Pengertian Industri Manufaktur: Proses Pengendalian dan Contoh Industri Manufaktur di Indonesia

- Penulis

Selasa, 14 November 2023 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri Manufaktur

Industri Manufaktur

Memahami Industri Manufaktur – Apa yang dimaksud dengan industri manufaktur? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian industri manufaktur secara lengkap, proses pengendalian dan contoh industri manufaktur di Indonesia.

Baca juga: Memahami Industri


Isi

bersembunyi

1
Memahami Industri Manufaktur

2
Proses Pengendalian Industri Manufaktur

2.1
Sifat Proses Produksi

2.2
Jangka Waktu Produksi

2.3
Sifat Produk

3
Contoh Industri Manufaktur di Indonesia

Memahami Industri Manufaktur

Industri manufaktur berasal dari kata “industri” dan “manufaktur”. Pengertian industri adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi dan menjual barang sejenis atau jasa serupa. Misalnya, industri tekstil adalah sekelompok perusahaan yang menjual dan memproduksi bahan baku tekstil, barang setengah jadi tekstil, dan produk tekstil.

Sedangkan manufaktur berasal dari kata manufacturing yang berarti pembuatan dengan tangan (manual) atau dengan mesin untuk menghasilkan sesuatu. Secara umum pengertian manufaktur adalah suatu cabang industri yang menggunakan peralatan dan tenaga kerja serta media proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang mempunyai nilai jual. Misalnya membuat kue dengan tangan atau mesin.


Pengertian industri manufaktur adalah suatu industri yang kegiatan utamanya mengubah bahan mentah, komponen atau bagian lain menjadi barang jadi yang memenuhi standar spesifikasi. Secara umum industri manufaktur mampu berproduksi dalam skala besar.

Pengertian Industri Manufaktur (BPS: 2008) adalah industri pengolahan yaitu suatu usaha yang mengolah/mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi yang mempunyai nilai tambah yang dilakukan secara mekanis dengan mesin atau tanpa menggunakan mesin (manual).


Menurut Kieso (2002:444), ada tiga jenis barang yang diproduksi oleh perusahaan manufaktur, antara lain:

  • Persediaan bahan baku untuk produksi. Termasuk bahan baku yang diperoleh dari sumber daya alam atau jenis produk tertentu yang dibeli dari perusahaan lain.
  • Persediaan barang dalam proses. Termasuk produk yang sudah masuk proses produksi namun belum diproses.
  • Persediaan barang jadi. Termasuk produk olahan yang siap dijual ke pelanggan.

Baca juga: Pengertian Perusahaan Manufaktur

Proses Pengendalian Industri Manufaktur

Menurut Amin (2009:52), yang dimaksud dengan pengendalian proses manufaktur adalah pengendalian manufaktur adalah pengendalian persediaan bahan baku. Ketika suatu perusahaan memiliki persediaan bahan baku yang berlebihan, perusahaan mungkin perlu meminjam dana tambahan untuk membiayai persediaan tersebut.

Hal ini akan menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan (carrying cost), atau biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam memelihara (menyimpan) persediaan.


Biaya penyimpanan meliputi biaya pendanaan dan biaya yang terkait dengan penyimpanan serta seringnya pemesanan bahan baku dalam jumlah kecil, strategi ini akan meningkatkan biaya yang terkait dengan penempatan pesanan yang disebut biaya pemesanan.

Setiap penyesuaian yang terjadi pada strategi pembelian bahan baku pada umumnya akan menurunkan biaya penyimpanan dengan meningkatkan biaya pemesanan sebagai pengorbanan atau sebaliknya.

Sedangkan menurut Daryanto (2012:43), proses pembuatannya diklasifikasikan menjadi tiga jenis metode, antara lain:

Sifat Proses Produksi

Klasifikasi atau pengelompokan proses produksi berdasarkan ciri-cirinya menentukan jenis atau bentuk dasar yang digunakan dalam pengolahan suatu produk. Berdasarkan sifatnya, proses produksi dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu:

Proses Ekstraktif
Yang dimaksud dengan proses ekstraktif adalah proses produksi yang mengambil bahan langsung dari alam. Misalnya proses penambangan batu bara, bijih besi, bijih emas, pengeboran minyak, dan lain-lain. Proses ekstraktif ini terdapat pada industri proses produksi dasar, oleh karena itu pertanian dan perikanan disebut industri ekstraktif.

Proses Analitis
Pengertian proses analitis adalah suatu proses pemisahan suatu bahan menjadi beberapa jenis benda yang hampir menyerupai bentuk/jenis aslinya. Misalnya saja proses penyulingan minyak.

Baca juga: Pengertian Manajemen Industri

Proses Fabrikasi
Pengertian proses fabrikasi atau konversi adalah suatu proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Perubahan bentuk ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin, gergaji, mesin press dan lain sebagainya. Contohnya saja proses pembuatan pakaian, sepatu, jenis furniture tertentu dan lain sebagainya.

Proses Sintetis
Pengertian proses sintetik adalah suatu metode penggabungan beberapa bahan menjadi suatu bentuk produk. Misalnya pada pengolahan baja, kaca/kaca, dimana produk akhir sangat berbeda dengan jenis aslinya karena terjadi perubahan fisika atau kimia. Dalam industri lain, seperti produksi mobil, peralatan listrik, barang elektronik (radio, TV, lemari es, dll), di mana bahan dirakit tanpa mengubah komposisi fisik atau kimianya, hal ini disebut proses perakitan. Proses ini sering digunakan sebagai bagian dari proses pemrosesan.

Jangka Waktu Produksi

Ada beberapa jenis proses produksi yang dapat ditentukan menurut jangka waktu penggunaan fasilitas produksi. Dalam hal ini proses produksi digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:

Proses berkelanjutan (proses berkelanjutan)

Istilah kontinyu digunakan untuk menunjukkan situasi manufaktur yang memerlukan jangka waktu lama untuk menyiapkan mesin dan peralatan yang akan digunakan. Dalam hal ini banyak atau semua mesin akan melakukan operasi yang sama tanpa batas waktu. Misalnya produksi mobil yang modelnya hanya berganti setahun sekali. Istilah kontinyu juga terdapat pada industri yang hanya mempunyai satu waktu operasional (satu shift) yaitu pada pagi hari hingga sore hari, sedangkan pada malam hari tidak beroperasi.

Proses terputus-putus

Istilah intermiten ini muncul dalam situasi manufaktur dimana mesin beroperasi dengan berhenti beberapa kali dan dihidupkan kembali untuk membuat produk lain yang berbeda. Jadi alat yang sama dapat digunakan untuk membuat beberapa jenis produk sesuai keinginan atau pesanan konsumen. Misalnya saja alat untuk pengecoran logam.

Baca juga: Memahami Revolusi Industri

Sifat Produk

Proses produksi ditentukan menurut sifat produk, yang menyangkut ada tidaknya spesifikasi pembeli terhadap produk tertentu. Dalam hal ini proses produksi digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:

Produksi Standar
Produksi standar merupakan produksi barang yang sering dilakukan oleh produsen, yaitu produksi standar. Dalam standar produksi ini, sejumlah barang diproduksi untuk persediaan, selain dikirim ke pembeli dan distributor. Contohnya seperti produk televisi, lemari es, sikat gigi, dan lain sebagainya.

Produksi Pesanan
Produksi pesanan merupakan produksi yang dilakukan apabila pembeli memerlukan spesifikasi tertentu. Contohnya seperti seragam, furniture tertentu.

Contoh Industri Manufaktur di Indonesia

Perkembangan industri manufaktur di Indonesia saat ini mampu menggeser peran dari berbasis komoditas menjadi berbasis manufaktur. Pemerintah berupaya melakukan transformasi perekonomian agar lebih fokus pada proses pengembangan industri nonmigas. Berikut beberapa contoh industri manufaktur yang ada di Indonesia, antara lain:

  • PT Perusahaan Perindustrian dan Perdagangan Susu Ultrajaya Tbk
  • PT Astra Otoparts Tbk
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  • PT Gudang Garam Tbk
  • PT Djarum Tbk
  • PT Kimia Farma (Persero) Tbk
  • PT Maspion
  • PTPanasonic
  • PT Sepatu Bata Tbk
  • PT Twiji Kimia Pabrik Kertas Tbk

Baca juga: Pengertian Revolusi Industri 4.0

Demikianlah artikel lengkap membahas tentang pengertian industri manufaktur, proses pengendalian dan contoh industri manufaktur di Indonesia. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.


Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru