Sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Palembang

- Penulis

Jumat, 24 Februari 2023 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pertempuran palembang

pertempuran palembang

Proklamasi kemerdekaan yang dilakukan dengan khidmat dan penuh arti tidak membuat para penjajah menyerah untuk merebut kembali Indonesia. Ada beberapa perjuangan rakyat Indonesia yang menandakan besarnya perjuangan yang harus ditempuh, salah satunya adalah Pertempuran Palembang yang juga dikenal dengan Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Palembang.

Pertempuran ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1947. Oleh karena itu peristiwa ini dikenal dengan sebutan “Pertempuran Palembang 5 hari 5 malam”. Dimana, pertempuran Palembang merupakan peristiwa perlawanan Tentara Nasional Indonesia (TRI) terhadap serangan pasukan tentara Belanda (NICA).

Dikutip dari halaman Wikipedia, pertempuran Palembang terjadi ketika Belanda menginginkan agar kota Palembang segera dikosongkan. Namun permintaan tersebut ditolak oleh seluruh rakyat Palembang sehingga berakhir dengan baku tembak pada tanggal 1 Januari 1947 di Palembang Ilir dan penyerangan terhadap markas Front Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) di jalan Tengkuruk.

Beberapa tokoh penting yang memimpin pertempuran dari pihak militer dan pejuang Indonesia antara lain Kolonel Maludin Simbolon, Letnan Kolonel Bambang Utoyo, Mayor Rasyad Nawawi, dan Kapten Alamsyah.

Pusat pertahanan terkuat Belanda berada di Benteng Kuto Besak, Charitas dan Rumah Sakit Bagus Kuning (Plaju), sedangkan kekuatan tempur Palembang tersebar merata di setiap daerah pertahanan Belanda. Peristiwa penembakan itu diawali oleh tentara Belanda dari Rumah Sakit Charitas hingga Masjid Raya Palembang.

Baca Juga :  Mempersiapkan Motor Balap Sebelum Balapan

Baca juga: Sejarah Pertempuran Surabaya

Pada hari pertama setelah peristiwa penembakan di Jalan Tengkuruk, para pejuang Palembang menyerang dan mengepung pasukan Belanda yang sedang bertahan di semua sektor yang sebelumnya mereka kuasai.

Pertempuran berakhir pada pukul lima sore, namun menjelang malam pasukan Belanda kembali menyerang dengan menggunakan senjata lapis baja yang mengakibatkan beberapa tempat strategis dikuasai Belanda seperti kantor telegraf, kantor residen, kantor walikota dan kantor pos. kantor.

Pada hari kedua dan ketiga, Belanda kembali menyerang pusat pertahanan tentara dan pejuang di kawasan Masjid Raya Palembang namun berhasil dipukul mundur oleh pasukan Batalyon Geni beserta sejumlah tokoh masyarakat. Pasukan Batalyon Geni bersama masyarakat bekerja bahu membahu melawan sekutu.

Sementara itu, dari arah Talang Betutu, pasukan bantuan Belanda yang hendak bergabung ke Masjidil Haram berhasil disergap oleh pejuang Palembang pimpinan Lettu Wahid Luddien. Pertempuran berlanjut, menyisakan kehancuran sebagian besar kota Palembang.

Baca Juga :  Linieritas Bidang Studi PPG Dalam Jabatan Tahun 2023

Pada hari keempat bala bantuan pejuang Palembang tiba dari Lampung di bawah komando Mayor Noerdin Pandji dan dari Lahat dipimpin Letjen Harun Sohar.

Gencatan senjata

Pertempuran sengit terjadi di sepanjang sungai Musi dan merenggut banyak nyawa. Pada hari kelima, kedua belah pihak mengalami kesulitan logistik dan amunisi, sehingga pertempuran diakhiri dengan gencatan senjata, dimana kedua belah pihak mengadakan pertemuan antara pemimpin sipil dan militer.

Indonesia mengutus Dr. Adnan Kapau Gani sebagai utusan dari pemerintah pusat untuk berunding dengan Belanda. Hasil perundingan menyepakati bahwa dari pihak Indonesia pasukan TRI dan pejuang lainnya akan mundur 20 km dari pusat kota dan hanya menyisakan TNI AL, Polri dan pemerintah sipil untuk tetap berada di kota Palembang.

Sedangkan dari pihak Belanda, batas pos mereka hanya bisa didirikan 14 km dari pusat kota. Gencatan senjata mulai berlaku pada 6 Januari 1947.

Ikuti dan sukai kami:


www.kelaspintar.id

Berita Terkait

Untuk Jenjang SMA Tahun Depan 2024/2025 Sudah tidak Ada Lagi Penjurusan, Ini Kebijakan Baru Dari Nadiem makarim
Pasti dari Jokowi, Tahun Depan tidak Ada Perbedaan Antara PNS dan PPPK, Semua Akan Satu Nama Menjadi ASN
Contoh Doa Penutup MPLS 2024 Dalam Bahasa Indonesia
Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Contoh Materi MPLS SMP Kurikulum Merdeka Tahun Anggaran 2024/2025
Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional di Kelas dan Sekolah
Contoh Modul Ajar Kurikulum Merdeka PAUD-TK Terbaru 2024
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:33 WIB

Untuk Jenjang SMA Tahun Depan 2024/2025 Sudah tidak Ada Lagi Penjurusan, Ini Kebijakan Baru Dari Nadiem makarim

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:42 WIB

Pasti dari Jokowi, Tahun Depan tidak Ada Perbedaan Antara PNS dan PPPK, Semua Akan Satu Nama Menjadi ASN

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:32 WIB

Contoh Doa Penutup MPLS 2024 Dalam Bahasa Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB