JAKARTA | Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berdialog dengan 200 guru yang tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia (IGI) .

Mengawali dialog, Mendikbud menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru anggota IGI yang telah hadir dan berperan dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas peran para guru di IGI dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Peran IGI sebagai wadah guru sangat penting untuk terus berbagi dan bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di dunia pendidikan, kata Mendikbud saat membuka dialog di Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta pada Jumat, (25/11) baru-baru ini.

Baca Juga: Pengadilan Tipikor Kupang Akan Cek Lokasi Terminal Kembur, Berikut Keterangan Posisi PMKRI Ruteng

Mendikbud mengungkapkan, peran guru dalam membangun masyarakat sangat penting. Melalui komunitas yang dibangun, guru dapat belajar dari guru lainnya. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat Platform Mengajar Merdeka yang disiapkan bagi para guru untuk dapat belajar dan berbagi dengan guru lainnya.

“Tugas kita berubah yaitu memfasilitasi guru untuk belajar dari guru lain agar berani mencoba dan melakukan hal baru, serta dipimpin oleh seorang Guru Motivator,” tambah Mendikbud.

Menteri Nadiem juga mengapresiasi para guru yang telah menggunakan Platform Mengajar Merdeka selama pembelajaran.

“Banyak guru yang telah berkontribusi mengunduh bahan ajar dan membagikannya kepada guru lain di seluruh Indonesia,” kata Menteri Nadiem.

Baca Juga: Tiket Masuk Rp. 3,75 Juta Tetap Efektif 1 Januari 2023 Karena Tidak Disebutkan Dalam Surat MLH

Program Mobilisasi Guru, kata Mendikbud, merupakan terobosan perubahan pembelajaran. Menteri Nadiem mengatakan, Guru Mengemudi selalu melakukan yang terbaik untuk siswanya karena guru memiliki keberanian untuk melakukan hal baru, bereksperimen, dan berani gagal.

“Master Mover selalu siap mencoba meski gagal, tapi akan terus berinovasi. Mereka dipromosikan menjadi pemimpin kita,” jelas Mendikbud.

Untuk itu, dalam mendukung penyiapan pemimpin di sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Selaku Kepala Sekolah.

“Kami mohon dukungan bapak ibu guru untuk mendorong pemerintah daerah (Pemda) mendukung Pengaktifan Guru menjadi kepala sekolah sesuai Permendikbud yang telah dikeluarkan,” ujar Mendikbud.

Baca Juga: Wajib Diketahui! Cara Awet Muda Secara Alami

Mendikbud lebih lanjut menyampaikan, berbagai terobosan lain telah dikeluarkan Kemendikbud seperti Kurikulum Mandiri hingga yang terkait dengan kesejahteraan guru yaitu pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil Aparatur Sipil Negara (PNS) dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

“Tahun ini lebih dari 600 ribu guru honorer telah dilantik menjadi ASN PPPK. Sampai saat ini kami masih memperjuangkan guru honorer yang bukan ASN PPPK, mohon bersabar dan terus dukung kami,” ujar Mendikbud.

Dalam melaksanakan rekrutmen ASN PPPK, Mendikbud menyampaikan prioritas utama adalah pengangkatan guru honorer yang belum mendapat pembinaan di sekolahnya.

“Jangan sampai guru digusur dari sekolahnya, pindah ke sekolah lain karena sekolah belum memiliki formasi ASN PPPK, ujung-ujungnya sekolah akan kekurangan guru yang sudah lama bekerja di sana,” terangnya. Menteri Pendidikan dan Riset dan Teknologi.

Baca Juga: Tertangkap! Nikita Mirzani Jual Rumahnya Sementara Proses Penahanan dan Persidangan Berlanjut

Sedangkan untuk membuka formasi dan rekrutmen guru ASN PPPK, lanjut Mendikbud, Kemendikbud harus bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) lain seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). ), Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga pemerintah daerah masing-masing daerah.

“Kami akan terus berupaya menggali agar Kemendikbud dapat mengangkat guru honorer menjadi ASN PPPK tanpa rantai panjang,” ujar Mendikbud.

Terkait Kurikulum Mandiri, Mendikbud berharap para guru dapat membantu mengkomunikasikannya kepada sekolah dan orang tua. Di daerah terpencil, menurut Mendikbud, terdapat beberapa miskonsepsi dalam implementasi Kurikulum Mandiri, seperti sekolah merasa terpaksa atau tidak siap untuk mengimplementasikannya. Bahkan, banyak orang tua merasa bahwa Kurikulum Mandiri hanya mengerjakan lebih banyak proyek selama pembelajaran.

“Bahkan Kurikulum Mandiri memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal untuk mengejar ketertinggalan, mempercepat kemajuan. Pembelajaran memang berbasis proyek sehingga siswa akan lebih aktif berkolaborasi dengan guru, dan kemampuan ini harus dilatih dari sekolah,” tambah Menteri Nadiem.

Baca Juga: Kemdikbud Buka Program Baru, Guru Wajib Baca

Mendikbud menambahkan, Kurikulum Mandiri merupakan perampingan materi kurikulum sebelumnya hingga 30 persen.

“Yang kami lakukan hanyalah mempermudah guru dan kepala sekolah, karena kami yakin mereka adalah pemimpin perubahan,” jelas Mendikbud.

Menanggapi hal tersebut, Danang Hidayatullah, Ketua IGI berkomitmen mendukung program-program yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita semua bergerak untuk memberikan dampak tidak hanya bagi guru lain, tetapi juga bagi siswa sebagai generasi penerus,” kata Danang.

Baca Juga: Kemendikbud Dorong Transformasi Pendidikan Digital

Akhmad Kamaludin, Pengurus Pusat Bidang Advokasi dan Regulasi IGI mendukung program Kemendikbud mengangkat guru honorer menjadi ASN PPPK.

Ia berharap, program tersebut akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi guru honorer untuk menjadi ASN PPPK.

Ketua IGI Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Damsil Tukan mengaku bangga bisa berdialog langsung dengan Mendikbud. Sebagai Guru Mengemudi Angkatan 7, Damsil mendukung penerapan Kurikulum Mandiri.

Baca Juga: Hadiah HGN 2022, Nadiem Makarim: 600 Ribu Guru Honorer Akan Dilantik PPPK Akhir Tahun Ini

“Harapan kami agar fasilitas pendukung pelaksanaan Kurikulum Mandiri dapat lebih terpenuhi melalui kebijakan dari Kemendikbud,” harap Damsil.

Selain itu, Feri Vahleka, Sekretaris Daerah IGI Provinsi Bengkulu juga mendukung program Mobilisasi Guru.

“Kami hadir dengan hati senang karena sekitar 75 persen di Bengkulu adalah Penggerak Guru, guru kreatif dan fasilitator. Kami mendukung program Kemendikbud,” pungkasnya.

Sumber: kemendikbud.go.id

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *