Hadirin sekalian, mengapa pembelajaran inovatif harus dilakukan saat ini? Berikut ulasan lengkapnya!

Banyaknya jam pelajaran di kelas, terkadang membuat siswa merasa bosan. Alhasil, mereka berusaha mencari kenyamanan dengan bercanda dan bermain saat guru mengajar.

Hal-hal seperti itu tidak dapat dihindari oleh setiap pendidik. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mengalihkan pusat pembelajaran kepada siswa.

Artinya, siswa harus mampu secara mandiri memahami suatu materi. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah pembelajaran inovatif.

Pengertian Pembelajaran Inovatif

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru agar siswa dapat menggali pengetahuannya sendiri sesuai dengan potensi dan bakatnya.

Pada dasarnya pendidikan bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, perlu adanya inovasi yang terus menerus untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Kunci keberhasilan suatu pembelajaran adalah bagaimana membentuk siswa seru di kelas, sehingga tidak ada siswa yang pasif.

Artinya, sekolah harus mampu menjadi ekosistem yang baik bagi guru dan siswa.

Contoh pembelajaran inovatif adalah penggunaan lagu untuk mengingat nama-nama unsur dalam Tabel Periodik Unsur Kimia dan penggunaan animasi untuk memahami konsep tumbukan dalam Fisika.

Pengertian Menurut Para Ahli

Pengertian belajar menurut para ahli adalah sebagai berikut.

1. Syiah dan Kariadinata

Pembelajaran yang dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan pengelolaan media berbasis teknologi dalam proses pembelajaran.

2. Rogers dan Pembuat Sepatu

Gagasan baru, praktik baru, atau proyek baru yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau siswa.

Tujuan Pembelajaran Inovatif

Tujuan penerapan model pembelajaran ini adalah sebagai berikut.

  1. Menggali kemampuan siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan.
  2. Meningkatkan minat siswa dalam belajar.
  3. Memaksimalkan potensi dan bakat yang ada dalam diri siswa.
  4. Mengasah kreativitas siswa dalam pembelajaran.
  5. Menciptakan kondisi kelas yang nyaman.
  6. Menumbuhkan pilar belajar pada siswa.

Manfaat bagi Siswa

Manfaat pembelajaran inovatif adalah sebagai berikut.

  1. Guru semakin kreatif dan terampil dalam merancang pembelajaran.
  2. Peserta didik menjadi aktif karena merasa nyaman dalam belajar.
  3. Suasana kelas lebih mudah dikendalikan.
  4. Siswa dapat mengingat konsep dasar suatu materi lebih lama karena hasil eksplorasi kemampuannya.
  5. Siswa lebih kreatif.
  6. Siswa lebih semangat dalam belajar.
  7. Siswa akan didorong untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik.

Fitur yang membedakan

Suatu pembelajaran dikatakan inovatif jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Prosedur pembelajarannya sistematis.
  2. Memiliki hasil penilaian standar berupa perubahan perilaku.
  3. Ada elemen baru atau yang diperbarui.
  4. Selama pembelajaran, siswa selalu terlibat secara aktif.
  5. Suasana belajar dikondisikan sedemikian rupa sehingga dapat kondusif.

Model Pembelajaran Inovatif

Model yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kondisi siswa di kelas.

Berikut ini adalah model yang bisa Anda gunakan.

1. Model pembelajaran langsung

Model pembelajaran langsung identik dengan sistem ceramah. Namun, guru hanya perlu menyampaikan pengetahuan deklaratif dan proseduralnya secara sistematis.

Dengan demikian, siswa tidak merasa tertekan dan bosan.

2. Model pembelajaran diskusi kelas

Diskusi kelas bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.

Setiap pendapat harus mengacu pada referensi yang resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. Selama diskusi, guru dapat membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

3. Model pembelajaran kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar siswa.

Dalam model pembelajaran ini, siswa dilatih untuk saling membantu.

Siswa yang memiliki kelebihan dalam suatu bidang studi dapat membantu siswa lain yang masih lemah dalam bidang studi tersebut.

Strategi Pembelajaran Inovatif

Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung tercapainya pembelajaran inovatif yang efektif dan efisien.

Strateginya adalah sebagai berikut.

1. Menguasai bidang studi yang diajarkan secara komprehensif

Jika Anda dapat menguasai bidang studi yang Anda ajarkan dengan baik, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengembangkan ide-ide baru yang berkaitan dengan bidang studi tersebut.

Hal ini tentu memudahkan Anda untuk berinovasi.

2. Memahami dengan baik kelebihan dan kekurangan pembelajaran inovatif

Setiap penelitian tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangan, Anda dapat memilih model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kondisi kelas dan siswa.

3. Mengenal siswa dengan baik dan kondisi kelas

Dengan mengenal siswa, Anda dapat lebih mudah mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter mereka.

4. Menganalisis kendala yang muncul pada pembelajaran sebelumnya

Setiap kendala yang muncul dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pembelajaran selanjutnya.

5. Memperbaiki segala kekurangan pada pembelajaran sebelumnya

Melalui perbaikan tersebut diharapkan model pembelajaran ini dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Berbagai Jenis

Berikut adalah macam-macam inovasi pembelajaran berdasarkan metode pembelajaran.

1. Berbasis berpikir kritis

Pembelajaran inovatif berbasis berpikir kritis adalah pembelajaran yang dilakukan melalui dialog secara mendalam dengan melibatkan proses berpikir kritis untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman.

Pada pembelajaran ini, siswa akan dilatih untuk aktif dalam beberapa aspek seperti aspek fisik, emosional, spiritual, dan sosial.

2. Berdasarkan pembelajaran campuran

Innovative blended learning adalah pembelajaran yang melibatkan kolaborasi antara pembelajaran tatap muka dan teknologi.

Melalui keterlibatan teknologi ini, diharapkan guru dapat mengembangkan inovasi pembelajaran di kelas.

Pembelajaran ini dinilai efektif untuk membantu guru dalam mengontrol siswanya.

Pembelajaran ini dapat dijadikan pilihan pembelajaran yang inovatif di era Covid-19.

Mengingat, semua kegiatan tatap muka masih belum 100% terbuka. Di satu sisi, kebutuhan akan pendidikan harus terus berlanjut.

3. Berbasis STEAM

STEAM adalah pembelajaran yang melibatkan sains, teknologi, rekayasaseni, dan matematika di dalamnya.

Kolaborasi kelima bidang tersebut dapat menciptakan pembelajaran berkualitas yang sejalan dengan pembelajaran inovatif abad 21.

Pembelajaran berbasis STEAM memiliki banyak keunggulan, antara lain membentuk generasi yang tangguh dan kritis terhadap perubahan zaman, menumbuhkan jiwa inovatif dan kreativitas siswa, mengembangkan aktivitas siswa, dan mengembangkan bakat sesuai potensi yang ada dalam diri siswa.

4. Berbasis HOTS

PANAS atau keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi seseorang.

Pembelajaran inovatif berbasis HOTS dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan kreativitas siswa.

Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

Contoh media pembelajaran inovatif adalah poster, buku bergambar, komputer, video, termometer dari botol bekas, perekam suara, dan sebagainya.

5. Berbasis ilmu saraf

Pembelajaran inovatif berbasis neurosains adalah pembelajaran yang dilakukan melalui stimulasi saraf di otak agar kinerja otak dapat maksimal.

Pendekatan neurosains masih mengacu pada fungsi fisiologis otak manusia. Prinsip-prinsip pembelajaran inovatif berbasis ilmu saraf adalah sebagai berikut.

  • Otak mampu menyerap informasi dengan baik di pagi hari, sehingga pembelajaran yang melibatkan penyerapan informasi sebaiknya dilakukan di pagi hari.
  • Pembelajaran berupa pengolahan, pengulangan, dan refleksi sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  • Agar otak mampu menyimpan informasi lebih lama, siswa harus melakukan peregangan otot selama 10 menit setiap 90 menit.
  • Lingkungan belajar harus diperhatikan, misalnya pencahayaan, warna kelas, dan penampilan kelas.

Apa Hambatannya?

Dalam implementasinya, mungkin Anda akan menemui beberapa kendala sebagai berikut.

  1. Keterbatasan infrastruktur pendukung, misalnya kurangnya media pembelajaran di laboratorium.
  2. Setiap materi memiliki tingkat kesulitan tersendiri ketika diterapkan dalam pembelajaran inovatif.
  3. Jika waktu yang dialokasikan tidak sesuai dengan praktik, maka pembelajaran dapat terganggu.
  4. Siswa yang tidak berminat belajar berpotensi membuat gaduh di kelas.

Hambatan-hambatan di atas tentunya dapat diatasi jika memiliki strategi yang tepat untuk pembelajaran yang akan berlangsung.

Pembelajaran Inovatif Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi masa yang melelahkan bagi manusia di berbagai belahan dunia.

Selain ruang gerak yang terbatas, sejumlah protokol kesehatan juga melekat padanya.

Namun, masa pandemi juga berdampak positif pada beberapa aspek kehidupan, salah satunya aspek pendidikan.

Di program belajar di rumah saja, guru harus bisa menerapkan pembelajaran inovatif di masa pandemi.

Dengan demikian, guru menjadi lebih terampil dan kreatif dalam menyusun pelajaran, sehingga dapat meningkatkan minat siswa terhadap materi pembelajaran saat daring.

Contoh inovasi pembelajaran di masa pandemi adalah pengembangan android sebagai media pembelajaran bagi siswa.

Media pembelajaran berbasis android lebih fleksibel, sehingga dapat dijangkau kapan saja dan dimana saja.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk terus berinovasi.

Jika Anda ingin membutuhkan informasi lain seputar dunia pendidikan, Blog Quiper selalu siap membantu. Pertahankan kerja bagus dan salam Quipper!

Pengarang: Eka Viandari

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *