PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Pengertian Hati : Fungsi, Struktur Bagian, Gangguan dan Penyakit Pada Hati Manusia

Pengertian Hati : Fungsi, Struktur Bagian, Gangguan dan Penyakit Pada Hati Manusia

Hati Hepar

Fungsi hati – Apa yang dimaksud dengan hati? Apa fungsi hati? Apa itu hati? Apa fungsi hati dan empedu? Sebutkan kelainan dan penyakit yang menyerang liver!

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian liver, struktur bagian-bagian, fungsi, kelainan dan penyakit liver manusia secara lengkap.

Baca Juga : Fungsi Pankreas

Isibersembunyi

1
Memahami Hati
2
Struktur dan Bagian Jantung
3
Fungsi hati

3.1
Sebagai Produsen Empedu
3.2
Sebagai Detoksifikasi Racun
3.3
Pemegang Filter Glikogen
3.4
Pengatur Suhu Tubuh
3.5
Mencegah Penggumpalan Darah
3.6
Penyimpanan Mineral
3.7
Penghapusan Zat Bilirubin
3.8
Pengontrol Sirkulasi Tubuh
3.9
Kontrol Hormon Tubuh
3.10
Penyimpanan Vitamin
3.11
Pengontrol Asam Amino
3.12
Membantu pembentukan eritrosit pada janin
3.13
Mengatur Komposisi Darah Yang Masuk Dalam Tubuh
3.14
Menyempurnakan Sel Darah Merah
3.15
Pengubah Zat Makanan dari Usus
3.16
Mengkonsumsi Organisme dan Anti Gen
3.17
Produksi Sistem Kekebalan Tubuh
3.18
Membentuk Urea
3.19
Pengemulsi Lemak dan Makanan
3.20
Penghancuran Sel Eritrosit
3.21
Mengeluarkan Zat Berbahaya pada Pembuluh Darah
4
Gangguan dan Penyakit Hati

4.1
Hepatitis (Peradangan Hati)

4.1.1
Hepatitis A
4.1.2
Hepatitis B
4.1.3
Hepatitis C
4.2
Penyakit kuning
4.3
Sirosis Hati

Memahami Hati

Hati atau liver merupakan kelenjar terbesar pada tubuh manusia. Letak hati berada di rongga perut sebelah kanan atas (abdomen), tepatnya di bawah diafragma.

Hati berwarna merah kecoklatan tua dan berat hati sekitar 3-5% dari berat badan seseorang. Rata-rata berat hati pada orang dewasa adalah sekitar 1,4 kg hingga 2 kg. Hati merupakan salah satu organ yang memiliki banyak fungsi untuk menunjang kehidupan.

Berdasarkan fungsinya, hati termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini karena hati membantu fungsi ginjal dengan memecah beberapa senyawa beracun dan memproduksi amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa beracun disebut proses detoksifikasi hati.

Struktur dan Bagian Jantung

Ada 2 bagian utama hati, yaitu belahan kanan yang disebut lobus kanan, dan belahan kiri yang disebut lobus kiri.

Lobus kanan dan kiri dipisahkan oleh suatu struktur yang disebut fissura yang terbentuk dari gabungan sejumlah ligamen. Setiap lobus terdiri dari unit fungsional berbentuk heksagonal yang disebut lobulus. Di tengah lobulus terdapat vena yaitu vena sentral. Masing-masing vena sentral kemudian akan bergabung membentuk vena hepatika yang merupakan vena utama di hati. Struktur yang memisahkan satu lobulus dengan lobulus lainnya disebut lakuna. Jika diperhatikan lebih jauh, jaringan lobolus hati tersusun atas sel-sel hepatosit. Sel-sel hepatosit dipisahkan oleh kanalikuli, kemudian masing-masing kanalikuli akan bergabung membentuk saluran empedu.

Arteri hepatik membawa darah yang kaya oksigen dan nutrisi dari jantung dan memasok sekitar 20% darah hati. Sedangkan vena portal hepatik membawa darah dari sistem pencernaan. Darah mengandung produk metabolisme dan pencernaan. Vena porta menyuplai sekitar 80% darah hati, sedangkan darah akan keluar dari vena sentral menuju vena hepatik dan vena cava inferior.

Fungsi hati

Secara umum fungsi hati antara lain:

  • Fungsi Vaskularyaitu fungsi hati untuk menyimpan dan menyaring darah.
  • Fungsi Sekretoriyaitu fungsi hati untuk menghasilkan urea dan garam empedu yang kemudian didistribusikan melalui saluran menuju saluran pencernaan.
  • Fungsi Metabolikyaitu fungsi hati untuk melakukan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan komponen tubuh lainnya.
  • Fungsi Penyimpananyaitu fungsi hati untuk menyimpan lemak, glikogen, vitamin dan zat besi yang akan dikeluarkan saat tubuh membutuhkannya.
  • Fungsi Penawar RacunArtinya, jika makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung racun, maka hati akan mengubah komponen racun tersebut agar dapat dimanfaatkan atau dikeluarkan dari dalam tubuh. Misalnya hasil metabolisme karbohidrat yang menghasilkan asam laktat akan diubah menjadi glikogen sehingga dapat digunakan sebagai cadangan energi. Contoh lainnya, hasil metabolisme protein yang menghasilkan amonia akan diubah menjadi urea dan dikeluarkan dari tubuh melalui urin melalui proses buang air kecil.

Secara lebih rinci, fungsi hati manusia antara lain:

Sebagai Produsen Empedu

Empedu yang dihasilkan hati diperlukan dalam proses pencernaan, yaitu untuk memecah lemak. Empedu disimpan di kantong empedu. Saat seseorang mengonsumsi makanan berlemak, kandung empedu akan mengeluarkan empedu ke dalam lambung untuk membantu asam memecah lemak di lambung.

Sebagai Detoksifikasi Racun

Hati berfungsi untuk memberikan atau menetralisir zat-zat yang masuk ke dalam tubuh yang berpotensi bersifat racun, sehingga secara tidak langsung dapat mencegah penyakit dalam tubuh. Zat yang biasa dianggap racun antara lain nikotin, alkohol, dan obat-obatan.

Pemegang Filter Glikogen

Glikogen atau gula otot merupakan energi yang dibutuhkan manusia untuk beraktivitas. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan dalam proses pencernaan akan dihasilkan suatu zat berupa glukosa. Glukosa tersebut kemudian akan diubah menjadi hormon insulin dan menjadi glikogen. Sebelum digunakan, glikogen akan disimpan sementara di hati. Jika glikogen sudah terpakai dan tersisa maka akan berubah menjadi lemak.

Baca Juga: Fungsi Kandung Empedu

Pengatur Suhu Tubuh

Hati berfungsi mengatur suhu dalam tubuh agar tetap netral. Jika Anda berada di lingkungan bersuhu rendah, hati akan meningkatkan suhu dalam tubuh. Jika Anda berada di lingkungan bersuhu tinggi, hati akan menurunkan suhu tubuh.

Mencegah Penggumpalan Darah

Umumnya penggumpalan darah terjadi saat ada luka. Agar tidak terjadi penggumpalan darah dan luka cepat menutup, hati akan melepaskan protrombin dan fibrinogen yang akan bekerja menutup luka dan mencegah penggumpalan darah.

Penyimpanan Mineral

Hati dapat menyimpan mineral dalam tubuh dan mineral yang akan dikeluarkan jika tubuh menggunakannya. Misalnya saja zat besi yang digunakan untuk membuat hemoglobin yang membantu pembentukan eritrosit.

Penghapusan Zat Bilirubin

Bilirubin merupakan salah satu zat pewarna empedu. Bilirubin merupakan zat sisa tidak langsung karena diproduksi oleh hati atau merupakan produk sisa pemecahan hemoglobin. Zat ini sangat tidak baik bagi tubuh dan harus dikeluarkan melalui sistem ekskresi. Karena adanya zat ini, hasil ekskresi baik feses maupun urine berwarna kuning.

Pengontrol Sirkulasi Tubuh

Hati juga berfungsi mengontrol sirkulasi tubuh agar menjadi lancar dan normal.

Kontrol Hormon Tubuh

Hati menghasilkan sejumlah hormon, umumnya hormon yang berhubungan dengan pengubahan glukosa menjadi glikogen atau sebaliknya.

Penyimpanan Vitamin

Sebelum didistribusikan ke seluruh tubuh, vitamin, baik vitamin yang larut dalam air (B dan C) maupun vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, dan K) disimpan terlebih dahulu di hati.

Pengontrol Asam Amino

Hati berfungsi sebagai pengontrol atau pengatur asam amino dalam tubuh. Jika asam amino berlebih, hati akan menyimpannya. Bila diperlukan, asam amino tersebut akan disuplai kembali.

Membantu pembentukan eritrosit pada janin

Eritrosit atau sel darah merah pada janin belum terbentuk sempurna. Untuk itu hati dapat membantu pembentukan eritrosit dengan cara merombaknya sehingga dapat memproduksi eritrosit dengan baik.

Mengatur Komposisi Darah Yang Masuk Dalam Tubuh

Darah yang masuk ke dalam tubuh pasti tersusun dari beberapa komponen seperti lemak, gula, protein serta beberapa zat lain yang diperlukan tubuh. Sebab darah berfungsi untuk mengedarkan nutrisi dalam tubuh ke organ lainnya. Oleh karena itu, hati berperan sebagai pengatur komposisi darah ketika melewati hati.

Menyempurnakan Sel Darah Merah

Sel darah merah (eritrosit) merupakan cairan yang tidak dapat bertahan lama di dalam tubuh. Oleh karena itu, hati membantu memurnikan eritrosit dengan zat hermatin.

Pengubah Zat Makanan dari Usus

Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan diproses di dalam usus, proses pencernaan di dalam usus memerlukan waktu yang lama karena di dalam usus zat-zat makanan yang masih dapat digunakan akan diserap. Hati akan mengubah zat makanan yang telah diserap usus menjadi zat yang dapat digunakan sesuai kemampuannya.

Baca Juga: Fungsi Usus 12 Jari

Mengkonsumsi Organisme dan Anti Gen

Hati sebagai penangkal racun akan membunuh berbagai organisme dan antigen yang dianggap patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Produksi Sistem Kekebalan Tubuh

Hati berfungsi sebagai penghasil sistem imun tubuh. Hal ini berkaitan dengan fungsi hati yang mampu melawan dan membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Membentuk Urea

Air seni yang dikeluarkan melalui lubang ekskresi merupakan hasil pemecahan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti racun. Saat melalui tahap filtrasi, hati akan menambahkan urea sebagai hasil pemecahan asam amino. Selanjutnya zat-zat tak berguna tersebut akan diproses lebih lanjut di dalam ginjal.

Pengemulsi Lemak dan Makanan

Hati membantu empedu untuk menghasilkan cairan empedu yang berasal dari sel darah merah yang telah dipecah di hati. Fungsi empedu adalah untuk mengemulsi lemak dalam makanan. Kandung empedu mampu menghasilkan 1/2 liter empedu setiap hari. Empedu berwarna kehijauan dan rasanya pahit.

Penghancuran Sel Eritrosit

Selain membantu pembentukan sel darah merah atau eritrosit, hati juga mampu menghancurkan sel eritrosit. Eritrosit yang lama akan hancur dan selanjutnya akan dihasilkan eritrosit baru.

Mengeluarkan Zat Berbahaya pada Pembuluh Darah

Makanan mengandung banyak zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan tubuh. Salah satu zat tersebut adalah kolesterol. Hati akan menyaring kolesterol untuk mengeluarkan zat-zat yang masih dapat dimanfaatkan, kemudian membuang sisa zat tersebut ke alat ekskresi yang berakhir di urin.

Fungsi lain dari hati manusia antara lain:

  • Membuat protein plasma.
  • Menghilangkan glukosa bila diperlukan.
  • Mencegah penggumpalan darah dengan menghilangkan potrobim dan fibrinogen.
  • Mengatur komposisi darah tubuh yang mengandung lemak, gula dan zat lainnya.

Baca Juga: Fungsi Usus Halus

Gangguan dan Penyakit Hati

Berikut kelainan dan penyakit yang menyerang organ hati antara lain:

Hepatitis (Peradangan Hati)

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan mengonsumsi obat-obatan dengan dosis tinggi. Hepatitis juga bisa terjadi akibat infeksi virus hepatitis. Peradangan hati ini dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh lainnya. Ada 3 jenis penyakit hepatitis, antara lain:

Hepatitis A

Hepatitia Penyakit yang terjadi akibat rusaknya jaringan hati yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya kerusakan ini disebabkan oleh virus hepatitis A pada air kotor.

Hepatitis B

Umumnya hepatitis B terjadi akibat rusaknya jaringan hati akibat virus hepatitis B dan biasanya menyerang orang dewasa. Penyebab penyakit hepatitis jenis ini adalah karena menurunnya kekebalan tubuh. Hepatitis B dapat menular melalui kontak dengan darah, keringat, dan air liur.

Hepatitis C

Biasanya hepatitis C terjadi akibat rusaknya jaringan hati akibat virus hepatitis C. Penyakit ini bisa menular langsung dari satu orang ke orang lain melalui darah, jarum suntik, atau janin ibu yang sedang hamil. Gejala hepatitis C meliputi:

  • Kelemahan, kelelahan, lesu dan nyeri otot.
  • Demam ringan.
  • Mual, nafsu makan menurun dan badan menguning (mata dan kulit menguning).
  • Urine berwarna gelap, feses pucat, terkadang muncul gejala flu ringan

Penyakit kuning

Penyakit kuning dapat menyerang orang dewasa dan anak-anak. Gejala awal penyakit kuning adalah perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning yang disebut dengan penyakit kuning. Penyakit ini merupakan gejala yang menandakan adanya gangguan pada hati, penyumbatan saluran empedu, atau adanya gangguan pada sistem metabolisme bilirubin.

Gejala penyakit kuning antara lain mata dan kulit menguning, demam, kelelahan, pusing, dan terkadang pingsan. Kulit dan mata menjadi kuning karena bilirubin dalam tubuh meningkat.

Sirosis Hati

Umumnya sirosis hati atau pengerasan hati ditandai dengan rusaknya sel-sel hati akibat kebiasaan mengonsumsi obat-obatan atau alkohol. Selain itu, penyebab sirosis hati juga bisa berupa infeksi virus atau bakteri, sel tumor atau kanker, serta penumpukan racun yang berlebihan di dalam tubuh. Gejala sirosis hati meliputi:

  • Perut kembung dan banyak angin, nyeri di daerah ulu hati.
  • Perut mengeras dan membesar.
  • Demam, menggigil, dan kesulitan menggerakkan badan.

Baca Juga: Fungsi Usus Besar

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian liver, struktur, fungsi, kelainan dan penyakit liver manusia secara lengkap. semoga bermanfaat

Comment
Share:

Ad