PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Pengertian Komet : Terbentuknya, Ciri, Bagian, Jenis, Penamaan dan Contoh Komet

Pengertian Komet : Terbentuknya, Ciri, Bagian, Jenis, Penamaan dan Contoh Komet

Komet
Memahami Komet – Apa yang dimaksud dengan komet? Apa itu komet? Bagaimana komet terbentuk? Sebutkan bagian-bagian dan jenis-jenis komet!

Baca Juga : Pengertian Asteroid

Agar lebih memahaminya kali ini kita akan membahas tentang pengertian komet, teori terbentuknya, ciri-ciri, bagian-bagian, jenis-jenis, nama dan contoh lengkap komet yang pernah dilihat.

Isibersembunyi

1
Memahami Komet
2
Teori Pembentukan Komet
3
Ciri-ciri Komet
4
Bagian Komet

4.1
Inti Komet
4.2
Komet Koma
4.3
Awan Hidrogen Komet
4.4
Ekor Komet
4.5
Jet Komet
5
Berbagai Komet

5.1
Jenis-Jenis Komet Berdasarkan Bentuk dan Panjang Jalurnya

5.1.1
Komet Ekor Panjang
5.1.2
Komet Ekor Pendek
5.2
Jenis-Jenis Komet Berdasarkan Jumlah Kemunculannya

5.2.1
Komet Berkala
5.2.2
Komet Non-Berkala
6
Penamaan Komet
7
Contoh Komet

Memahami Komet

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk oval, parabola, atau hiperbolik. Istilah komet berasal dari kata Yunani “kometes” yang berarti “rambut panjang. Komet juga diartikan sebagai bintang yang berekor.

Masyarakat Jawa menyebut komet Lintang Kemukus karena ekornya yang “berkukus” atau berdebu. Selain itu, bagian ekornya juga menyerupai buah kemukus yang dikeringkan.


Bagian yang biasa disebut ekor komet ini merupakan kabut tipis berdebu yang terbentuk dari penguapan material komet saat mendekati Matahari. Panjang ekor komet bisa mencapai jutaan kilometer dan beberapa komet menempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan komet saat mengorbit matahari. Karena jaraknya yang berbeda-beda, waktu yang dibutuhkan komet untuk mengorbit matahari juga berbeda-beda, bahkan beberapa komet membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit matahari. Diameter inti komet hanya sekitar 8-25 km.

Teori Pembentukan Komet

Sejak dahulu nenek moyang sudah mengetahui keberadaan komet. Dahulu, komet diyakini sebagai pertanda akan terjadinya bencana besar. Saat itu, orang Tiongkok percaya bahwa komet adalah benda luar angkasa yang beredar seperti planet. Sedangkan orang Yunani beranggapan bahwa kemunculan komet merupakan fenomena atmosfer yang disebabkan oleh uap air dari permukaan bumi. Dari waktu ke waktu banyak asumsi dari para ahli yang bermunculan.


Selanjutnya, Isaac Newton menemukan metode untuk menghitung orbit komet. Newton menyatakan komet yang terlihat pada Desember 1680 membentuk orbit parabola yang panjang. Saat itu, temuan ilmuwan bernama Edmond Halley mendukung teori Newton sehingga disimpulkan bahwa komet yang diamati adalah komet yang sama dan merupakan benda yang mengelilingi matahari seperti kebanyakan benda di tata surya.

Komet berasal dari bagian luar tata surya yang disebut Awan Oort. Di awan ini terdapat triliunan komet. Namun seiring berjalannya waktu, komet tersebut terpisah dari awan dan memasuki medan gravitasi Matahari. Komet terbuat dari gas dan debu yang padat dan stabil.

Banyak teori dan hipotesis yang menyatakan proses terbentuknya komet pada satu abad terakhir. Teori yang paling diterima adalah teori yang menyatakan bahwa komet terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya. Dalam teori ini disebutkan bahwa Matahari pernah dikelilingi oleh kabut besar yang terdiri dari material komet. Jarak sabuk komet beberapa ratus kali lipat jarak bumi ke matahari. Kemudian, gangguan dari benda-benda di luar tata surya menyebabkan material tersebut lepas dari sabuknya dan masuk ke tata surya. Selain itu, di dalam tata surya mereka dipengaruhi oleh aktivitas planet dan bintang sehingga jaraknya dari matahari berbeda-beda.

Baca Juga : Pengertian Meteor

Ciri-ciri Komet

Ciri-ciri atau ciri-ciri komet atau bintang berekor antara lain:


  • Tidak termasuk dalam kelompok planet, bintang, atau asteroid.
  • Merupakan kumpulan benda langit yang mempunyai diameter 8-25 km.
  • Terdiri dari debu dan gas.
  • Memiliki 3 bagian utama yaitu inti, koma, ekor.
  • Memiliki orbit berbentuk komet.
  • Memiliki waktu yang berbeda-beda dalam mengorbit matahari.

Bagian Komet

Struktur komet terdiri dari:

Inti Komet

Inti komet merupakan bagian tengah padat yang memiliki diameter hingga beberapa kilometer. Inti komet terbentuk dari penguapan material es yang berubah menjadi gas. Inti komet merupakan bagian yang sangat stabil sehingga sulit berubah bentuk dalam waktu singkat.

Komet Koma

Koma adalah area kabur di sekitar inti komet. Koma terbentuk ketika sebuah komet mendekati matahari. Diprediksi koma tersebut merupakan gas akibat penguapan material inti komet saat terkena sinar matahari.

Awan Hidrogen Komet

Lapisan hidrogen adalah lapisan yang menutupi koma. Lapisan ini tidak terlihat langsung oleh mata manusia. Lapisan ini tersusun dari gas hidrogen dan diameternya bisa mencapai 20 juta kilometer.

Ekor Komet

Ekor komet merupakan gas bercahaya yang terbentuk akibat penguapan material komet. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari karena tertiup angin matahari. Ekor komet terdiri dari 2 bagian, yaitu ekor gas yang “lurus” dan ekor debu yang “melengkung”. Panjang ekor komet bisa mencapai 1-100 juta km.

Jet Komet

Jet komet merupakan gas baru yang keluar dari titik lemah permukaan inti komet akibat pemanasan yang tidak merata. Aliran gas dan debu dapat menyebabkan perubahan bahkan pecahnya inti. Pernah ditemukan bahwa karbon dioksida padat dapat keluar dari inti komet, inilah yang disebut jet. Pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui bahan penyusunnya dilakukan dengan menggunakan spektrum infra merah.

Baca juga: Pengertian Aurora

Berbagai Komet

Berikut beberapa jenis komet, antara lain:

Jenis-Jenis Komet Berdasarkan Bentuk dan Panjang Jalurnya

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, terdapat 2 jenis komet antara lain:

Komet Ekor Panjang

Komet ekor panjang merupakan jenis komet yang bergerak sangat jauh dan melewati daerah yang sangat dingin sehingga kemungkinan besar akan menyerap gas pada daerah yang dilaluinya. Saat mendekati Matahari, komet tersebut akan berbentuk koma dan berekor sangat panjang.

Komet Ekor Pendek

Komet berekor pendek merupakan jenis komet yang jalurnya sangat pendek sehingga menyerap lebih sedikit gas di sekitarnya. Saat mendekati Matahari, komet ini mengeluarkan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek.

Jenis-Jenis Komet Berdasarkan Jumlah Kemunculannya

Berdasarkan jumlah kemunculannya, komet dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

Komet Berkala

Komet periodik merupakan jenis komet yang telah diamati lebih dari satu kali oleh para astronom. Ada sekitar 150 komet dalam kelompok ini. Ada yang masa revolusinya beberapa tahun, puluhan tahun atau bahkan 200 ratusan tahun.

Komet Non-Berkala

Komet non-periodik merupakan jenis komet yang hanya ditemukan dan diamati satu kali. Non-komet jenis ini diperkirakan memiliki orbit yang panjang dan panjang sehingga jarang ditemukan.

Penamaan Komet

Umumnya pemberian nama komet dilakukan berdasarkan nama pengamatnya, dengan memperhatikan usaha orang tersebut dalam menghitung orbit komet. Contohnya adalah Komet Halley yang diamati oleh Edmond Halley. Nama tiga orang pertama yang melaporkan penemuan komet baru secara bersamaan dapat disusun bersama untuk memberi nama komet yang mereka amati.

Contoh Komet

Berikut sejumlah komet yang pernah terlihat, antara lain:

  • Komet Mellish (1917)
  • De Kock- Komet Paraskevopoulos (1941)
  • Gerhana Komet (1948)
  • Komet Ikeya Seki (1965)
  • Komet Bennett (1970)
  • Komet Kohoutek (1973)
  • Komet Barat (1976)
  • Komet Halley, merupakan jenis komet yang melintas dekat bumi secara periodik setiap 75-76 tahun sekali, komet ini terlihat pada tahun 1986.
  • Komet Hale Bopp (1997)
  • Komet McNaught (2007)
  • Komet Lovejoy C/2011 W3 (2011)

Baca juga: Pengertian Galaksi Bima Sakti

Demikianlah artikel yang membahas tentang Pengertian Komet, Teori Pembentukannya, Ciri-cirinya, Bagian-Bagiannya, Jenis-Jenisnya, Nama-namanya dan Contoh-contoh Komet yang telah dilihat selengkapnya. Semoga beruntung

Comment
Share:

Ad