Mengenal Prinsip Pengembangan Kurikulum dan Implementasinya

- Penulis

Sabtu, 24 Desember 2022 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Prinsip Pengembangan Kurikulum dan Implementasinya.webp

Untuk memperkuat pendidikan karakter bagi guru dan siswa, perlu dilakukan revisi kurikulum yang efektif melalui prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip pengembangan ini terus dimutakhirkan sesuai dengan tujuan, materi, dan hasil evaluasi yang nantinya akan digunakan atau perlu ditinjau kembali.

Lalu, berapa banyak perubahan kurikulum yang terus diperbarui?

Sejarah kurikulum di Indonesia banyak mengalami perubahan, mulai dari kurikulum 1974 “Rencana Pelajaran 1947” sampai dengan kurikulum 1994. Kemudian muncul kurikulum 2004-2006, kurikulum 2013, dan kurikulum Merdeka Belajar yang sudah banyak diterapkan di berbagai lembaga pendidikan. prinsip pengembangan kurikulum yang berbeda, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Agar tidak salah paham, berikut kami jelaskan pengertian, berbagai prinsip pengembangan kurikulum, hingga contoh-contohnya. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Prinsip Pengembangan Kurikulum?

Sebelum membahas pengertian dari prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, ada baiknya mengetahui apa itu pengembangan kurikulum?

Menurut Suparlan dalam Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Bahan Pembelajaran, pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (pengembang kurikulum) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan prinsip pengembangan kurikulum? Merupakan pedoman, aturan, atau hukum yang mengatur perencanaan kurikulum agar sesuai dengan tujuan pendidikan secara lebih efektif dan efisien.

Apa Tujuan Prinsip Pengembangan Kurikulum?

Tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dan menghasilkan lulusan terbaik. Oleh karena itu, tujuan tersebut disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 (UU Sisdiknas) pasal (3) yang menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.” , bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokrasi yang bertanggung jawab.

Kemudian dalam mengembangkan kurikulum, pejabat sekolah juga harus dapat membantu merencanakan, melaksanakan, memperhatikan, dan mengevaluasi kurikulum sesuai standar yang berlaku.

Apa Prinsip Pengembangan Kurikulum?

Sebenarnya prinsip pengembangan kurikulum terbagi menjadi dua, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Untuk prinsip umum adalah prinsip yang berlaku atau dikembangkan pada setiap jenis kurikulum, sedangkan prinsip khusus pengembangan kurikulum hanya berlaku pada tempat dan situasi tertentu.

Namun prinsip pengembangan yang dibahas kali ini adalah prinsip umum pengembangan kurikulum atau berdasarkan modul ajar yang digunakan saat ini, seperti:

Baca Juga :  Pensiunan PNS Terima Kado Manis, Tunjangan Naik 12%

5 Prinsip Penyusunan atau Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

1. Berpusat pada Peserta Didik

Dalam menetapkan standar pembelajaran harus memenuhi berbagai potensi, kebutuhan dan tahapan pembelajaran serta minat siswa.

2. Kontekstual

menunjukkan keunikan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus untuk SMK), serta menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus untuk SLB).

3. Penting

memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan jelas, singkat, dan mudah dipahami.

4. Akuntabel

dapat dipertanggungjawabkan karena berdasarkan data dan aktual.

5. Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan

Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan panitia satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai pusat, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan pengawasan dinas pendidikan atau dinas kementerian yang membawahinya. urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

5 Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013

Dalam pengembangan kurikulum 2013, terdapat pembaharuan modul ajar yang tujuannya disesuaikan dengan perubahan zaman. Ada juga lima prinsip pengembangan kurikulum K13, yaitu:

  1. Prinsip Relevansi
    Kurikulum harus relevan antara pendidikan yang diterima dengan permasalahan yang ada di masyarakat. Disini peran guru adalah memberikan materi dan pengalaman mengajar kepada siswa yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
  1. Prinsip Fleksibilitas
    Kurikulum harus fleksibel, tidak statis karena harus mengikuti tuntutan dan kondisi terkini.
  1. Prinsip Kontinuitas atau Kontinuitas
    Prinsip kesinambungan dalam pengembangan kurikulum mempunyai arti bahwa penyusunan pedoman pengajaran harus direncanakan secara proporsional antara materi program yang akan diajarkan dengan aspek perilaku.
  1. Prinsip Efektivitas dalam Pengembangan Kurikulum
    Prinsip ini berkaitan dengan cara guru menyampaikan materi pelajaran dan mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Adapun siswa berkaitan dengan cara mereka memahami pelajaran.

    Menurut Hamalik, Kamal, dan Muktiana, prinsip efektifitas berusaha agar kegiatan pengembangan kurikulum dapat mencapai tujuannya dengan baik, baik secara kualitas maupun kuantitas.

  1. Prinsip Efisiensi
    Prinsip efisiensi berkaitan dengan usaha, waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai hasil yang memuaskan.

Prinsip Pengembangan Kurikulum Mandiri

Prinsip pengembangan kurikulum Merdeka untuk PAUD/RA-SMA/MA dibagi menjadi empat struktur utama, yaitu:

  1. Struktur Minimal
    Struktur kurikulum minimum ditentukan oleh pemerintah pusat. Namun satuan pendidikan dapat mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai dengan visi, misi dan sumber daya yang tersedia.
  1. Otonomi
    Kurikulum memberikan kemandirian kepada satuan pendidikan dan guru untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
  1. Sederhana
    Perubahan dari kurikulum sebelumnya sangat minim, namun tetap signifikan. Tujuan, arah perubahan, dan desain dibuat jelas sehingga sekolah dan pemangku kepentingan dapat dengan mudah memahaminya.
  1. Gotong royong
    Pengembangan kurikulum dan perangkat pengajaran merupakan hasil kerjasama puluhan lembaga, antara lain Kementerian Agama, universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya.
Baca Juga :  Konten Bank Soal untuk Pelaksanaan PAT yang Lebih Mudah

Dari semua prinsip pengembangan kurikulum dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan penyusunan kurikulum harus bersifat fleksibel dan memerlukan kerjasama dengan instansi terkait agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Namun, apa jadinya jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak dilaksanakan?

Tentu saja segala kerjasama dan kerjasama lembaga pendidikan dalam merancang kurikulum tidak ada artinya lagi bahkan tidak ada perkembangan dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa tidak akan mampu beradaptasi dan mengatasi permasalahan di lingkungan masyarakat nantinya.

Contoh Prinsip Pengembangan Kurikulum

Setelah mengetahui pengertian dan prinsip pengembangan kurikulum, berikut ini kami berikan contoh penerapan prinsip tersebut dalam pembelajaran.

  • Guru menyelenggarakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang diminati siswa.
  • Guru merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara guru dengan siswa, sesama siswa, maupun antara siswa dengan materi pembelajaran.
  • Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mengetahui kesiapan belajar siswa dan prestasi sebelumnya. Misalnya: melalui dialog dengan siswa, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, mengisi survei/pertanyaan, dan/atau metode lain yang sesuai.

Jika prinsip ini tidak dijalankan, akan timbul masalah. Ada beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum seperti:

  • Tidak relevannya seorang guru olahraga mengajar mata pelajaran kimia meskipun hanya bersifat sementara, hal ini menandakan adanya masalah peran guru yang tidak sesuai dengan ruang lingkup materi yang dikuasainya.
  • Jika guru masih menggunakan metode pengajaran yang statis atau kaku di dalam kelas, otomatis siswa akan merasa tertekan dan kehilangan motivasi belajar secara signifikan.
  • Memasukkan terlalu banyak mata pelajaran yang berlebihan untuk SMK akan menghambat pemahaman siswa karena banyak materi yang harus dipelajari

Itulah informasi tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang mungkin bisa Anda terapkan nantinya. Semoga bermanfaat!

www.quipper.com

Berita Terkait

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!
Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)
Kontrak Honorer Akan Diperpanjang Sampai 2027? Pertanda Kuat Honorer Tidak Jadi Dihapus
Ada beberapa Tunjangan Guru Yang nantinya Akan di Hapus Mulai Tahun 2025, Apa saja itu ?
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Strategi Berbagi Hasil Pembelajaran dengan Rekan Sejawat dalam Lokakarya Pendidikan
Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Senin, 15 Juli 2024 - 19:23 WIB

Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!

Senin, 15 Juli 2024 - 11:13 WIB

Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)

Minggu, 14 Juli 2024 - 21:29 WIB

Kontrak Honorer Akan Diperpanjang Sampai 2027? Pertanda Kuat Honorer Tidak Jadi Dihapus

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:52 WIB

Ada beberapa Tunjangan Guru Yang nantinya Akan di Hapus Mulai Tahun 2025, Apa saja itu ?

Berita Terbaru