PusatDapodik
Home Berita Pendidikan PERAN DAN TANTANGAN PROFESI GURU INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

PERAN DAN TANTANGAN PROFESI GURU INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

WhatsApp Image 2022 10 06 at 11.22.35

PUSATDAPODIK.COM – Guru merupakan sosok yang patut dihormati karena memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Selain itu, guru memegang peranan yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara ideal. (Mulyasa, 2005: 10) Guru Dalam konteks pendidikan memiliki peran yang sangat besar dan vital. Hal ini dikarenakan guru merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan. guru tatap muka dengan siswa Serentak transfer ilmu pengetahuan dan teknologi Pendidikan melalui pendampingan dan model nilai-nilai positif.

PERAN DAN TANTANGAN PROFESI GURU INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Tuntutan akan guru yang berkualitas semakin meningkat di level yang tinggi saat ini dan harus direspon secara positif oleh pengelola pendidikan guru. harus menunjukkan respon positif ini dengan terus meningkatkan kualitas program pendidikan yang diberikannya. Menaikkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi jelas berdampak positif bagi pembentukan guru yang berkualitas untuk masa depan (Ovianti, 2013: 268).

Dengan demikian jelaslah bahwa profesi guru adalah profesi yang hanya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien oleh seseorang yang dipersiapkan untuk menguasai kompetensi guru atau pendidikan dan pelatihan khusus.

Karena itu pendayagunaan profesi guru secara formal dilakukan dalam lingkungan pendidikan yang berjenjang dan berbeda jenis, sehingga guru harus memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan jenis dan jenjang sekolah tempatnya bekerja.

Guru di era global adalah guru yang mengemban tugas menyelenggarakan pendidikan yang bermutu secara profesional. Wardiman Djojonegoro dalam konteks ini telah menyatakan dalam makalahnya bahwa bangsa kita sedang mempersiapkan diri untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ciri-ciri sumber daya manusia yang berkualitas adalah memiliki kemampuan menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu bekerja secara profesional dengan orientasi mutu dan keunggulan, serta mampu menghasilkan karya-karya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian. Sebagai tenaga kependidikan, guru profesional tidak lepas dari citra yang diberikan oleh orang lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat di era global ini, guru di satu sisi diharapkan lebih bermoral dan beretika dibandingkan masyarakat umum, namun di sisi lain muncul permasalahan baru sebagai tantangan ketika guru tidak memiliki kemampuan material untuk memiliki segala akses dan informasi. jaringan seperti TV, buku, majalah. , surat kabar, dan internet untuk meningkatkan keprofesionalannya sekaligus memperkaya informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan global, sehingga sangat sulit membayangkan guru mampu tampil lebih profesional dan memiliki tanggung jawab moral profesional sebagaimana mestinya. konsekuensi di era global ini.

Pemerintah juga berusaha mengatasi masalah ini dalam meningkatkan profesionalisme guru dengan mengadakan sertifikasi guru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Perhatian pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya guru untuk tetap berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan di era global saat ini.

Menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan guru yang benar-benar profesional. Dalam konteks ini Makagiansar menawarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam rangka menghadapi era global yaitu:

  • Kemampuan antisipasi

Kemampuan antisipatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya masalah baik dalam proses pembelajaran maupun masalah yang mungkin timbul di luar pembelajaran. Misalnya kemampuan antisipasi dapat dilakukan guru dengan menyiapkan sarana prasarana dan segala sesuatunya agar tidak ada kendala dalam proses belajar mengajar.

  • Kemampuan untuk mengenali dan memecahkan masalah

Seorang pendidik perlu melakukan pendekatan kepada anak didiknya untuk dapat mengenali dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh anak didiknya baik yang berkaitan dengan bidang akademik maupun nonakademik. Tidak hanya berhenti pada pengenalan masalah, tetapi juga menindaklanjuti pemilihan solusi dari masalah yang dihadapi siswa dan mengimplementasikan solusi tersebut sehingga masalah siswa dapat diselesaikan.

  • Kemampuan akomodasi

Seorang guru harus mampu mengakomodasi perbedaan yang ada pada siswanya. Perbedaan disini dapat berupa kebutuhan antara satu individu dengan individu lainnya. Guru dapat mengakomodir kebutuhan siswa dalam kaitannya dengan pembelajaran seperti menyediakan kebutuhan akan ilmu pengetahuan, dan sarana prasarana jika memungkinkan.

  • Kemampuan untuk melakukan reorientasi

Sikap terhadap suatu hal. Guru perlu menentukan acuan apa yang akan dicapai. Sebagai pendidik, guru harus mampu melakukan reorientasi, yaitu mengkaji suatu wawasan dan menentukan serta menjadikan siswanya percaya diri dan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Kompetensi generik

Kemampuan generik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang meliputi strategi kognitif, dan dapat juga dikenal dengan kemampuan kunci, keterampilan inti, kemampuan esensial, dan kemampuan dasar. Kemampuan generik meliputi: keterampilan komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, inisiatif dan usaha (inisiatif dan perusahaan), perencanaan dan pengorganisasian, manajemen diri, keterampilan belajar dan keterampilan teknologi (Gibb dalam Rahman, 2008)

  • Keterampilan pengaturan diri (managing self-skills),

Mendorong diri sendiri untuk mau mengatur semua unsur kemampuan pribadi, mengendalikan keinginan untuk mencapai hal-hal yang baik, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan pribadi agar lebih sempurna. Bagaimana seorang guru dapat menjadi guru yang profesional dan berbudi luhur jika ia tidak dapat mendorong, mengatur, mengontrol, dan mengembangkan seluruh sumber daya pribadinya. Oleh karena itu kemampuan pengaturan diri bagi seorang guru mutlak diperlukan agar dapat melaksanakan segala tugasnya dengan baik.

  • keterampilan berkomunikasi (communicating skill),

Keterampilan komunikasi merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki untuk dapat membina hubungan yang sehat di mana saja, di lingkungan sosial, sekolah, bisnis dan perkantoran, di kebun atau di mana saja. Sebagian besar masalah yang muncul dalam kehidupan sosial adalah masalah komunikasi. Jika Anda memiliki keterampilan komunikasi, itu akan sangat membantu meminimalkan potensi konflik sekaligus membuka peluang untuk sukses

  • Kemampuan mengelola orang dan tugas (ability of managing people and task)

Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar mampu mengelola anak didiknya serta tugas-tugas gurunya guna mencapai tujuan yang diinginkan. Mengelola orang dengan mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang orang lain rasakan. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Stephen Covey sebagai komunikasi empati. Berusaha memahami sebelum dipahami. Keterampilan ini sangat mendasar untuk berurusan dengan orang secara efektif. Dalam hal penugasan, fungsi guru adalah memberikan dorongan kepada siswa untuk dapat belajar lebih giat, dan memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan kemampuan dan perbedaan individu peserta didik.

  • Kemampuan untuk memobilisasi pembangunan dan perubahan (memobilisasi inovasi dan perubahan).

Kemampuan menggerakkan perkembangan dan perubahan, yaitu fungsi guru melakukan kegiatan kreatif, menemukan strategi, cara, cara atau konsep baru dalam mengajar agar pembelajaran bermakna dan menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Guru bertanggung jawab mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan dan peran guru adalah menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Penguasaan iptek serta jiwa kompetitif juga menjadi hal yang penting bagi guru profesional karena diharapkan mampu membawa atau memimpin siswanya melintasi dunia iptek untuk memasuki era global yang melek sains. dan teknologi, dan sangat kompetitif.

Di era global, karakteristik guru harus jelas dan tegas dipertahankan, antara lain:

  • Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni
  • Memiliki kepribadian yang kuat dan baik hati
  • Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

Setidaknya ada empat prasyarat bagi seorang guru untuk dapat bekerja secara profesional, yaitu:

  1. kemampuan guru mengolah/menangani kurikulum,
  2. kemampuan guru menghubungkan materi kurikulum dengan lingkungan
  3. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri
  4. kemampuan guru mengintegrasikan berbagai mata pelajaran menjadi satu kesatuan konsep yang utuh (kebutuhan pembelajaran terpadu)

Comment
Share:

Ad