PUSATDAPODIK.COM | Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun non PNS yang memenuhi syarat dan ketentuan sesuai surat Dirjen GTK.

NUPTK sebagai Nomor Induk Dinas untuk keperluan identifikasi dalam berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.

Nomor unik ini wajib dimiliki oleh sebuah GTK karena sering digunakan sebagai syarat untuk program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Baca Juga: Bolehkah Istirahat Dilakukan di Tempat Ibadah?

Sehingga NUPTK menjadi salah satu hal penting bagi guru. Tahukah Anda bahwa saat ini untuk dapat menerima NUPTK, Anda harus memperhatikan satu syarat penting dan sah.

Hal ini sejalan dengan arahan Kemendikbud bahwa data yang harus valid adalah data antara NIK dan Data Identitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan/PTK.

Hal ini tertuang dalam surat nomor 470/3162/SJ tanggal 15 Mei 2020 tentang Penerapan NIK di Dapodik.

Hingga saat ini Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) secara bertahap mengintegrasikan NIK ke dalam data PTK. Keberadaan data PTK merupakan benang merah dalam pelaksanaan “Satu Data Indonesia”.

Baca Juga: Buruan! Tips Membuat Orang Lain Merasa Nyaman Saat Berada Di Dekatmu Meski Masih Baru

Kemendikbud menyebutkan, dalam proses penerbitan NUPTK, parameter data valid yang diterapkan saat ini adalah data Dukcapil yang valid, lengkap dan logis.

Maksudnya, Dukcapil harus valid, yakni NUPTK baru yang diterbitkan selalu mengacu pada identitas PTK yang valid.

Bagi guru yang akan melakukan pemutakhiran data dapat melakukan perbaikan data sebagai berikut:

1. Guru silahkan buka halaman vervalptk.data.kemdikbud.go.id.

2. Silahkan guru masuk ke halaman verval, maka tampilan layar akan menampilkan daftar PTK yang aktif.

3. Harap perhatikan kolom dukcapil guru yang valid, pastikan data PTK valid dukcapil yang diberi tanda centang hijau.

4. Jika muncul palang merah, berarti data PTK tidak valid untuk dukcapil.

Baca Juga: Cek! Tips Mudah Menyukai Banyak Orang

5. Adapun untuk memperbaiki data PTK yang tidak sah dukcapil (residu), pilih menu “edit identitas”, kemudian ketikkan nama PTK yang tidak sah dukcapil pada kolom nama PTK.

6. Selanjutnya, ketika data muncul, klik tombol “perbaikan”.

7. Mohon agar seluruh data induk PTK yang meliputi NIK, nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, dan nama ibu kandung dikoreksi sesuai dengan yang tertulis di kartu keluarga.

8. Selanjutnya silahkan klik tombol “repair data”. NIK dengan keterangan “sudah valid” tidak dapat diperbaiki.

9. Jika ada ketidaksesuaian pada aplikasi perbaikan identitas guru, pemilik data dapat berkoordinasi dengan dukcapil setempat.

10. Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan, setelah guru melakukan pemutakhiran data, kemungkinan terjadi dua kondisi yaitu:

Pertamaapabila koreksi data telah disampaikan oleh operator sekolah mengacu pada identitas PTK yang tercatat pada dokumen kependudukan seperti KTP atau KK, namun keluar keterangan “identitas tidak sesuai dengan data Dukcapil”, maka PTK wajib melaporkan kepada Disdukcapil setempat untuk menyelaraskan data dengan Dukcapil Pusat.

Baca Juga: Indonesia Tak Ikut Piala Dunia, Prabowo: Saya Tak Mau Nonton Piala Dunia

Keduayang mungkin terjadi adalah koreksi data sudah disampaikan oleh penyelenggara satuan pendidikan sesuai Kartu Keluarga atau KTP, namun muncul keterangan “perubahan data tidak dapat dilakukan”.

Jika terjadi hal seperti ini, maka proses koreksi data dapat disampaikan secara mandiri oleh penyelenggara satuan pendidikan yang dibantu oleh Admin Pusdatin Kemdikbud melalui laporan ke ULT Kemdikbud.

Baca Juga: Lakukan Ini Agar Pasangan Tak Bosan Dalam Hubungan

Demikian informasi mengenai persyaratan wajib penyampaian dan pembetulan data NUPTK Guru. Semoga membantu!

Sumber: Naikpangkat.com

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *