Link Video Artis R Viral di Hotel Full Durasi 1 Jam No Sensor : Syarat, Jenis, Lembaga, Proses dan Contoh Arbitrase

- Penulis

Rabu, 17 Januari 2024 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arbitrase

Arbitrase

Pengertian Arbitrase/Arbitrase dan Contohnya – Apa yang dimaksud dengan arbitrase? Apa itu arbitrase dan apa saja bentuk arbitrase? Apa yang dimaksud dengan arbitrase dan contohnya? Apa pengertian arbitrase? Apa contoh arbitrase? Perselisihan apa saja yang dapat diselesaikan melalui arbitrase? Apa saja lembaga arbitrase? Bagaimana proses arbitrasenya

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian arbitrase menurut para ahli, istilah, jenis, kelebihan, kekurangan, proses, lembaga dan contoh arbitrase secara lengkap.

Memahami Arbitrase

Secara etimologis kata arbitrase berasal dari bahasa latin “arbitrare” yang berarti kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu menurut kebijaksanaan.

Arbitrase merupakan suatu proses penyelesaian permasalahan di hadapan pihak ketiga (arbiter) yang telah dipilih oleh para pihak yang berkonflik.

Arbitrase dalam sosiologi merupakan salah satu bentuk penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang bertindak sebagai wasit dengan kedudukan lebih tinggi dan memberikan keputusan yang mengikat kedua belah pihak.

Perselisihan yang dapat diselesaikan melalui arbitrase hanyalah perselisihan dalam bidang perdagangan dan mengenai hak-hak yang menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh para pihak yang bersengketa.

Pihak yang memeriksa dan memutus perkara dalam arbitrase disebut arbiter.

Pengertian Arbitrase Menurut Para Ahli

UU No. 30 Tahun 1999

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Arbitrase adalah suatu cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.

Subekti

Arbitrase adalah penyelesaian atau penghentian suatu sengketa oleh seorang hakim atau hakim berdasarkan kesepakatan bahwa para pihak akan tunduk atau menaati putusan yang diberikan oleh hakim yang mereka pilih.

H.Priyatna Abdurrasyid

Arbitrase adalah suatu proses pemeriksaan suatu sengketa yang dilakukan secara yudisial oleh para pihak yang bersengketa, dan penyelesaiannya berdasarkan bukti-bukti yang diajukan para pihak.

HMN Purwosutjipto

Menggunakan istilah wasit untuk arbitrase yang diartikan sebagai persidangan damai, dimana para pihak sepakat bahwa perselisihan mereka mengenai hak-hak pribadi yang dapat mereka kendalikan sepenuhnya diperiksa dan diadili oleh hakim yang tidak memihak yang ditunjuk oleh para pihak sendiri dan keputusannya mengikat kedua belah pihak. .

Kamus Hukum Hitam

Arbitrase merupakan suatu cara penyelesaian sengketa yang melibatkan satu atau lebih pihak ketiga yang bersifat netral yang biasanya disepakati oleh para pihak yang bersengketa dan keputusannya bersifat mengikat.

Baca Juga : Pengertian Ajudikasi

Ketentuan Arbitrase

Berdasarkan Pasal 66 UU No. 30 Tahun 1999, suatu putusan arbitrase internasional hanya diakui dan dapat dilaksanakan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Putusan arbitrase internasional dijatuhkan oleh seorang arbiter atau majelis arbitrase di suatu negara dimana Indonesia terikat oleh perjanjian, baik bilateral maupun multilateral mengenai pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase internasional.
  • Putusan arbitrase internasional hanya terbatas pada putusan yang menurut hukum Indonesia termasuk dalam lingkup hukum perdagangan.
  • Putusan arbitrase internasional hanya dapat dilaksanakan di Indonesia dan keputusannya tidak bertentangan dengan ketertiban umum.
  • Putusan arbitrase internasional dapat dilaksanakan di Indonesia setelah mendapat eksekutor dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Baca Juga :  Pengertian Teks Eksposisi: Struktur, Tujuan, Ciri-ciri, dan Jenisnya

Berdasarkan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa disebutkan bahwa suatu putusan arbitrase hanya dapat dibatalkan apabila diduga mengandung unsur surat atau dokumen palsu, atau dokumen/berkas yang disembunyikan oleh pihak lawan. ditemukan, bisa juga karena keputusan yang diambil merupakan akibat dari kecurangan.

Jenis Arbitrase

Berikut ini macam-macam jenis arbitrase, antara lain:

Arbitrase Ad Hoc

Arbitrase ad hoc atau arbitrase sukarela merupakan jenis arbitrase yang khusus didirikan untuk menyelesaikan atau memutus sengketa tertentu.

Arbitrase Institusional

Arbitrase institusional adalah suatu lembaga atau badan arbitrase yang bersifat “permanen”, sehingga arbitrase institusional tetap ada untuk selama-lamanya dan tidak bubar, meskipun sengketa yang sedang ditangani telah diputus.

Selain itu, jenis arbitrase di perusahaan berikut ini antara lain:

Aturan Arbitrase

Arbitrase regulasi merupakan suatu bentuk keputusan yang diambil perusahaan ketika terjadi risiko keuangan perusahaan. Dalam hal ini, arbitrase digunakan untuk memperoleh keuntungan dari konflik antara risiko nyata atau risiko ekonomi dengan posisi regulasi perusahaan. Misalnya saja saat mengajukan pinjaman dari suatu perusahaan ke bank.

Arbitrase Penggabungan

Arbitrase bersama terjadi ketika dua perusahaan atau divisi menjadi satu untuk menyeimbangkan keuangan perusahaan.

Arbitrase Obligasi Konversi

Misalnya, investor dapat mengembalikan obligasi kepada perusahaan penerbit dengan menukarkannya dengan saham yang ditunjuk.

Arbitrase Penerimaan Penyimpanan

Jenis arbitrase yang biasa terjadi di pasar saham atau valuta asing yang berfungsi sebagai pengendalian saham. Penerimaan penyimpanan arbitrase dapat bertindak sebagai surat berharga yang ditawarkan kepada pemegang saham di pasar atau perusahaan luar negeri.

Lembaga Arbitrase

Berikut lembaga arbitrase di Indonesia untuk menyelesaikan sengketa, antara lain:

  • BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia)
  • BAPMI (Badan Arbitrase Pasar Modal)
  • BASYARNAS (Badan Arbitrase Syariah Nasional Indonesia).

Baca Juga: Pengertian Konflik Sosial

Proses Arbitrase

Berikut tahapan prosedur penyelesaian sengketa melalui arbitrase:

Perjanjian Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase

Penyelesaian sengketa melalui arbitrase harus disepakati oleh para pihak yang bersangkutan. Perjanjian arbitrase harus memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHP.

Perjanjian pactum de compromittendo merupakan klausul dalam perjanjian arbitrase yang memuat kewenangan lembaga arbitrase untuk menyelesaikan sengketa. Perjanjian pactum de compromittendo dibuat sebelum terjadi perselisihan.

Pendaftaran dan Permintaan Arbitrase

Berdasarkan Pasal 8 ayat 2 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, permohonan arbitrase dibuat secara tertulis dan memuat informasi lengkap seperti:

  • Nama dan alamat pemohon dan responden.
  • Penunjukan klausul arbitrase yang berlaku dalam perjanjian.
  • Perjanjian yang sedang disengketakan.
  • Dasar klaim.
  • Jumlah yang diklaim (jika ada).
  • Metode penyelesaian sengketa yang diinginkan.
  • Pengajuan jumlah arbiter yang diinginkan.

Penunjukan Arbiter

Merujuk pada Pasal 8 ayat (1 dan 2) UU Arbitrase, Pemohon dan Termohon dapat menyepakati arbiter. Kesepakatan itu tertuang dalam permohonan arbitrase yang diajukan pemohon dan jawaban tergugat. Forum arbitrase dapat dipimpin oleh seorang arbiter atau panel tunggal, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Apabila dalam waktu 14 hari tidak ditemukan kesepakatan, ketua pengadilan dapat menunjuk seorang arbiter tunggal. Keputusan ini akan mengikat kedua belah pihak.

Baca Juga :  Panduan Pengembangan P5 dan Budaya Kerja SMK

Tanggapan Termohon dan Tuntutan Balik (Rekonvensi)

Setelah berkas permohonan didaftarkan, maka lembaga arbitrase akan memeriksa dan memutuskan apakah lembaga arbitrase yang bersangkutan mempunyai kewenangan untuk memeriksa sengketa tersebut. Kemudian sekretariat lembaga arbitrase akan menyiapkan salinan permohonan arbitrase pemohon dan dokumen lain yang dilampirkan untuk diberitahukan kepada tergugat. Responden mempunyai waktu 30 hari untuk memberikan jawaban dan dapat diperpanjang menjadi 14 hari.

Dalam jawabannya, tergugat dapat melampirkan data dan bukti-bukti lain yang relevan dengan perkara yang disengketakan untuk mengajukan tuntutan balik atau rekonvensi. Klaim balasan dapat dicantumkan dalam jawaban tergugat.

Sesi Pemeriksaan

Proses pemeriksaan arbitrase dilaksanakan menurut undang-undang, yaitu pemeriksaan dilakukan secara tertutup, menggunakan bahasa Indonesia, dilakukan secara tertulis dan mendengarkan keterangan para pihak.

Keputusan akhir atas hasil arbitrase dapat ditentukan paling lambat 30 hari setelah penutupan persidangan.

Kelebihan dan Kekurangan Arbitrase

Keuntungan arbitrase antara lain:

  • Jaminan kerahasiaan perselisihan antar pihak.
  • Dapat menghindari keterlambatan yang disebabkan oleh masalah prosedural dan administratif.
  • Para pihak dapat memilih arbiter yang mereka yakini mempunyai pengetahuan, pengalaman dan latar belakang yang cukup mengenai permasalahan yang disengketakan, jujur ​​dan adil.
  • Para pihak dapat menentukan pilihan hukum untuk menyelesaikan permasalahan serta proses dan tempat penyelenggaraan arbitrase dan putusan arbitrase merupakan keputusan yang mengikat para pihak dan dapat dilaksanakan melalui prosedur yang sederhana atau langsung.

Kerugian dari arbitrase meliputi:

  • Arbitrase belum banyak diketahui, baik oleh masyarakat awam, kalangan dunia usaha, atau bahkan oleh kalangan akademisi itu sendiri.
  • Masyarakat kurang memiliki kepercayaan yang cukup sehingga enggan menyerahkan perkaranya ke lembaga arbitrase.
  • Lembaga arbitrase dan ADR tidak mempunyai kekuasaan atau wewenang yang bersifat memaksa untuk melaksanakan keputusannya.
  • Kurangnya kepatuhan para pihak terhadap hasil penyelesaian yang dicapai dalam arbitrase, sehingga seringkali mengingkarinya dengan berbagai cara, baik melalui penundaan, perlawanan, pembatalan gugatan dan sebagainya.
  • Kurangnya pihak-pihak yang menaati etika bisnis. Sebagai mekanisme ekstra yudisial, arbitrase hanya dapat mengandalkan etika bisnis, seperti kejujuran dan keadilan.

Contoh Arbitrase

Berikut contoh perkara arbitrase/arbitrase, antara lain:

Sengketa Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Avanti Communications Ltd.

Perselisihan antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Avanti Communications Ltd. terjadi pada tahun 2018 yang melibatkan Pengadilan Arbitrase Internasional London (LCIA). LCIA memenangkan Avanti melawan Kementerian Pertahanan RI terkait kasus pembayaran sewa satelit ARTEMIS Avanti. Dalam kasus ini, Kementerian Pertahanan RI wajib membayar kerugian kepada Avanti sebesar US$20.075.

Sengketa antara Pemerintah Indonesia dan Bank Century

Kasus tahun 2014 ini bermula dari gugatan pemegang saham Bank Century kepada pemerintah Indonesia dan diselesaikan melalui arbitrase yang melibatkan pihak ketiga yaitu ICSID Singapura. Kasus ini kemudian dimenangkan oleh pemerintah Indonesia.

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian arbitrase menurut para ahli, istilah, jenis, kelebihan, kekurangan, proses, lembaga dan contoh arbitrase secara lengkap. semoga bermanfaa

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Pendidikan

Contoh Doa Penutup MPLS 2024 Dalam Bahasa Indonesia

Jumat, 12 Jul 2024 - 21:32 WIB

Informasi Dapodik

Dapodik 2024-2025 Semester 1 Kapan Rilis? Berikut Prediksi Tanggal Rilisnya

Jumat, 12 Jul 2024 - 16:35 WIB

Kesiswaan

10 Contoh Janji Siswa Paling Tegas dan Penjelasan Maknanya

Jumat, 12 Jul 2024 - 13:48 WIB