Padahal, dampak yang dirasakan jika menjadi kebiasaan nantinya sangat bermanfaat. Menanamkan karakter pada siswa harus dimulai sejak mereka tiba di awal pelajaran.
Seorang guru yang baik tidak hanya berbagi ilmu, tetapi bisa mendidik siswa. Ki Hajar Dewantara juga menyampaikan bahwa kita harus bisa membimbing peserta didik sesuai dengan fitrahnya dan membentuk karakternya melalui penanaman sikap positif, motivasi, teladan dan kebiasaan kecil yang berdampak besar.
Lalu apa yang bisa dilakukan melalui kebiasaan kecil tapi berdampak baik di awal pelajaran?
1. Mulai dari diri sendiri.
Perilaku guru menjadi faktor penentu dalam kepribadian siswa. Guru tidak hanya terampil mengajar atau berbicara di depan kelas. Namun lebih untuk menjadi panutan bagi siswa. Kita harus lebih berhati-hati dalam bersikap, berpenampilan dan bertutur kata agar menjadi “lembar contekan” bagi siswa.
Periksa dan perhatikan diri kita sendiri, bagaimana penampilan kita. Apakah sesuai dengan keadaan dan situasi. Memakai pakaian yang rapi, sopan dan bersih. Bau badan guru juga akan mempengaruhi mood siswa. Jangan berlebihan dalam penampilan atau riasan. Guru yang berpenampilan menarik akan membuat siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran kita.
2. Biasakan untuk menyapa.
Saya menanamkan kepercayaan pada siswa, salam adalah doa. Jadi dengan menyapa dan menanggapi, kita telah mendoakan diri kita sendiri dan orang lain. Pembiasaan ini dapat dilakukan ketika ada guru atau tidak ada guru dan kepada siapa saja.
Sikap yang diteladani adalah kesantunan dan saling menghargai. Jadi, dengan membiasakan diri mengucapkan salam di kelas, maka akan timbul kepercayaan bahwa sapaan itu dapat digunakan atau digunakan saat bertemu dengan orang lain baik kepada yang lebih muda darinya maupun kepada orang yang lebih tua.
Dengan harapan akan muncul kesantunan dari dalam diri siswa dan mereka akan lebih menghargai orang lain.
3. Membaca doa belajar
Kebiasaan baik ini dilakukan agar kita selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa ilmu itu berasal dari Tuhan. Dengan membaca doa juga ada harapan mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat dalam pembelajaran yang dilakukan.
Ciri manusia beriman adalah selalu mengingat Tuhan, oleh karena itu juga sesuai dengan sila 1 pancasila, menurut saya kebiasaan baik ini wajib dan harus selalu dilakukan pada awal pembelajaran bersama siswa. Keyakinan yang saya tanamkan kepada murid-murid saya adalah bahwa Tuhanlah yang memberi.
Maka manusia adalah hamba yang penuh dengan kekurangan, untuk itu kita harus selalu berdoa memohon pertolongan kepada Allah. Untuk pelaksanaannya, mulailah dengan doa-doa sederhana yang mudah diingat siswa. Jangan dipaksakan jika siswa tidak mampu, bimbing mereka dalam membaca doa. Pelan-pelan setelah mulai menghafal doa, tunjuklah seorang pemimpin doa.
Pemimpin dapat dipilih dari siswa pertama yang datang ke sekolah atau yang paling antusias. Hal itu dilakukan untuk mengapresiasi para siswa tersebut dan memotivasi siswa lainnya untuk selalu semangat dan semangat berangkat ke sekolah sejak dini.
4. Ucapkan Pancasila
Saat ini, banyak orang dewasa yang tidak hafal Pancasila. Bahkan, bagian-bagian dari Pancasila sering dijadikan “lelucon”. Lalu kalau tidak hafal dan tahu sila-silanya, bagaimana kita bisa mengamalkan nilai-nilai itu dalam kehidupan kita. Langkah mudah dalam pelaksanaannya adalah ketua kelas mengucapkannya dan diikuti oleh seluruh siswa di kelas.
Setelah menyelesaikan kegiatan ini, guru dapat memberikan contoh sikap mengamalkan salah satu sila, misalnya guru dapat mengapresiasi pembiasaan siswa yang giat belajar dan semangat sekolah sebagai bentuk mengamalkan sila kedua.
5. Nyanyikan lagu wajib
Selain dapat menumbuhkan rasa nasionalisme pada siswa, manfaat membiasakan diri menyanyikan lagu-lagu wajib tersebut juga akan meningkatkan semangat belajar siswa. Kaitkan bahan ajar dengan isi lagu yang wajib dinyanyikan. Misalnya kita akan mempelajari geografi Indonesia, maka kita bisa menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”.
Dipimpin oleh guru atau bisa juga siswa yang berada di depan diiringi dengan tepuk tangan tentunya siswa akan bersemangat untuk memulai pembelajaran dan tertarik untuk mengikuti pelajaran yang sedang kita lakukan bersama mereka. Dampak jangka panjangnya siswa akan terbiasa dengan jiwa nasionalisme, cinta tanah air dan menghargai kemerdekaan dengan belajar.
6. Menghafal Bahan Ajar
Dalam kegiatan ini siswa kami biasakan untuk mengulang materi dengan cara menghafalkan materi yang berhubungan dengan pelajaran kami. Saya ambil contoh ketika kita belajar tentang matematika, kita bisa meminta siswa untuk menghafalkan perkalian, rumus matematika, atau tentang ciri-ciri bidang/ruang. Dengan perilaku yang berulang diharapkan siswa dapat mengingat materi dalam waktu yang lama.
Dengan penyesuaian-penyesuaian kecil di atas, seharusnya guru bisa menerapkan dan membiasakannya di kelas sejak awal pembelajaran, tidak harus sama atau harus seperti penerapan saya di atas.
Kita bisa memodifikasi berbagai kebiasaan baik yang ada agar sesuai dengan kebutuhan belajar siswa kita. Pada hakekatnya pula, masa-masa awal pembelajaran merupakan masa dimana siswa sangat antusias dalam belajar.
Mereka sudah tidak sabar ingin tahu seperti apa materi dan metode pembelajaran hari ini. Sehingga tugas guru adalah memberikan motivasi dan semangat di awal pembelajaran dengan membuat kebiasaan baik yang berdampak besar.
Terima kasih telah berkunjung, jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk membagikannya.
www.trendguru.id








