Table of contents: [Hide] [Show]

pusatdapodik.com kali ini kita akan membahas hukum K3 yang meliputi pengertian, teori dasar, makalah, rumus, bunyi hukum K3 dan cara menghitung hambatan/tahanan, menghitung tegangan dan cara menghitung arus listrik beserta contoh soalnya.

Pengertian Hukum OHM

Hukum Ohm adalah pernyataan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui suatu penghantar akan selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan padanya. Suatu benda yang berkonduksi dapat dikatakan memenuhi hukum Ohm jika nilai resistansinya tidak bergantung pada besar dan polaritas beda potensial yang diterapkan padanya. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis konduktor, istilah “hukum” tetap digunakan karena alasan historis.

komponen parameter dalam hukum OHM
komponen parameter dalam hukum OHM

Secara matematis hukum Ohm dinyatakan dengan persamaan:

V = IR

Informasi :

Saya adalah arus listrik yang mengalir pada penghantar dalam satuan Ampere.
V adalah tegangan listrik yang ada pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang ada pada suatu penghantar dalam satuan ohm.

Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan dalam makalah berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.

Suara Hukum OHM

Besarnya arus listrik (Saya) yang mengalir melalui penghantar atau penghantar akan selalu berbanding lurus dengan beda potensial/tegangan (V) diterapkan padanya dan berbanding terbalik dengan resistansi (R)

Untuk lebih jelas tentang Hukum Ohm, Anda dapat melakukan kerja praktek dengan rangkaian elektronika sederhana seperti gambar di bawah ini:

Rangkaian dasar hukum ohm
Rangkaian dasar hukum ohm

hanya membutuhkan Generator DC (Power Supply), Voltmeter, Ammeter, dan Potensiometer sesuai nilai yang dibutuhkan. Dari rangkaian elektronika sederhana tersebut, Anda dapat membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang diperoleh dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Resistansi/hambatan (R).

Rumus

Rumus untuk menghitung Arus Listrik
Saya = V / R

Rumus untuk menghitung Tegangan atau Beda Potensial
V = I x R .

Rumus menghitung Nilai Perlawanan
R=V/I

Contoh soal

Menghitung Resistansi/Hambatan (R)

Jika nilai Tegangan pada Voltmeter (V) yaitu 12V dan nilai Arus Listrik (Saya) dalam ammeter adalah 0,5A. Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer?
Masukkan nilai Tegangan 12V dan Arus Listrik 0,5A ke dalam Rumus Ohm seperti dibawah ini :
R=V/I
R = 12 /0,5
R = 24 Ohm
Nilai resistansi adalah 24 Ohm

Hitung tegangan

Atur nilai Resistansi atau Resistansi Potensiometer sebesar 500 Ohm, kemudian atur Generator DC agar mendapat Arus Listrik (I) sebesar 10mA. Apa itu Tegangan?

Konversi terlebih dahulu satuan Arus Listrik (I) yang masih satu miliAmpere menjadi satuan Ampere yaitu: 10mA = 0,01 Ampere. Masukkan nilai Resistansi Potensiometer 500 Ohm dan Nilai Arus Listrik 0,01 Ampere ke dalam Rumus Hukum Ohm
V = I x R
V = 0,01 x 500
V = 5 Volt
nilainya 5Volt.

Menghitung arus listrik

Setting Generator DC atau Power Supply agar menghasilkan Output Tegangan 10V, lalu atur Nilai Potensiometer menjadi 10 Ohm. Berapa nilai Arus Listrik?

Masukkan nilai Tegangan 10V dan Nilai Resistansi Potensiometer yaitu 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm
Saya = V / R
Saya = 10/10
I = 1 Ampere
hasilnya 1 Ampere

Demikian penjelasannya pusatdapodik.com tentang hukum K3 dan berbagai rumus beserta contoh soalnya, semoga bermanfaat

Bahan Terkait:

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *