PusatDapodik
Home Guru Tips Mengajar Menggunakan Multiple Intelligence

Tips Mengajar Menggunakan Multiple Intelligence

Screenshot 1582
Tips Mengajar Menggunakan Kecerdasan Ganda



Salam dan pembaca yang bahagia. Teman PUSATDAPODIK.COMpada kesempatan kali ini Admin ingin berbagi informasi tentang Tips Mengajar Menggunakan Kecerdasan Ganda

Mengajar dengan menggunakan kecerdasan majemuk merupakan cara mengakses informasi melalui delapan jalur kecerdasan yang ada pada setiap siswa, namun untuk memunculkannya kembali semua kecerdasan bersinergi dalam satu kesatuan yang unik sesuai dengan kebutuhan.

Ketika multiple intelligences adalah teori memperlakukan semua siswa dengan perlakuan yang sama dan khusus. Teori ini beranggapan bahwa tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada hanyalah anak yang memiliki kecerdasan dalam bidang tertentu.

Bentuk implementasi pembelajaran berbasis Multiple Intelligences Theory adalah dengan menggunakan pembelajaran multi model, pendekatan interdisipliner dalam proses pengembangan materi pembelajaran, sedangkan dalam hal evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan model penilaian otentik.

Ayo ikuti pelatihan bersertifikat 32JP dengan judul “Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligence untuk Mewujudkan Pembelajaran Mandiri”. Pelatihan akan diadakan 21-28 Januari 2023 dengan instruktur luar biasa. Selain itu, setiap peserta mendapatkan fasilitas yang lengkap seperti materi pelatihan, e-certificate 32JP, dukungan penuh dari tim instruktur dan laporan pengembangan diri. Daftar Sekarang di link berikut dan dapatkan seminar gratis dan bonus lainnya.

Ada beberapa strategi agar guru dapat mengajar dengan menggunakan multiple intelligences. Strategi ini akan membantu guru untuk merangsang dan meningkatkan kecerdasan anak secara merata. Begini caranya:

1. Pengulangan

Pengulangan ini dilakukan untuk memantapkan penanaman dan pemahaman konsep. Guru dapat menerapkannya dengan berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar kelas. Misalnya, dalam satu kelas, rata-rata kecerdasan siswa yang menonjol adalah musikal dan logika-matematis. Siswa logika-matematika biasanya mampu mengerjakan berbagai soal pecahan dengan cepat dan tepat. Sementara itu, mahasiswa musik sangat memahami bahwa untuk menghasilkan irama yang indah dan tepat diperlukan not seperdelapan dan not seperempat.

Dalam pembelajaran matematika khususnya pecahan, guru dapat menggunakan konsep tepuk tangan dan soal latihan. Jika cara ini diulangi, kecerdasan musikal dan logika-matematis akan terakomodasi dengan sangat baik dalam matematika.

2. Aktivitas bervariasi

Tujuan dari berbagai kegiatan tersebut adalah untuk menyegarkan kembali suasana kelas. Seperti yang kita ketahui, siswa mudah lelah dan bosan saat belajar. Apalagi jika guru hanya mengajar dengan cara yang monoton, maka siswa akan mengabaikannya. Untuk itu, guru perlu memasukkan berbagai kegiatan.

Apakah kegiatan tersebut harus berupa permainan? Bukan. Guru juga dapat memberikan lembar kerja yang menarik perhatian siswa, aktivitas fisik yang mengasyikkan, atau yang lainnya. Yang pasti, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk menyatukan kecerdasan majemuk siswa.

Dengan begitu, siswa akan merasakan suasana baru, pikiran segar, dan mudah mengikuti pelajaran.

3. Manajemen yang seimbang dengan berbagai kecerdasan

Jika dicermati, teori Gardner telah memberikan 8 peluang bagi guru untuk mengelola kelas. Dalam arti, dengan 8 kecerdasan tersebut, guru dapat mengakomodasikan 8 strategi pengajaran atau lebih.

Contoh sederhananya, dalam sebuah kelas, setiap anak memiliki lebih dari 2 kecerdasan ganda. Ada yang logis-matematis, verbal-linguistik, spasial-visual, dan lain-lain. Untuk mengikat semua itu, guru dapat membuat kegiatan seperti diskusi-presentasi. Dengan tersedianya slide presentasi yang menarik, siswa dapat mengasah kecerdasan spasial-visualnya. Dengan adanya program diskusi, siswa linguistik verbal dapat melatih keterampilan berbicara. Begitu juga dengan siswa logika-matematika, mereka dapat menganalisis masalah secara logis.

4. Penilaian berganda

Seperti halnya kecerdasan majemuk, penilaian juga berlipat ganda. Artinya, guru tidak mengacu pada satu keterampilan, tetapi memperhatikan kemampuan lainnya. Guru dapat memasukkan strategi pengajaran ke dalam penilaian. Misalnya asesmen keterampilan, tertulis, tes lisan, dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan guru ketika mengajar dengan menggunakan kecerdasan majemuk. Visi utamanya adalah mendidik setiap anak sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi pengalaman belajar yang berharga.

Download:

www.trendguru.id

Comment
Share:

Ad