Hai Quipperian, saat melakukan penelitian, kamu pasti membutuhkan data bukan? Nah, umumnya data yang didapat lebih dari satu. Semakin banyak data yang diperoleh, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Sebelum dilaporkan, data harus diolah dalam bentuk tabel atau grafik. Serangkaian proses mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data dipelajari dalam statistik deskriptif. Apa yang dimaksud dengan statistik deskriptif? Daripada penasaran, yuk simak selengkapnya!

Pengertian Statistik Deskriptif

Statistika deskriptif adalah ilmu yang mempelajari cara memperoleh, mengolah, dan menyajikan data penelitian. Dalam statistik ini, Anda akan diajak untuk meringkas dan menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik atau histogram. Selanjutnya dari tabel atau grafik tersebut dapat ditentukan simpangan rata-ratanya, rata-rata (berarti), modus, median, dan seterusnya.

Pengertian Statistika Deskriptif Menurut Para Ahli

Arti menurut para ahli adalah sebagai berikut.

  1. Sugiyono yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel bebas, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan terhadap variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lainnya.
  2. Iqbal Hasan, yaitu bagian dari statistika yang mempelajari cara mengumpulkan data dan menyajikan data agar mudah dipahami.
  3. Bambang Suryoatmono, yaitu statistika yang menggunakan data suatu golongan untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan tentang golongan itu saja.

Tujuan Statistik Deskriptif

Tujuan dari statistik deskriptif adalah sebagai berikut.

  1. Memudahkan proses analisis data untuk penarikan kesimpulan.
  2. Memberikan gambaran tentang distribusi data.
  3. Memberikan gambaran tentang variabel-variabel dalam penelitian.

Perbedaan antara Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial

Pada artikel sebelumnya Quipper Blog sudah membahas statistik inferensial. Menurut Quipperian, apa perbedaan antara statistik deskriptif dan statistik inferensial? Bedanya, statistik deskriptif hanya mencakup bagaimana data diolah sehingga lebih mudah dipahami. Artinya, statistik deskriptif tidak dapat digunakan untuk menarik kesimpulan, sedangkan statistik inferensial mencakup penarikan kesimpulan dari keseluruhan data.

Jenis Statistik Deskriptif

Jenis statistik deskriptif dibagi menjadi tiga, yaitu penyajian data, pemusatan data, dan distribusi data. Apa perbedaan antara ketiga jenis tersebut?

1. Penyajian data

Penyajian data merupakan kegiatan untuk menampilkan data penelitian yang masih mentah agar lebih mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik distribusi frekuensi.

  • Tabel distribusi frekuensi data yang dikelompokkan
    Tabel distribusi frekuensi data berkelompok adalah tabel yang datanya dibagi ke dalam interval kelas tertentu. Tabel ini lebih efektif digunakan untuk menyajikan data dalam jumlah besar, misalnya 100 data. Langkah-langkah membuat tabel frekuensi data berkelompok adalah sebagai berikut.
    • Pertama, tentukan jangkauan atau jangkauan data.
      Data terbesar = 55
      Data terkecil = 44
      R = 55 – 44 = 11
    • Banyak kelompok kelas
      K = 1 + 3,3 logn
      = 1 + 3,3 log50
      = 1 + 3,3 (1,699)
      = 6,6 ≈ 6 (jika diambil 7 maka jumlah interval tidak memenuhi jumlah kelas)
    • interval kelas

Jadi interval kelasnya adalah 44 – 45, 46 – 47, 48 – 49, 50 – 51, 52 – 53, 54 – 55.

Jika dinyatakan dalam bentuk tabel frekuensi data grup, maka menjadi sebagai berikut.

2. Diagram

Diagram adalah suatu bentuk penyajian data dalam bentuk dua dimensi, misalnya diagram batang dan diagram lingkaran. Perhatikan data pada tabel nilai Matematika kelas XA SMA Taruna Jaya seperti pada poin a di bawah ini.

SkorFrekuensi/Jumlah
65
78
810
97

Jika data dalam tabel berikut ini digunakan sebagai diagram batang dan lingkaran, maka akan menjadi seperti berikut.

Grafik batang

Pie chart

Bagan garis

2. Sentralisasi data

Konsentrasi data adalah posisi kelompok data yang dapat mewakili keseluruhan data yang diperoleh dalam suatu penelitian. Pemusatan data dibagi menjadi tiga yaitu mean, modus dan median. Perbedaan ketiganya adalah sebagai berikut.

Rata-rata (rata-rata)

Mungkin para Quipperian pada umumnya mengenal istilah mean sebagai rata-rata. Secara matematis, mean diformulasikan sebagai berikut.

mode

Modus adalah data yang memiliki frekuensi tertinggi. Misalnya diketahui data 1, 1, 2, 2, 2, 2, 2, 3, 3. Modus dari data tersebut adalah 2 karena memiliki frekuensi tertinggi yaitu 5. Secara matematis modusnya adalah dirumuskan sebagai berikut.

  • data tunggal
    Mode data tunggal dapat dihitung langsung tanpa formula khusus.

Dengan:

Tb = tepi bawah;

d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya;

d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya; dan

Saya = interval kelas.

median

Median juga dikenal sebagai nilai tengah. Untuk mencari median suatu data, terlebih dahulu Anda harus mengurutkan data tersebut dari yang terkecil ke yang terbesar. Median dibagi menjadi dua, yaitu median data tunggal dan data kelompok.

  • median data tunggal
    Anda dapat menentukan median dari satu data dengan membagi data menjadi dua bagian yang sama. Jadi, data yang berada tepat di tengah disebut median.

Dengan:

Saya = median;

Tb = tepi bawah;

n = jumlah data;

fsebelum = frekuensi sebelum frekuensi median; dan

fmedian = frekuensi median.

3. Penyebaran data

Dispersi data adalah besarnya penyimpangan antara sebaran data dengan data pusat. Artinya, seberapa jauh omong-omong perbedaan antara data pusat dan data lainnya. Besar kecilnya sebaran data dibagi menjadi tiga yaitu rata-rata deviasi, varians, dan standar deviasi. Berikut perbedaan ketiganya.

Penyimpangan rata-rata
Penyimpangan rata-rata adalah perbedaan absolut antara jumlah semua nilai dan rata-ratanya. Secara matematis, simpangan rata-rata dirumuskan sebagai berikut.

Ragam (variasi)
Varietas merupakan ukuran penyebaran suatu data. Secara matematis, range diformulasikan sebagai berikut.

Standar deviasi
Deviasi standar adalah akar dari varians. Namun, standar deviasi harus positif. Secara matematis, diformulasikan sebagai berikut.

Bagaimana Menerapkan Statistik Deskriptif dalam Penelitian?

Penerapan statistik deskriptif dalam penelitian dilakukan dengan memilah data terlebih dahulu. Jika data sudah dipilah, maka peneliti dapat menyajikannya dalam bentuk tabel, diagram atau grafik. Penyajian ini disesuaikan dengan jenis penelitian dan perolehan data. Dari tabel atau diagram tersebut, maka ukuran data center dapat ditentukan. Setelah itu, peneliti dapat menentukan besarnya sebaran data.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa statistik deskriptif merupakan langkah awal yang harus digunakan peneliti untuk mengolah data penelitian karena di dalamnya terkandung penyajian data, ukuran konsentrasi data, dan ukuran distribusi data.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bermanfaat, ya. Untuk melihat materi lengkapnya, buruan gabung dengan Quipper Video. Salam Quippers!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *