PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Observasi Kualitatif dan Kuantitatif, Apa Bedanya?

Observasi Kualitatif dan Kuantitatif, Apa Bedanya?

pengamatan kualitatif
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan manusia sangat didukung oleh kemajuan di bidang penelitian. Salah satu komponen penting dalam suatu penelitian ilmiah adalah melalui proses observasi atau observasi. Dimana, proses observasi dibagi menjadi dua yaitu observasi kuantitatif dan observasi kualitatif. Apa bedanya?

Pada dasarnya observasi atau observasi adalah kegiatan mengamati dan mencatat objek-objek yang diamati, seperti makhluk hidup dan benda tak hidup. Semakin rinci suatu pengamatan, maka penelitian yang dilakukan akan semakin mendalam dan komprehensif. Jadi observasi dapat dikatakan hasil berdasarkan temuan faktual.

Rekaman informasi selama penelitian, selama penelitian kemudian dimasukkan dalam laporan. Laporan pengamatan harus memuat hal-hal yang diamati, waktu pengamatan, hasil pengamatan, dan kesimpulan. Dalam metode ilmiah, observasi dibagi menjadi dua cara, yaitu observasi kualitatif dan observasi kuantitatif.

  1. Observasi Kualitatif

Hal ini dilakukan dengan menggunakan organ atau indera manusia seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, kulit untuk disentuh, dan lidah untuk mengecap. Data yang dihasilkan dari observasi kualitatif adalah data kualitatif.

Walaupun observasi kualitatif ini tidak detail, namun diyakini dapat menghasilkan observasi yang lebih baik. Sebagai contoh; seperti hidung yang bisa mencium bau bumbu dan masakan di dapur.

  1. Pengamatan Kuantitatif

Observasi kuantitatif adalah observasi yang dilakukan dengan kalkulator, dimana hasil observasinya berupa data numerik. Pengamatan ini berbeda dengan pengamatan kualitatif yang hanya mengandalkan panca indera tanpa alat apapun.

Artinya pengamatan kuantitatif dilakukan secara detail, bukan secara umum, sehingga hasilnya dapat lebih akurat dan teliti. Sebagai contoh; mengamati seberapa detail ukuran benda, mengamati seberapa cepat benda tumbuh, serta menghitung diameter lingkaran pada ban sepeda.

Pengamatan kuantitatif ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur seperti; penggaris, timbangan, hitungan, perhitungan lebar dan luas dan sebagainya. Selain menggunakan alat, pengamatan kuantitatif ini menggunakan satuan SI sebagai satuan atau satuan yang bersifat universal, artinya berlaku dan diterima di seluruh dunia.

Comment
Share:

Ad