Rektor IAIN Kudus Sampaikan Kuliah Moderasi Beragama di Indonesia Dipaparkan di Maroko

- Penulis

Kamis, 16 November 2023 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WhatsApp Image 2023 11 16 at 191108 649557207

WhatsApp Image 2023 11 16 at 191108 649557207

pusatdapodik.com – Rektor IAIN Kudus Prof Dr Abdurrohman Kasdi Lc MSi baru-baru ini menyampaikan kuliah umum di Fakultas Syariah Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Fes, Maroko.

Kasdi menjelaskan dirinya diundang sebagai narasumber menandai dimulainya perkuliahan pada tahun 2023, di Fakultas Syariah Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Fes, Maroko.

Kuliah Umum Dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Prof.Dr.Abdel Malik Aouich.

Rektor IAIN Kudus menyampaikan pemaparan dengan tema “Tathbiq al-Qiyam Al-Wasathiyyah: Indonesia Unmudzajan” atau model moderasi beragama di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Prof. Abdel Malik Aouich menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut merupakan implementasi dari MoU antara IAIN Kudus dengan Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah yang telah ditandatangani pada tahun 2022. .

WhatsApp Image 2023 11 16 at 191108 1 3799646114

”Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Jadi tema wasathiyyah menjadi penting, apalagi jika dilihat dari sudut pandang Indonesia,” kata Abdel Malik.

Islam di Indonesia
Dalam pemaparannya, Prof Abdurrohman Kasdi menyampaikan bahwa ajaran Islam di Indonesia adalah Islam yang toleran dan moderat.

Baca Juga :  6 Universitas Jurusan Paleontologi Terbaik di Indonesia, UI Bukan Peringkat 1

”Keberagaman dan pluralisme di Indonesia akan terus hidup, dengan tetap mengedepankan persatuan. Padahal, dalam kondisi seperti ini Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik. “Ini bukti pemerintah Indonesia berhasil mengembangkan jati diri bangsa sebagai wajah Islam yang sebenarnya,” kata Kasdi.

Menurutnya, upaya tersebut patut dipertahankan dan dipertahankan mengingat Indonesia merupakan salah satu pemain utama dalam kancah politik global.

Menurutnya, peristiwa yang paling fenomenal dan bersejarah adalah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Pertemuan dan kompromi antara Islamisme, nasionalisme dan modernisme.

“Walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam dan sejumlah pejuang kemerdekaan adalah tokoh Islam, namun Indonesia tetap melindungi dan memberikan kesempatan yang sama kepada pemeluk agama lain. Negara tetap peduli untuk membina kehidupan beragama di bawah payung Pancasila dan dilindungi oleh Undang-undang. UUD 1945,” ujarnya.

Menurut Rektor IAIN Kudus, hal tersebut merupakan jalan tengah ijtihad dan eksperimentasi sejarah yang tidak mempertentangkan Islam dan kebangsaan, antara agama dan nasionalisme. “Pancasila merupakan landasan bersama (kalimatun sawa) untuk menampung dan melindungi keberagaman suku, agama, dan kepercayaan penduduk nusantara yang sangat majemuk ini, yaitu agar semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum.”

Baca Juga :  [Trending Video] Gungun Gupta Age

Lebih lanjut Abdurrohman Kasdi menegaskan bahwa wasathiyyah (moderasi beragama) di Indonesia merupakan penerapan Islam yang tidak berlebihan khususnya dalam menjalankan ibadah, mendukung demokrasi, Pancasila dan NKRI.

Dengan demikian, konsep moderasi Islam sangat cocok diterapkan di Indonesia karena merupakan jalan tengah atau moderat. Indonesia bahkan sudah menerapkan konsep Islam wasathiyyah sendiri.

Pancasila, UUD 1945 dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan wujud implementasi Islam wasathiyyah di Indonesia. Dengan sikap wasathiyyah, ketaatan terhadap agama menjadikan umat Islam Indonesia aktif bekerjasama dengan Pancasila, termasuk dengan kelompok dan lembaga lain yang berkembang di Indonesia.

Dengan menerapkan wasathiyyah, Indonesia memberikan ruang terbuka yang pantas dan nyaman bagi siapapun, termasuk agama lain, agar mereka yakin bahwa Islam membawa kebaikan sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.

Berita Terkait

Honorer K2 Bakal di Pastikan Langsung diangkat PPPK Tahun Ini, Namun Harus Memenuhi Syarat Berikut
Hasil Zoom Dengan Nadiem Makarinm, TPG TW 2 2024 Akan di Carikan Akhir Juli ini, Guru Berikut akan di Prioritaskan
Pensiunan Staff tata Usaha Sekolah Akan Mendapatkan Uang Tambahan Yang Nominalnya Cukup Besar
Untuk Jenjang SMA Tahun Depan 2024/2025 Sudah tidak Ada Lagi Penjurusan, Ini Kebijakan Baru Dari Nadiem makarim
Top 3 Formasi CPNS dan PPPK untuk Lulusan SMA SMK Paling Banyak di Minati, Cek Apakah ada Formasi Pilihan Kamu ?
Pasti dari Jokowi, Tahun Depan tidak Ada Perbedaan Antara PNS dan PPPK, Semua Akan Satu Nama Menjadi ASN
Sesuai Undang-undang, Guru-guru Dengan Kategori Berikut Berhak Mendapatkan Tunjangan dan Penghargaan Berikut
Guru PPPK Yang Sudah Mengabdi lebih Dari 2 Tahun Akan mendapatkan Tunjangan Dari nadiem Makarim
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 11:10 WIB

Honorer K2 Bakal di Pastikan Langsung diangkat PPPK Tahun Ini, Namun Harus Memenuhi Syarat Berikut

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:26 WIB

Hasil Zoom Dengan Nadiem Makarinm, TPG TW 2 2024 Akan di Carikan Akhir Juli ini, Guru Berikut akan di Prioritaskan

Senin, 22 Juli 2024 - 10:03 WIB

Pensiunan Staff tata Usaha Sekolah Akan Mendapatkan Uang Tambahan Yang Nominalnya Cukup Besar

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:33 WIB

Untuk Jenjang SMA Tahun Depan 2024/2025 Sudah tidak Ada Lagi Penjurusan, Ini Kebijakan Baru Dari Nadiem makarim

Sabtu, 20 Juli 2024 - 05:21 WIB

Top 3 Formasi CPNS dan PPPK untuk Lulusan SMA SMK Paling Banyak di Minati, Cek Apakah ada Formasi Pilihan Kamu ?

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB