PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama

Kurikulum Paradigma Baru – Peningkatan mutu pendidikan dilakukan melalui hal yang paling mendasar, yaitu kurikulum. Kurikulum bersifat dinamis sehingga harus selalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman, perlu pembelajaran dengan paradigma baru. Atas dasar inilah kurikulum Sekolah Mengemudi dibentuk.

Dengan kurikulum paradigma baru ini, pembelajaran merupakan siklus yang dimulai dengan pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian untuk meningkatkan pembelajaran sehingga siswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Kurikulum paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan desain pembelajaran dan penilaian sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Dalam paradigma baru pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila berperan sebagai pedoman yang memandu semua kebijakan dan reformasi dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan penilaian.

Mulai tahun ajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013. Kurikulum Paradigma Baru mengutamakan tiga komponen baru, antara lain:

Kurikulum Paradigma Baru ini akan dilaksanakan secara terbatas dan bertahap

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama

melalui program sekolah mengemudi dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan di Indonesia.

  1. berbasis kompetensi

Pengetahuan, keterampilan, dan sikap digabungkan sebagai satu proses yang berkesinambungan sehingga membangun kompetensi yang utuh, sebagai Learning Outcomes (CP).

  1. Pembelajaran yang fleksibel

Penyusunan Hasil Belajar secara bertahap (2-3 tahun per fase), sehingga siswa memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian (TaRL), kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya. Pengurangan isi atau isi agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk menguasai kompetensi yang ditargetkan.

  1. Karakter Pancasila

Sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan non-rutin interdisipliner (proyek) yang berorientasi pada pembentukan dan penguatan karakter berdasarkan kerangka Profil Siswa Pancasila.

Kurikulum ini memperkuat praktik kurikulum berdasarkan konteks satuan pendidikan yang telah diatur dalam kurikulum sebelumnya.

Struktur Kurikulum Baru untuk Sekolah Menengah Pertama

Struktur kurikulum berisi kegiatan belajar-bermain yang mengacu pada pencapaian Hasil Belajar (CP), proyek penguatan profil peserta didik Pancasila, program lain yang dilakukan oleh satuan pendidikan, dan jam kegiatan belajar-bermain.

Kerangka Kurikulum Dasar ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan SNP dalam Kurikulum Baru 2022 untuk jenjang pendidikan menengah pertama (SMP), seperti terlihat pada tabel berikut.

Kurikulum 2013 Arah Perubahan Kurikulum
Informatika sebagai mata pelajaran pilihan dengan mempertimbangkan ketersediaan guru Informatika sebagai mata pelajaran wajib guru yang mengajar tidak harus memiliki latar belakang pendidikan informatika. Buku guru telah disiapkan untuk membantu guru “pemula” dalam mata pelajaran ini.
Jumlah jam pelajaran per minggu di setiap level di K-13. Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan profil Mahasiswa Pancasila dilaksanakan minimal 3 kali dalam satu tahun akademik
Proyek sangat penting, untuk jenjang SMP-SMA minimal 3 kali dalam setahun.

Mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL)? Karena PBL mengakomodasi semua keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan siswa: Komunikasi, Kolaborasi, Berpikir Kritis, dan Kreativitas.

Jumlah jam belajar ditetapkan per tahun.

Contoh mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil. Selama jam pelajaran tahunan terpenuhi, tidak masalah.

Catatan: -Kerajinan menjadi salah satu pilihan. Tidak hanya Seni. Pertimbangan tersebut adalah untuk:

  1. Bagi siswa yang tidak melanjutkan ke SMA.
  2. Meminimalkan perubahan dari K13

-Studi reguler tidak penuh 36 minggu untuk memenuhi alokasi proyek. Bahasa Indonesia: 34 minggu. Informatika: 27 minggu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat ^^

Comment
Share:

Ad