga :  Berita Baik: PPPK Guru Dapat Jaminan Kontrak Kerja Lanjutan!

Baca Juga: Mau Tahu Jadwal dan Penerima Manfaat PKH Tahap 1 Tahun 2023, Silahkan Ketik NIK KTP di Cekbansos.kemensos.go.id

Terobosan Merdeka Belajar Episode 23 diluncurkan untuk melengkapi tiga Terobosan Merdeka Belajar sebelumnya dan berfokus pada peningkatan literasi siswa. Yang pertama adalah program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari Kampus Merdeka sebagai episode ke-2 Mandiri Belajar. Siswa peserta program Kampus Mengajar dikirim ke sekolah-sekolah di daerah untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, saat ini terdapat lebih dari 90.000 siswa yang mengikuti program Kampus Mengajar yang telah mendampingi lebih dari 20.000 sekolah.

Kedua, Mobilizing Organization yang diluncurkan sebagai episode ke-4 Freedom Learning. Melalui program ini, 156 lembaga dan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan telah membantu sekolah dalam mengembangkan penguatan literasi.

Yang ketiga adalah episode ke-15 Kurikulum Mandiri sebagai Pembelajaran Mandiri yang memberikan keleluasaan yang jauh lebih besar bagi guru untuk menggunakan buku bacaan sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Baca Juga: Maraknya Kasus Palsu TNI, Mabes TNI AL Angkat Bicara

Seperti terobosan Pembelajaran Merdeka lainnya, program Buku Bacaan Berkualitas untuk Aksara Indonesia merupakan hasil kerjasama berbagai unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; Standar, Kurikulum dan Badan Penilai Pendidikan (BSKAP); Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Pendidikan Dasar); dan Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Merdeka Belajar Episode 23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia mendapat apresiasi dari pimpinan pemerintahan. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendukung penyediaan buku bacaan berkualitas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Ini bagian penting dari upaya penanaman karakter. Saya mendukung program Merdeka Belajar Episode 23 ini,” kata Tito.

Selain itu, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando juga mendukung kebijakan Pembelajaran Merdeka Episode 23.

“Program ini sangat mulia dan bagus karena akan melibatkan perpustakaan di sekolah untuk mempercepat terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai RPJM,” kata Syarif.

Sumber: kemendikbud.go.id

www.posflores.com

Berita Terkait

Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024
Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?
Semua Honorer Yang Terdata di BKN Akan Diangkat Menjadi ASN, Begini Cara Melihat Terdata di BKN
Informasi Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag 2024: Semua Honorer Jadi ASN, Berikut Formasinya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 05:12 WIB

Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Minggu, 14 Juli 2024 - 10:59 WIB

Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB