PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Pendidikan Karakter. Contoh, Fungsi, dan Tujuan

Pendidikan Karakter. Contoh, Fungsi, dan Tujuan

pexels photo 459971

Pendidikan Karakter – Pendidikan Karakter adalah usaha manusia yang sadar dan terencana yang bertujuan mendidik dan memberdayakan setiap potensi peserta didik.

Selain itu, pendidikan karakter juga berguna untuk membangun karakter setiap individu sehingga dapat menjadi individu yang dapat memberikan manfaat bagi individu dan lingkungan sekitarnya.

Sistem pendidikan ini akan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada setiap peserta didik yang di dalamnya terdapat beberapa komponen pengetahuan, kemauan atau kesadaran, serta tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai positif tersebut.

Pendidikan karakter (character education) erat kaitannya dengan sistem pendidikan moral yang tujuannya melatih dan membentuk kemampuan setiap individu secara terus menerus dalam rangka menuju kehidupan yang lebih baik.

Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Ramli – Menurut T. Ramli pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan hakikat dan makna akhlak dan akhlak sehingga akan mampu membentuk kepribadian peserta didik yang baik.

Thomas Lickona Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah usaha yang disengaja untuk membantu seseorang agar ia dapat memahami, memperhatikan, dan mengamalkan nilai-nilai etika inti.

John W. Santrock – Menurut John W. Santrock, pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada siswa

menanamkan nilai-nilai moral dan mengajarkan siswa tentang pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang dilarang.

Elkind – Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter adalah metode pendidikan yang dilakukan oleh pendidik untuk mempengaruhi karakter peserta didik.

Dalam hal ini terlihat bahwa guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi teladan.

Contoh Pendidikan Karakter

Khusus untuk lingkungan sekolah, peran penting dalam pembentukan karakter terletak pada kepala sekolah, guru, pengawas dan warga sekolah lainnya.

Mendidik karakter setiap siswa merupakan tanggung jawab bersama yang meliputi lingkungan keluarga (orang tua), lingkungan sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan di sekolah dan masyarakat di sekolah lain).

Karena mereka semua memposisikan diri sebagai: orang tua kedua (selain keluarga di rumah), fasilitator (memberikan kemudahan bagi siswa), motivator (memberi semangat bagi siswa), inspiratif dan panutan bagi setiap siswa untuk diteladani.

Berikut ini adalah beberapa contoh pendidikan karakter di lingkungan sekolah:

Disiplin, yaitu memiliki catatan kehadiran dan membiasakan hadir tepat waktu. Selain itu juga dapat menegakkan aturan dan menggunakan seragam yang sesuai.

Kreatifyaitu menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan pola pikir dan bertindak kreatif, seperti pemberian tugas yang dapat menciptakan karya baru.

Mandiriyang dapat menciptakan situasi yang menggerakkan siswa untuk belajar dan bertindak secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.

Keagamaanyaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk beribadah, menanamkan kebiasaan berdoa sebelum belajar dan selalu menjaga kebersihan.

Jujur, yaitu transparansi laporan keuangan dan penilaian berkala di sekolah. Dalam hal ini dapat diimplementasikan dengan menyediakan kantin kejujuran, melarang penggunaan alat komunikasi saat ujian

dan ujian, serta menyediakan tempat khusus untuk mencari barang yang hilang dan juga melarang menyontek saat mengerjakan tugas.

Toleransiyaitu menghormati dan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh warga sekolah dalam menghargai dan menghargai setiap perbedaan.

rasa ingin tahuyaitu menyediakan media komunikasi untuk berekspresi bagi seluruh warga sekolah,

memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi di bidang pendidikan, serta menciptakan suasana belajar mengajar yang mengandung rasa ingin tahu siswa.

Ramah dan Komunikatifyaitu menciptakan suasana sekolah yang memfasilitasi interaksi antar warga sekolah dengan bahasa yang santun dan saling menghormati.

Peduli lingkunganyaitu memberikan kebiasaan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah dan sekitarnya,

dengan menyediakan tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan, menyediakan kamar mandi bersih, menerapkan kebiasaan hemat energi dan banyak lagi.

Tanggung jawabyaitu membuat laporan setiap kegiatan yang dilakukan baik dalam bentuk tertulis maupun lisan dan menghindari adanya kecurangan dalam melaksanakan tugas di sekolah.

Fungsi Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter seharusnya sudah dilakukan sejak kecil, yaitu sejak kecil. Sistem pendidikan ini dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah, lingkungan sekitar dan termasuk di lingkungan keluarga.

Selain itu, penting untuk menerapkan pendidikan karakter sejak kecil karena dapat menjadi bekal dalam pembentukan karakter yang dapat menggunakan berbagai media pembelajaran.

Secara umum, fungsi sistem pendidikan ini adalah membentuk karakter individu peserta didik menjadi individu yang bermoral, toleran, tangguh, berakhlak mulia dan berperilaku baik terhadap orang lain.

Pendidikan karakter kemudian dijadikan sebagai wadah sosialisasi karakter yang harus dimiliki oleh setiap orang agar menjadi pribadi yang bermanfaat besar bagi lingkungan sekitar. Berikut ini adalah beberapa fungsi pendidikan karakter:

  1. Dapat menjelaskan dan menafsirkan berbagai karakter individu
  2. Mengetahui berbagai karakter baik setiap individu
  3. Tunjukkan contoh perilaku akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari
  4. Memahami sisi baik dalam menjalankan perilaku karakter individu

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah membangun bangsa yang kuat, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, toleran, dan bekerja sama.

Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa harus menanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut ini adalah nilai-nilai yang membentuk karakter tersebut:

Kejujuran – Toleransi

Disiplin – Kerja keras

Kreatif – Kemerdekaan

Sikap demokratis – Rasa ingin tahu

Semangat Nasionalisme – Cinta Tanah Air

Menghargai prestasi – Sikap ramah

Cinta damai – Suka membaca

Peduli lingkungan – Peduli sosial

Rasa tanggung jawab – Religius

Pentingnya Pendidikan Karakter – Sebagaimana kita ketahui bahwa proses globalisasi akan terus menerus berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia.

Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, seperti pergaulan bebas,

penyalahgunaan narkoba, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan sebagainya.

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter harus diberikan kepada warga negara sejak dini, yaitu;

Ini adalah cara terbaik untuk memastikan siswa memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam kehidupan mereka.

Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik siswa. Beberapa anak tidak dapat membentuk karakter yang kuat untuk dirinya sendiri di tempat lain.

Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain serta dapat hidup dalam masyarakat yang majemuk.

Sebagai upaya mengatasi akar permasalahan moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja yang rendah, dan lain-lain.

Ini adalah cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum memasuki dunia kerja/usaha.

Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari karya sebuah peradaban.

Itu saja dari penulis, semoga apa yang telah ditulis bermanfaat bagi semua pihak.

Comment
Share:

Ad