
Hai Sobat, apakah kamu punya tabungan di bank? Selain aman, menabung di bank juga dapat memberikan keuntungan lain yaitu peningkatan tabungan melalui skema bunga bank. Jumlah bunga yang Anda dapatkan per bulan juga bisa berubah. Jika bunga yang Anda dapatkan tetap, artinya Anda mendapatkan bunga tunggal. Lalu, apa rumus bunga tunggal? Yuk, lihat selengkapnya!
Pengertian Bunga Tunggal
Bunga tunggal adalah bunga yang ditentukan berdasarkan simpanan awal dan tidak berubah setiap periodenya. Artinya, besaran bunga bergantung pada tabungan awal Sobat dan berapa lama pun Anda menabung, bunganya akan selalu sama. Contoh jenis tabungan yang menerapkan sistem bunga tunggal adalah sukuk, obligasi, dan deposito. Apakah Sobat memiliki salah satu dari ketiga jenis tabungan ini? Misalnya, Anda berinvestasi Rp. 5.000.000 secara eceran dengan keuntungan 12% per tahun. Masa berlaku retail adalah 12 bulan atau 1 tahun. Keuntungan yang akan Anda dapatkan akan dikirim setiap bulan selama 1 tahun. Kira-kira, berapa total keuntungan Anda dalam 1 tahun? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti artikel ini.
Formula Bunga Tunggal
Dasar perhitungan bunga tunggal adalah setoran awal atau simpanan awal. Ada dua rumus yang bisa Anda gunakan mengenai perhitungan bunga tunggal, yaitu sebagai berikut.
“”
Formula Bunga Tunggal
Secara matematis, hubungan antara bunga tunggal dan tabungan awal dinyatakan dalam rumus berikut.

Dengan:
SAYA = jumlah bunga setelahnya T tahun;
ps = persentase bunga; Dan
T = panjang tahun.
Karena itu T dalam tahun, maka Anda dapat mengubahnya menjadi bulan, sehingga Anda mendapatkan rumus bunga bulanan seperti di bawah ini.

Lalu, bagaimana dengan perhitungan hari? Tenang, kok kamu bisa menentukan besaran bunga per hari, yaitu dengan persamaan:

Jadi, jika Anda mengetahui besarnya bunga setiap periode dan tabungan awal (M0), maka persentase bunga dapat dicari dengan persamaan berikut.

Perhatikan contoh berikut.
Ani menabung di bank dengan simpanan awal Rp 1.200.000. Setelah satu tahun, tabungan Ani berjumlah Rp 1.224.000. Tentukan persentase bunga tunggal!
Diskusi:
Pertama, tentukan besarnya bunga setelah 1 tahun.

Selanjutnya, tentukan persentase bunga dengan persamaan berikut.

Jadi, bunga tunggal per tahun adalah 2%.
Rumus Penghematan Total Setelah Dijumlahkan Bunga Tunggal
Setelah mengetahui cara menentukan besarnya bunga, kini saatnya Anda mengetahui rumus jumlah total tabungan selama bertahun-tahun. T tahun dengan skema bunga tunggal. Rumus total tabungan setelah ditambah bunga adalah sebagai berikut.

Dengan:
MT = tabungan setelah T tahun;
M0 = tabungan awal;
T = jumlah tahun atau periode; Dan
ps = persen bunga per periode atau tahun.
Untuk lebih jelasnya, lihat pembahasan lanjutan dari pertanyaan sebelumnya.
Anda berinvestasi retail sebanyak Rp 5.000.000 dengan keuntungan 12% per tahun. Masa berlaku retail adalah 12 bulan atau 1 tahun. Keuntungan yang akan Anda dapatkan akan dikirim setiap bulan selama 1 tahun. Jika Anda tidak pernah mengambil keuntungan pada batas waktu, berapa total investasi Anda dalam 5 bulan?
Diskusi:
Pertama-tama, tentukan dulu jumlah keuntungan selama 1 bulan.

Artinya, setiap bulan Anda akan mendapatkan keuntungan tetap yaitu Rp 8.333,33. Setelah 5 bulan, total investasi Anda adalah sebagai berikut.

Jadi, total investasi Anda dalam 5 bulan menjadi Rp 5.041.666,6.
Perbedaan antara Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Selain bunga tunggal, tentunya Anda juga akan mengenal bunga majemuk. Perbedaan antara bunga tunggal dan bunga majemuk adalah pada bunga tunggal tingkat bunga selalu tetap karena mengacu pada tabungan awal. Jika disusun dalam bentuk barisan, sistem bunga tunggal ini akan membentuk barisan aritmetika karena selisihnya akan selalu konstan. Sedangkan pada tabungan majemuk, tingkat bunga tidak tetap dan bergantung pada penambahan tabungan sebelumnya. Jika disusun dalam bentuk barisan, sistem bunga majemuk akan membentuk barisan geometri.
Contoh soal
Agar Anda lebih memahaminya, mari kita lihat contoh soal di bawah ini.
Contoh Soal 1
Seorang nasabah bank melakukan setoran awal di buku tabungannya sebesar Rp 1.500.000. Pihak bank menjelaskan bahwa berlaku sistem bunga tunggal yang dihitung sebesar 3% per tahun. Jika nasabah hanya ingin menabung untuk jangka waktu 15 bulan tanpa penarikan terlebih dahulu, berapa total tabungan yang dapat ditarik?
Diskusi:
Dikenal:
M0 = Rp 1.500.000
ps = 3% per tahun
N = 15 bulan ↔ T = 1,25 tahun
diminta: M1 =…?
Menjawab:
Pertama, tentukan berapa bunga yang akan dia dapatkan per bulan.

Artinya setiap bulan nasabah akan mendapatkan Rp. 3.750 bunga. Selanjutnya, tentukan besarnya bunga selama 15 bulan.

Jadi, total tabungan yang bisa diambil oleh nasabah ini selama 15 bulan menabung adalah Rp 1.556.250.
Contoh Soal 2
Maher menginvestasikan Rp 32.000.000. Setelah menginvestasikan uangnya selama 3 tahun tanpa penarikan, Maher terkejut karena uangnya menjadi Rp 35.000.000. Jika investasi menggunakan sistem bunga tunggal, berapakah persentase bunga tahunannya?
Diskusi:
Pertama, tentukan total bunga yang diperoleh selama 3 tahun.

Jadi, bunga tahunan adalah Rp 3.000.000 : 3 = Rp 1.000.000.
Selanjutnya, tentukan persen bunga per tahun dengan persamaan berikut.

Jadi, persentase bunga tahunan adalah 3,125%.
Contoh Soal 3
Saat pertama kali bekerja, Pak Hasan menerima gaji awal sebesar Rp 3.200.000. Peraturan perusahaan menyatakan bahwa setiap karyawan akan mendapatkan kenaikan gaji 5% setiap tahun. Namun, hanya dalam waktu 10 tahun. Kenaikan bersifat tetap karena dihitung berdasarkan gaji awal yang dimasukkan. Berapa gaji pak hasan setelah bekerja selama 12 tahun
Diskusi:
Karena kenaikan gaji bersifat tetap, Anda bisa menggunakan rumus bunga tunggal berikut ini.

Ingat, kenaikan gaji hanya berlaku selama 10 tahun. Jika Pak Hasan sudah bekerja selama 12 tahun, berarti kenaikan gajinya sama dengan kenaikan gaji 10 tahun.

Jadi, gaji Pak Hasan setelah bekerja selama 12 tahun adalah Rp 4.800.000.
Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bermanfaat untuk Sobat. Untuk mendapatkan materi lengkapnya, buruan gabung dengan Quipper Video. Salam Quippers!
www.quipper.com







