Model Layanan BK SMK – Wajib Dipahami oleh Guru Bimbingan Konseling

- Penulis

Minggu, 4 Juni 2023 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bertema.com  11

Bertema.com 11

pusatdapodik.com – Model Pelayanan SMK BK – Harus Dipahami Guru Bimbingan Konseling.

Model Pelayanan SMK BK akan mampu mengatasi masalah yang ada saat ini di dunia pendidikanseperti intoleransi, intimidasi (intimidasi), dan kekerasan seksual sudah banyak terjadi.

Konsep diri, kepercayaan diri, harga diri, dan pertumbuhan emosional siswa dapat berubah menjadi negatif.

Selain itu, potensi dan prestasi siswa juga belum berkembang dengan baik.

Akibatnya, perkembangan siswa dapat terhambat sebagai proses pencapaian tujuan di masa yang akan datang.

Model Pelayanan SMK BK

Model Layanan BK SMK – Wajib Dipahami Guru Bimbingan Konseling

Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di setiap satuan pendidikan,

yang berupaya memfasilitasi dan memberdayakan peserta didik untuk mencapai perkembangan yang utuh dan optimal.

Sebagai komponen integral, wilayah bimbingan dan konseling mandiri bersinergi secara terpadu dengan wilayah layanan administrasi dan manajemen, serta wilayah kurikulum dan pembelajaran pendidikan.

Orang mandiri yang dimaksud adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dengan baik dan merespon secara tepat kebutuhan lingkungannya.

Siswa pada akhirnya diharapkan mampu mencapai kesejahteraan batin
hidupnya (kesejahteraan).

Peran bimbingan dan konseling saat ini dipandang semakin penting bila dikaitkan dengan tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Pengaruh teknologi dan informasi yang semakin canggih, perubahan orientasi hidup yang begitu cepat akan berdampak pada perilaku siswa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini semakin berkembang lintas ideologi yang dapat bertentangan dengan ideologi pancasila sehingga diperlukan upaya untuk mengantisipasi hal tersebut.

Dalam konteks perubahan saat ini, peran bimbingan dan konseling perlahan-lahan semakin eksis dan diakui, baik secara ilmiah maupun praktis dan praktis.

Bimbingan dan konseling dalam setting pendidikan semakin penting dan sinergis untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang holistik.

Keberadaan bimbingan dan konseling dapat dilihat dari Capaian Pelayanan Bimbingan dan Konseling (CLBK)

dengan upaya mewujudkan kesejahteraan hidup (kesejahteraan), profil siswa pancasila dan penguatan pendidikan karakter siswa.

Ukuran kesejahteraan meliputi penerimaan diripenerimaan diri), hubungan positif dengan orang lain (hubungan positif dengan orang lain),

otonomi (otonomi), penguasaan lingkungan (penguasaan lingkungan), tujuan hidup (tujuan dalam hidup), serta pertumbuhan pribadi (pengembangan diri).

Unsur-unsur Profil Mahasiswa Pancasila meliputi Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kebhinnekaan global, gotong royong, kemandirian, berpikir kritis, dan kreativitas.

Selanjutnya nilai-nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) meliputi religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas.

Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pada setiap jenjang memiliki arah dan tujuan sesuai dengan tugas perkembangan konseli yang dirumuskan dalam bentuk standar
Kompetensi Kemandirian Siswa (SKPD).

Di dalam SKPD Ada 11 aspek perkembangan yaitu

(1) landasan kehidupan beragama,

(2) landasan perilaku etis,

(3) kematangan emosi,

(4) kematangan intelektual,

(5) kesadaran akan tanggung jawab sosial,

(6) kesadaran gender,

(7) pengembangan diri,

(8) perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomi),

Baca Juga :  Pengertian Dan Ruang Lingkup Ekologi

(9) wawasan dan kesiapan karir,

(10) kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan

(11) kesiapan menikah dan berkeluarga.

Masa sekolah merupakan masa yang paling tepat bagi siswa untuk mengembangkan jati dirinya.

sebagai pribadi yang unik dan efektif, pembelajar sepanjang hayat, manusia yang produktif, dan manusia yang hidup rukun dalam perbedaan.

Pengembangan jati diri ini dapat diupayakan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling

secara terencana dan sistematis melalui layanan bimbingan dan konseling pribadi, studi, sosial, dan karir.

Program bimbingan dan konseling memberikan layanan terpadu dengan program pengembangan bagi seluruh aspek kehidupan siswa di sekolah.

Bimbingan dan konseling berusaha untuk mengidentifikasi kebutuhan di bidang pribadi, sosial, pembelajaran, dan karir yang merupakan kegiatan penting

dalam mengatasi hambatan dalam mencapai prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap siswa.

Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan pribadi, sosial, pembelajaran, dan karir merupakan kunci keberhasilan bagi keberhasilan kehidupan siswa di masa yang akan datang.

Kebutuhan hidup saat ini membutuhkan peran layanan bimbingan dan konseling inspirasional, mengingat kompleksitas dan keragaman program pendidikannya.

Sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, maka perlu adanya layanan bimbingan dan konseling

semakin mendesak sehingga penyusunan pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.

Dengan demikian sejak awal satuan pendidikan memiliki arah yang jelas yang akan diikuti oleh setiap penyelenggara layanan bimbingan dan konseling.

Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pelayanan yang akan menjadi acuan bagi sekolah untuk diadaptasi atau diadopsi oleh sekolah mengemudi.

Model layanan bimbingan dan konseling yang sepenuhnya menstimulus pengembangan kompetensi dan karakter secara holistik, yang dapat diimplementasikan

melalui proses pelayanan yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi bagi peserta didik dalam dinamika berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggung jawab.

Program bimbingan dan konseling yang disusun harus mengakomodir seluruh kegiatan pelayanan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat menyelesaikan tahapan tersebut

prestasi pelayanan dalam rangka menyelesaikan tugas perkembangan sesuai dengan tingkat usianya.

Oleh karena itu layanan bimbingan dan konseling harus dirancang sesuai dengan Standar Kompetensi Peserta Didik Mandiri (SKPD) yang telah dipaparkan

dalam pencapaian layanan bimbingan dan konseling, serta diintegrasikan ke dalam struktur kurikulum untuk mendukung terwujudnya profil siswa yang pancasila.

Tujuan Model Pelayanan SMK BK

1. Sebagai model layanan Bimbingan dan Konseling di SMK dan dapat memberikan contoh praktik bagi guru Bimbingan dan Konseling atau konselor di SMK dalam upaya

memahami kebutuhan dan karakteristik perkembangan siswa atau konseli sebagai acuan layanan Bimbingan dan Konseling.

2. Sebagai contoh dan inspirasi bagi guru Bimbingan dan Konseling atau konselor di SMK dalam mengelola program Bimbingan dan Konseling di sekolah antara lain

merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, menindaklanjuti dan mengembangkan program Bimbingan dan Konseling.

3. Menginspirasi guru Bimbingan dan Konseling atau konselor di SMK dalam melaksanakan berbagai layanan Bimbingan dan Konseling dalam upaya membantu

Baca Juga :  Pengertian Meteor : Ciri, Jenis dan Proses Terbentuknya Meteor

siswa/konseli mencapai perkembangan yang optimal dalam berbagai aspek kehidupan.

4. Sebagai contoh/inspirasi bagi pimpinan satuan pendidikan, dinas pendidikan, pengawas sekolah, lembaga pendidikan bagi calon guru Bimbingan dan Konseling atau

konselor, organisasi profesi Bimbingan dan Konseling, dan komite sekolah dalam memantau, mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMK.

Ruang Lingkup Model Pelayanan BK SMK

Model inspirasional ini disusun untuk mencakup ruang lingkup berikut:

1. Pendekatan layanan Bimbingan dan Konseling melalui layanan langsung (tatap muka dan virtual) dan tidak langsung (melalui media);

2. Strategi layanan Bimbingan dan Konseling melalui:

(1) bimbingan individu, (2) bimbingan kelompok, (3) bimbingan kelompok, (4) bimbingan klasikal, (5) bimbingan kelas besar atau lintas kelas, (6) konsultasi,

(7) kolaborasi, (8) transfer kasus, (9) konferensi kasus, (10) layanan advokasi, dan (11) layanan spesialisasi;

3. Komponen program layanan Bimbingan dan Konseling meliputi layanan dasar, layanan spesialisasi dan perencanaan individu, layanan responsif dan dukungan sistem; Dan

4. Bidang Bimbingan dan Konseling meliputi pribadi, studi, sosial dan karir.

Pengguna

Model layanan Bimbingan dan Konseling yang inspiratif ini ditujukan bagi pemangku kepentingan
kepentingan layanan bimbingan dan konseling, yaitu:

1. Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling berdasarkan pedoman tersebut.

2. Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran
Guru kelas dan guru mata pelajaran menyelenggarakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling berdasarkan pedoman tersebut.

3. Kepala Sekolah
Kepala sekolah mendukung memfasilitasi penyediaan layanan bimbingan dan
konseling, supervisi, dan evaluasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah masing-masing.

4. Komite Sekolah
Komite sekolah memberikan dukungan kebijakan, fasilitas dan dana untuk pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.

5. Pengawas Sekolah
Pengawas sekolah mengawasi dan membimbing pelaksanaan program pendidikan di sekolah, khususnya bimbingan dan konseling berdasarkan pedoman tersebut.

6. Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan memberikan kebijakan yang mendukung pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah.

7. Lembaga Pendidikan Calon Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor

Lembaga pendidikan yang mempersiapkan calon guru bimbingan dan konseling atau konselor mengembangkan kurikulum untuk mempersiapkan guru bimbingan dan konseling atau konselor.

8. Organisasi Profesi Bimbingan dan Konseling
Organisasi profesi memberikan dukungan dalam pengembangan profesi guru bimbingan dan konseling atau konselor.

9. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan dan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK) menggunakannya sebagai bahan penyuluhan, pelatihan, dan/atau bimbingan teknis.

Model Pelayanan SMK BK kamu bisa mengunduh Di Sini.

Baca Juga:

1. Model Layanan SD BK

2. Model Pelayanan SMP BK

3. Model Pelayanan BK SMA

Dengan demikian Model Pelayanan SMK BKSemoga bermanfaat bagi Anda para Stakeholder Bimbingan Konseling.

Referensi: Model Layanan Bimbingan dan Konseling Inspiratif di SMK

pusatdapodik.com

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB