Tinjauan Pustaka: Pengertian dan Contoh [LENGKAP]

- Penulis

Jumat, 1 September 2023 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1693502284 Tinjauan Pustaka Pengertian dan Contoh LENGKAP

1693502284 Tinjauan Pustaka Pengertian dan Contoh LENGKAP

Tinjauan Literatur
Tinjauan Literatur

Tinjauan pustaka merupakan komponen penting dalam pembuatan karya ilmiah seperti tesis, tesis, atau disertasi.

Tinjauan pustaka mempunyai fungsi untuk menunjukkan pemahaman penulis terhadap topik yang akan dibahas dalam sebuah karya ilmiah.

Selain itu, tinjauan pustaka juga mempunyai manfaat menyajikan informasi yang relevan dan aktual bagi pembaca.

Memahami Tinjauan Pustaka

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tinjauan pustaka merupakan tinjauan kritis terhadap kumpulan informasi atau referensi yang berkaitan dengan suatu topik tertentu.

Dalam bahasa Inggris, tinjauan pustaka dikenal dengan istilah “Tinjauan Literatur”.

Pengertian Menurut Para Ahli

Menurut para ahli, tinjauan pustaka merupakan proses penting dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi yang sudah tersedia dalam literatur.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sugiyono (2016) bahwa tinjauan pustaka merupakan upaya melakukan analisis dan sintesis terhadap sumber bahan pustaka yang relevan dengan permasalahan penelitian.

Fungsi Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

  1. Memberikan gambaran umum tentang topik yang akan dibahas.
  2. Mengidentifikasi kesenjangan dalam penelitian yang telah dilakukan.
  3. Menampilkan perkembangan terkini pada topik yang sedang dibahas.
  4. Memberikan landasan teori yang kuat dalam penyusunan karya ilmiah.

Manfaat Tinjauan Pustaka

Manfaat membuat tinjauan pustaka adalah sebagai berikut:

  1. Menyajikan informasi yang relevan dan aktual bagi pembaca.
  2. Memperkaya pengetahuan penulis terhadap topik yang akan dibahas.
  3. Tunjukkan pemahaman yang jelas tentang topik yang akan dibahas penulis.
  4. Memberikan referensi atau acuan yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Unsur dan Isi Tinjauan Pustaka

Unsur dan isi dalam tinjauan pustaka antara lain:

  1. Pendahuluan atau latar belakang topik yang akan dibahas.
  2. Kerangka konseptual yang mendasari topik tersebut.
  3. Tinjauan literatur sebelumnya yang telah dilakukan.
  4. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan tinjauan pustaka.
  5. Analisis tinjauan literatur.

Kriteria Penulisan Tinjauan Pustaka

Penulisan tinjauan pustaka memiliki beberapa kriteria yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Up to date, yaitu sumber perpustakaan yang digunakan harus mutakhir.
  2. Relevan yaitu sumber pustaka yang digunakan harus relevan dengan topik yang akan dibahas.
  3. Bobot keilmuan, yaitu sumber perpustakaan yang digunakan harus berasal dari publikasi atau jurnal yang mempunyai reputasi baik dan diakui secara internasional.
  4. Aspek penelitian yaitu sumber pustaka yang digunakan harus berkaitan dengan topik penelitian.
  5. Ringkas yaitu tinjauan pustaka yang dibuat harus singkat dan padat agar pembaca mudah memahami isi tinjauan pustaka.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Berikut beberapa cara dalam membuat tinjauan pustaka:

  1. Tentukan topik yang akan dibahas.
  2. Kumpulkan sumber pustaka yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
  3. Membaca dan menganalisis sumber perpustakaan untuk mendapatkan pemahaman yang jelas.
  4. Buatlah catatan atau ringkasan dari setiap sumber perpustakaan yang telah Anda baca.
  5. Sintesis informasi dari sumber perpustakaan yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
  6. Menyusun tinjauan pustaka berdasarkan kerangka konseptual yang telah ditentukan.
Baca Juga :  Bangun Keterampilan Kosakata Matematika yang Kuat Menggunakan Strategi Sederhana Ini

Contoh Tinjauan Pustaka Tentang Dampak Penggunaan Media Sosial

Menurut Jenaro, Flores, Gómez-Vela, González-Gil, & Caballo (2007), penggunaan media sosial dapat didorong oleh motivasi interpersonal atau pribadi. Namun, terdapat dampak yang dapat merugikan individu yang menggunakan media sosial secara berlebihan. Berikut beberapa dampak penggunaan media sosial.

  1. Dampak Psikologis

Penggunaan media sosial dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi penggunanya. Menurut Kuss & Griffiths (2017), semakin sering media sosial digunakan maka semakin tinggi pula tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang dialami penggunanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu keseimbangan psikologis.

  1. Dampak sosial

Dalam interaksi sosial, penggunaan media sosial dapat memperkuat dan melemahkan hubungan antar individu. Boyd & Ellison (2008) menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana pelecehan online. Selain itu, menurut Al-Deen & Hendrics (2012), sebagian pengguna media sosial mengalami gangguan dalam interaksi sosial langsung akibat ketergantungan terhadap media sosial.

  1. Dampak Kesehatan

Salah satu risiko penggunaan media sosial adalah dampaknya terhadap kesehatan. Menurut Chou & Edge (2012), penggunaan media sosial dapat meningkatkan risiko obesitas, masalah tidur, dan kekhawatiran terhadap tubuh. Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan penggunaan media sosial agar tidak membahayakan kesehatan.

  1. Dampak Akademik

Penggunaan media sosial juga berdampak pada prestasi akademik. Menurut Paul & Baker (2012), penggunaan media sosial dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menunda waktu penyelesaian tugas. Maka perlu adanya pengaturan dalam penggunaan media sosial agar tidak merusak produktivitas dalam pembelajaran.


Dampak penggunaan media sosial perlu diperhatikan oleh setiap individu. Peran utama dalam mengatur penggunaan media sosial terletak pada individu itu sendiri.

Oleh karena itu, introspeksi diri harus selalu dilakukan dalam menggunakan media sosial agar tidak mengganggu keseimbangan psikologis, interaksi sosial, kesehatan, dan prestasi akademik.

Referensi:

  1. Al-Deen, HSN, & Hendrics, JA (2012). Media sosial: Penggunaan dan dampak. Lanham, MD: Buku Lexington.
  2. Boyd, DM, & Ellison, NB (2008). Situs jejaring sosial: Definisi, sejarah, dan beasiswa. Jurnal komunikasi yang dimediasi komputer, 13(1), 210–230.
  3. Chou, HG, & Edge, N. (2012). “Mereka lebih bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan saya”: Dampak penggunaan Facebook terhadap persepsi kehidupan orang lain. Cyberpsikologi, Perilaku, dan Jejaring Sosial, 15(2), 117-121.
  4. Jenaro, C., Flores, N., Gómez-Vela, M., González-Gil, F., & Caballo, C. (2007). Masalah penggunaan internet dan telepon seluler: Korelasi psikologis, perilaku, dan kesehatan. Penelitian & teori kecanduan, 15(3), 309-320.
  5. Kuss, DJ, & Griffiths, MD (2017). Situs jejaring sosial dan kecanduan: Sepuluh pelajaran yang didapat. Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, 14(3), 311.
  6. Paul, JA, & Baker, HM (2012). Dampak media sosial pada mahasiswa. Jurnal Pengembangan dan Pertukaran Teknologi Pendidikan (JETDE), 5(1), 1.
Baca Juga :  Limas: Definisi, Sifat, Jaring-jaring, Luas Permukaan, Volume & Soal

Contoh Metode Tinjauan Pustaka untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter dan masa depan seseorang. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi tujuan utama dalam mengembangkan dunia pendidikan. Ada berbagai macam metode peningkatan mutu pendidikan yang dapat diterapkan, berikut beberapa di antaranya.

  1. Pengembangan profesional

Pengembangan profesional guru dan pendidik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Darling-Hammond, Wei, Andree, Richardson, & Orphanos (2009), pengembangan profesional dapat mencakup pelatihan dan pendidikan lanjutan serta pendampingan. Dengan melaksanakan pengembangan profesional, guru dan pendidik dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

  1. Pendidikan Berbasis Keterampilan (Skill-Based Education)

Metode peningkatan mutu pendidikan selanjutnya adalah pendidikan berbasis keterampilan. Pendidikan berbasis keterampilan dilaksanakan dengan menekankan pada pengembangan kemampuan keterampilan siswa sehingga dapat meningkatkan kompetensi siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat yang diungkapkan oleh Armstrong (2012), dimana pembelajaran berbasis keterampilan membuat siswa lebih siap menghadapi tantangan dalam kehidupan nyata.

  1. Pembelajaran Kontekstual (Pembelajaran Kontekstual)

Model pembelajaran kontekstual merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Model pembelajaran kontekstual mengajarkan konsep atau gagasan melalui pemanfaatan situasi nyata dalam kehidupan nyata. Menurut Yusuf (2010), pendekatan ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep dan penerapannya dalam situasi nyata, namun juga berdampak positif terhadap citra sekolah dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

  1. Pembelajaran Berbasis Teknologi (Technology-Based Learning)

Metode peningkatan mutu pendidikan selanjutnya adalah pendekatan pembelajaran berbasis teknologi. Teknologi sebagai media pembelajaran mampu memudahkan siswa dalam menemukan dan mengembangkan kemampuannya secara mandiri. Hal ini disebabkan oleh kemampuan teknologi dalam memberikan akses informasi yang luas dan akurat serta kebebasan dalam mengakses sumber belajar. Sejalan dengan hal tersebut Williams, Coles, Wilson, & Richardson (2000) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan menciptakan suasana yang lebih menarik dan inovatif.

Referensi:

  1. Armstrong, T. (2012). Kecerdasan ganda di kelas. ASCD.
  2. Darling-Hammond, L., Wei, RC, Andree, A., Richardson, N., & Orphanos, S. (2009). Pembelajaran profesional dalam profesi pembelajaran: Laporan status mengenai perkembangan guru di Amerika Serikat dan luar negeri. Dewan Pengembangan Staf Nasional.
  3. Yusuf, MO (2010). Metode pengajaran sains: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmu Sosial Eropa, 16(4), 499-510.
  4. Williams, P., Coles, L., Wilson, K., & Richardson, J. (2000). Menggunakan TIK untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran. Loughborough: Universitas Loughborough.

saintif.com

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Teknologi

Sxxxoxxxe lyrics 2023 Youtube Playlist Video Viral Indonesia

Selasa, 16 Jul 2024 - 22:23 WIB

Viral

Isna Amsikan Viral 2 Jari, Ini Link Video Viral MP4 nya

Selasa, 16 Jul 2024 - 17:19 WIB