PusatDapodik
Home Guru Nasib Tak Tentu Pekerja Migran di Depo Tahanan Imigrasi Malaysia-Bagian Kedua

Nasib Tak Tentu Pekerja Migran di Depo Tahanan Imigrasi Malaysia-Bagian Kedua

Nasib Tak Tentu Pekerja Migran di Depo Tahanan Imigrasi Malaysia Bagian

Vagansa.com. Maraknya video terkait kondisi Rumah Detensi Detensi (DPI) Malaysia memicu kecaman publik. Video yang beredar di luar mengungkap fakta memilukan tentang kondisi pekerja migran Indonesia di rumah detensi imigrasi Malaysia.

Video itu seolah melengkapi penyelidikan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) terhadap buruh migran yang ditahan dan dideportasi kembali ke Indonesia.

Menurut Koalisi Buruh Migran Berdaulat menurut rilis yang diterima redaksi, pada periode Januari 2021 hingga Maret 2022, sedikitnya 17 orang tahanan WNI di Depo Detensi Imigrasi-Tawau telah meninggal dunia saat menunggu proses deportasi. Hanya dalam waktu lima bulan, empat belas nyawa melayang, yakni dari Juli hingga November 2021.

Baca Juga: Tragisnya Nasib Buruh Migran di Rumah Detensi Imigrasi Bagian Satu

Dalam Laporan Ketiga berjudul: “Bagai Di Neraka, Kondisi Rumah Detensi Imigrasi Sabah, Malaysia” (2022), mengungkap tabir gelap Depot Detensi Imigrasi Malaysia. Berbagai fakta mengemuka, menunjukkan bahwa Malaysia sama sekali tidak menghargai martabat manusia Indonesia.

Hampir semua orang yang dideportasi kecuali dari Rumah Detensi Imigrasi Sandakan menderita penyakit kulit akut. Baik bayi, anak-anak, dewasa maupun lansia menderita penyakit kulit terutama scabies (kudis). Mulai dari infeksi yang hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu, hingga menyebar ke seluruh tubuh. Dari yang terlihat ringan hingga bernanah.

Seorang anak deportan berusia tujuh tahun yang menyaksikan ibunya meninggal di Rumah Detensi Imigrasi Sandakan. Selama enam bulan di tahanan, ibunya mengeluh sakit perut dan sulit bangun. Tetapi bantuan medis sudah terlambat. Ibunya dilarikan ke rumah sakit ketika kondisinya semakin parah. Seminggu setelah itu, sang anak mendapat kabar bahwa ibunya telah meninggal.

Penderitaan sepertinya tidak ada habisnya. Ruang tunggu depo imigrasi penuh sesak, kotor dan tanpa sinar matahari. Depot Detensi Imigrasi di Sabah mengalami masalah kelebihan kapasitas. Dengan luas rata-rata delapan kali dua belas meter, setiap blok umumnya dihuni oleh 200-260 orang. Setiap pusat penahanan diperkirakan memiliki sepuluh hingga empat belas blok di dalamnya.

Blok detensi juga sering terkena masuknya air hujan. Beberapa blok sangat bau karena kondisi toilet yang penuh dengan kotoran. Kondisi di Sandakan sedikit lebih baik karena air bersih mengalir selama dua puluh empat jam dan kondisinya tidak terlalu padat.

www.vagansa.com

Comment
Share:

Ad