PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Memahami Kecerdasan Intelektual Siswa Agar Guru Tak Salah Bertindak

Memahami Kecerdasan Intelektual Siswa Agar Guru Tak Salah Bertindak

pexels meo 724994

Kecerdasan Intelektual MuridPendidikan bukan hanya soal pemberian penilaian di tengah dan di akhir semester. Juga bukan soal membuat siswa mentaati semua aturan yang ada.

Padahal, pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik, terutama untuk mengetahui kecerdasan intelektualnya.

Alasan sebenarnya kecerdasan intelektual murid tidak hanya bagus dalam nilai akademik lainnya. Ada siswa yang pintar menggambar, ada juga yang bisa menyerap pembelajaran matematika tanpa kesulitan dan kecerdasan lainnya.

Apa itu Kecerdasan Intelektual?

Kecerdasan intelektual merupakan upaya untuk mengukur kemampuan generasi mulai dari aspek pemecahan masalah, pemahaman suatu konsep, hingga cara memahami suatu topik.

Salah satu pemerhati pendidikan, Pak Purwanto, menegaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan.

Diantaranya adalah sifat, kematangan organ, pembentukan lingkungan, minat dan karakteristik yang khas serta kebebasan memilih metode dalam memecahkan masalah.

Salah satu cara untuk mengukur kecerdasan intelektual adalah dengan menggunakan TES IQ. Hingga saat ini, tes IQ merupakan salah satu tes yang suka diikuti karena masih menjadi salah satu persyaratan dari beberapa institusi di Indonesia.

Tapi bukan berarti mereka yang mendapatkan nilai IQ buruk adalah orang yang lambat dalam berpikir.

Karena tes IQ sendiri merupakan hal yang perlu dibiasakan karena strategi pembelajarannya tentu berbeda dengan yang lainnya.

Macam-macam Kecerdasan Intelektual

Menurut Howard Gardner, salah satu Psikolog Handal di Universitas Harvard, kecerdasan intelektual seseorang dapat dibagi menjadi delapan jenis. Diantaranya adalah:

1. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan pertama yang dikemukakan oleh Howard adalah kecerdasan naturalis. Kecerdasan ini berkaitan dengan potensi untuk memahami lingkungan.

Pengertian yang dimaksud adalah kepekaan generasi dalam membedakan makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, serta benda mati seperti batu.

2. Kecerdasan dalam Aspek Musik

Kecerdasan dalam aspek musik dapat dilihat dari kelihaian generasi ketika mencoba membedakan ritme, nada, dan timbre.

Kecerdasan ini biasanya memungkinkan generasi untuk mengidentifikasi, membuat, memproduksi, dan bahkan merenungkan musik.

Misalnya, kecerdasan ini ada pada komposer, musisi, konduktor, bahkan pendengar yang peka terhadap musik.

3. Kecerdasan Aspek Eksistensial

Kecerdasan ini terkait dengan kemampuan generasi untuk menjawab berbagai pertanyaan mendalam tentang keberadaan manusia serta beberapa filosofi yang terkait dengan kehidupan manusia.

4. Kecerdasan Matematika – Logis

Kemudian kecerdasan berikutnya terkait dengan kecerdasan generasi dalam perhitungan matematis, dengan mempertimbangkan hipotesis dan proposisi. Kemudian kemampuan untuk melakukan operasi matematika lengkap.

5. Kecerdasan Aspek Kinestetik

Kecerdasan pada aspek kinestetik adalah kemampuan generasi yang berkaitan dengan penggunaan berbagai keterampilan fisik bahkan sampai pada tingkat mewujudkan perasaan dan gagasan.

6. Kecerdasan Aspek Interpersonal

Kecerdasan ini merupakan kemampuan generasi untuk berinteraksi dan memahami orang lain secara aktif baik secara verbal maupun nonverbal.

7. Kecerdasan Aspek Linguistik

Kemampuan berikutnya adalah kecerdasan dalam aspek kebahasaan yang membuat generasi mampu berpikir atau merangkai kata dengan menggunakan bahasa yang kompleks dan makna yang dalam.

8. Kecerdasan Aspek Spasial

Kecerdasan spasial adalah kemampuan generasi dalam berpikir tiga dimensi di mana mereka memiliki kemampuan untuk menalar secara spasial seperti manipulasi gambar dan keterampilan fisik.

9. Kecerdasan Aspek Intrapersonal

Kecerdasan ini memungkinkan generasi untuk selalu memahami diri mereka sendiri dan bertindak secara adaptif sesuai dengan pemahaman mereka tentang diri mereka sendiri.

Faktor yang Berpengaruh buntuk Kecerdasan Intelektual

Berikut beberapa fakta yang mempengaruhi kecerdasan intelektual, antara lain:

1. Kepribadian

Faktor pertama yang mempengaruhi kecerdasan intelektual adalah faktor bawaan. Faktor ini biasanya didasarkan pada sifat dan karakteristik yang dibawa setiap orang sejak lahir.

Batas kemampuan seseorang dalam mencari solusi biasanya akan sesuai dengan fitrah seseorang.

2. Kedewasaan Diri

Faktor lainnya adalah faktor kematangan diri. Padahal, manusia akan selalu mengalami pertumbuhan, bukan? Sehingga mau tidak mau diri akan mengolah seluruh fungsi anggota tubuh baik jasmani maupun rohani.

Misalnya, pengembangan diri menjadi anak hanya akan mampu memecahkan masalah yang melingkupi kehidupan anak kecil.

Sedangkan remaja yang sudah mulai beranjak dewasa akan semakin banyak menemukan masalah sehingga akan menjadikan dirinya generasi yang lebih dewasa.

3. Lingkungan yang Membentuk Generasi

Nah, faktor lain yaitu lingkungan yang membentuk generasi biasanya juga akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan intelektual.

Lingkungan juga akan menjadi penentu seberapa cepat dan lambatnya sumber informasi diperoleh secara turun temurun. Misalnya, jika seorang anak lahir dan karakternya terbentuk di lingkungan yang kurang mendukung, seperti lingkungan yang kotor, perkembangan kecerdasan intelektualnya akan terhambat.

4. Karakteristik Generasi dan Minat

Kemudian faktor lain terkait dengan karakteristik dan minat generasi yang khas. Idealnya, dalam diri manusia terdapat beberapa variasi motif yang dapat mendorong generasi untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi selain dengan keluarganya.

5. Aspek Kebebasan

Salah satu faktor penting yang cukup berpengaruh adalah bagaimana suatu generasi dapat dengan bebas menentukan metode penyelesaian masalahnya. Sehingga mereka dapat lebih berproses untuk mengembangkan cara berpikir yang cepat dan akurat. Biasanya, larangan dan bahkan pengekangan akan menyebabkan generasi mau tidak mau terhalang untuk meningkatkan kecerdasan mereka.

Misalnya, pada usia anak-anak, generasi pasti akan lebih suka mengeksplorasi berbagai aktivitas yang tentunya akan membuat orang dewasa di sekitarnya lelah karena harus menemani mereka seharian.

Jika mereka dilarang atau bahkan dilarang melakukan aktivitas yang melelahkan, maka ketika mereka dewasa mereka akan terhambat untuk meningkatkan kecerdasan intelektualnya.

Strategi Peningkatan Kecerdasan Intelektual untuk Generasi

Membantu siswa untuk terus menerus meningkatkan kecerdasan intelektualnya bukanlah hal yang mudah. Sehingga perlu beberapa kegiatan yang harus dilakukan. Diantaranya adalah:

1. Selalu Mengajarkan Siswa untuk Selalu Memperluas Wawasan dan Informasi

Salah satu strategi yang perlu diterapkan adalah mengajarkan siswa untuk selalu memperluas wawasannya melalui semua bacaan literasi yang ada.

Guru harus memotivasi siswa agar lebih percaya diri dalam menonjolkan seluruh kemampuan intelektualnya untuk memaksimalkan potensi berpikirnya.

2. Guru Memotivasi untuk Terus Berimajinasi

Salah satu hal yang dapat mengoptimalkan pemikiran generasi adalah dengan mengajak mereka untuk terus berimajinasi. Bukan sekedar berimajinasi, namun imajinasi ini akan diwujudkan dalam bentuk ungkapan misi untuk mewujudkan mimpi agar bisa meraih kesuksesan.

3. Didik untuk Belajar Secara Konsisten

Kemudian, setelah generasi itu perlu dipahami tentang urgensi belajar agar mereka bisa lebih konsisten dengan apa yang mereka perbaiki.

Selain itu, pemahaman bahwa belajar bisa dimana saja harus diwujudkan dalam pemikiran mereka. Karena berbahaya jika mereka hanya mengerti bahwa belajar hanya di sekolah.

Padahal di semua tempat bagus dan tersedia informasi positif, itu juga menjadi bahan pembelajaran.

Nah, itulah ulasan tentang kecerdasan intelektual siswa dan beberapa jenisnya agar para guru dapat lebih memahami potensi generasi. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Comment
Share:

Ad