Pengertian Senam Lantai : Sejarah, Tujuan, Manfaat, Jenis, Gerakan Senam Lantai dan Penjelasannya

- Penulis

Sabtu, 20 Januari 2024 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senam Lantai

Senam Lantai

Pengertian senam lantai adalah – Apa yang dimaksud dengan senam lantai? Apa yang dimaksud dengan senam lantai dan manfaatnya? Apa yang dimaksud dengan senam lantai? Apa contoh senam lantai? Ada berapa jenis senam lantai?

Agar lebih memahaminya kali ini kita akan membahas mengenai pengertian senam lantai secara lengkap, sejarah, tujuan, manfaat, jenis dan gerakan senam lantai.

Memahami Latihan Lantai

Senam merupakan suatu bentuk latihan jasmani yang disusun secara sistematis dengan tujuan untuk mencapai daya tahan, kekuatan, kelenturan, koordinasi, membangun kinerja, membentuk tubuh ideal, dan memelihara kesehatan. Salah satu jenis olahraga yang mengandalkan aktivitas seluruh tubuh adalah senam lantai.

Senam lantai merupakan jenis olah raga yang dilakukan di atas lantai dengan matras berukuran 12×12 m dengan tambahan 1 meter pada setiap sisinya sebagai pengaman pada ruangan berukuran 14×14 m. Lantai yang digunakan dilapisi karpet lembut dengan ketebalan sekitar 0,045 meter, kemudian diletakkan kasur di atasnya. Fungsi matras pada senam lantai adalah sebagai alat utama untuk mengurangi resiko cedera akibat gerakan senam lantai seperti berguling, melompat, melompat, berputar di udara, menopang pada tangan atau kaki untuk menjaga keseimbangan postur atau untuk melompat ke depan atau ke belakang.

Senam lantai merupakan olahraga yang dapat mengontrol aktivitas seluruh bagian tubuh, dimana gerakan senam lantai dilakukan secara terpadu dan kemudian diwujudkan dari setiap bagian tubuh. Senam lantai disebut juga olah raga bebas karena pada saat olah raga tidak membawa atau menggunakan peralatan.

Pada perlombaan senam lantai, waktu yang digunakan pada rangkaian senam lantai putra adalah 70-90 detik (1,10-1,30 menit), sedangkan pada putri 50-70 detik. Saat melakukan senam lantai dapat menggunakan peralatan atau tanpa peralatan.

Pada dasarnya senam lantai dilakukan tanpa menggunakan peralatan, namun bisa juga menggunakan peralatan. Tujuan penggunaan peralatan dalam senam lantai adalah untuk meningkatkan kelincahan, keseimbangan, kekuatan dan kelenturan.

Sejarah Latihan Lantai

Belum diketahui secara pasti bagaimana senam lantai ini muncul, namun diperkirakan sudah ada sejak zaman Yunani kuno.

Pada abad ke-20, senam mulai mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Perkembangan olah raga ini begitu pesat sehingga akhirnya mempunyai banyak cabang, salah satunya adalah senam lantai.

Senam mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1912 yaitu pada masa penjajahan Belanda, bersamaan dengan itu ditetapkannya pendidikan kebugaran jasmani sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

Saat itu, senam yang pertama kali diperkenalkan adalah senam dari Jerman yang menekankan pada berbagai gerakan dengan banyak alat pendidikan.

Kemudian pada tahun 1916, senam Jerman diubah menggunakan sistem dari Swedia, dimana senam lebih menekankan pada manfaat gerakan senam.

Penemu sistem senam lantai adalah Dr. HF Minkema yang merupakan seorang petugas medis di Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Melalui Minkema, perkembangan senam lantai di Indonesia mulai merambah ke sejumlah daerah. Selain itu, pada tahun 1918, Minkema membuka kursus senam Swedia.

Semakin populernya senam di Indonesia, para ahli olahraga Indonesia mendirikan organisasi bernama PERSANI (Persatuan Senam Seluruh Indonesia) pada tanggal 14 Juli 1963 dengan tujuan untuk mengembangkan atlet-atlet senam yang berbakat. Pada GANEFO I (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan pada tahun 1964, Indonesia untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi senam lantai internasional.

Tujuan Latihan Lantai

Tujuan senam lantai antara lain:

  • Menjaga kebugaran jasmani.
  • Pertahankan bentuk tubuh yang atletis.
  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

Manfaat Latihan Lantai

Manfaat gerakan senam lantai antara lain:

  • Melatih ketangkasan gerakan tubuh.
  • Menguatkan otot lengan, kaki, paha, pinggang, perut dan dada.
  • Melatih lompatan, keseimbangan dan kekuatan fisik.
  • Luruskan tubuh Anda yang bungkuk.
  • Membakar lemak dalam tubuh sehingga membantu menurunkan berat badan.
  • Fokus kereta.
  • Meningkatkan kekuatan jantung dan meningkatkan sirkulasi darah.

Jenis Latihan Lantai

Terdapat 2 (dua) jenis senam lantai yaitu :

Senam Tanpa Peralatan

Senam lantai tanpa peralatan dilakukan di lantai di atas matras. Biasanya senam lantai disebut juga dengan senam bebas karena pada saat melakukan gerakan senam tanpa menggunakan alat. Contoh gerakan senam tanpa menggunakan alat antara lain guling melenting dan lompat macan.

Baca Juga : Pengertian Kebugaran Jasmani

Senam Dengan Peralatan

Senam lantai ini dilakukan dengan memadukan sejumlah unsur gerakan sehingga terbentuk rangkaian gerakan yang tidak terputus. Gerakan-gerakan dalam senam ini dilakukan dengan menggunakan sejumlah alat untuk memperoleh efek artistik. Peralatan yang digunakan dalam senam ketangkasan adalah kuda lompat sebagai penunjang. Gerakan senam ketangkasan dengan peralatan antara lain straddle jump dan squat jump.

Baca Juga :  Arti Pentingnya Keanekaragaman Hayati Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berbagai Gerakan Latihan Lantai

Berikut jenis-jenis gerakan senam lantai, antara lain:

  • Sikap lilin
  • Berdiri dengan kedua tangan (handstand)
  • Berdiri dengan kepala (kopstand)
  • Berguling ke depan (berguling ke depan)
  • Berguling ke belakang (berguling ke belakang)
  • Lompatan Harimau (Tiger Spring)
  • Lompat jongkok
  • Lompat mengangkang
  • Melompat ikan (menyelinap)
  • jungkir balik
  • Gulung kiep (gulung kiep)
  • Lenturan tangan (tangan berdiri berlebihan)
  • Lengan berputar (pembulatan)
  • Membengkokkan tangan kebelakang (flick flak)
  • Keseimbangan gerakan lutut (squat roll)
  • Kayang (brug)
  • Jungkir balik ke depan (Lemari besi musim panas)
  • Jungkir balik (Back Summer vault)

Berikut beberapa penjelasan mengenai gerakan senam lantai:

Sikap Lilin

Pergerakan posisi candle diawali dengan posisi tidur terlentang kemudian mengangkat kedua kaki lurus ke atas (bersama). Pada gerakan candle sikap, pinggang ditopang oleh kedua tangan, kemudian bahu tetap di lantai. Posisi lilin sebaiknya bertumpu pada punggung atas dan siku serta tangan menopang pinggul.

Pada gerakan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi sebagai pengangkat kaki. Selain itu, kelenturan otot pinggang, punggung, dan leher memudahkan kedua tangan menopang pinggang. Tujuan dari gerakan postur lilin adalah untuk melatih keseimbangan dan ketenangan.

Latihan candle position untuk pemula bisa dilakukan dengan bantuan teman untuk menopang pinggul agar tidak terjatuh, kemudian teman memegang bagian atas kaki agar kaki dapat lurus dan berdekatan. Selanjutnya, bantuan bisa dilepaskan.

Gulung ke Depan

Berguling ke depan atau roll ke depan merupakan suatu gerakan berguling ke depan dengan rangkaian gerak yang dimulai dari tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang. Cara melakukan gerakan berguling ke depan sebagai berikut.

  • Pertama, jongkok dan satukan kedua kaki Anda.
  • Selanjutnya, dekatkan lutut ke dada dan kedua tangan di depan.
  • Kemudian, bergulinglah ke depan dan saat panggul menyentuh matras, pegang tulang kering untuk mengambil posisi jongkok.

Gulung ke Belakang (Gulung Mundur)

Gerakan berguling ke belakang atau back roll merupakan salah satu bentuk gerakan berguling yang dimulai dari pinggul, pinggang bagian belakang, punggung, kepala bagian belakang, dan terakhir kedua kaki. Cara melakukan gerakan guling kebelakang sebagai berikut.

  • Gerakannya diawali dengan jongkok dengan kedua tangan di depan dan kaki agak rapat. Kepala diturunkan lalu kaki didorong ke belakang.
  • Saat pinggul Anda menyentuh matras, lipat tangan Anda di samping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas untuk bersiap mendorong ke belakang.
  • Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala dengan bantuan kedua tangan mendorong dengan kuat dan kedua kaki dilipat hingga ujung kaki dapat mendarat di atas matras dengan posisi jongkok.

Berdiri tangan

Handstand atau berdiri dengan kedua tangan adalah suatu bentuk berdiri dengan kedua telapak tangan ditopang. Cara melakukan handstand sebagai berikut.

  • Gerakannya diawali dengan postur berdiri.
  • Letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
  • Tarik kaki Anda kembali ke atas dengan gerakan mengayun, dimulai dengan kaki kanan diikuti kaki kiri (atau sebaliknya) dan pertahankan gerakan ini selama beberapa detik.

Kopstand

Kopstand atau headstand adalah berdiri dengan kepala ditopang. Cara melakukan kopstand sebagai berikut.

  • Tekuk tubuh Anda dan gunakan kedua tangan dan dahi untuk bertumpu pada lantai. Usahakan kedua tangan dan dahi membentuk pola segitiga sama sisi.
  • Kepala diposisikan ke depan membentuk pola segitiga.
  • Kaki berlari ke depan perlahan.
  • Perkuat otot perut saat tulang belakang lurus dan tarik napas. Setelah itu, angkat satu kaki lurus ke atas disusul kaki lainnya.

Baca Juga: Materi Sepak Bola

Guling Suspensi (Pegas Leher)

Bouncy rolling merupakan gerakan senam lantai dimana badan dilempar ke depan dengan lemparan kedua kaki dan dorongan kedua tangan. Gerakan ini dapat diawali dengan gerakan berguling ke depan atau gerakan mengayun ke belakang sebelumnya. Kerjakan setiap latihan dengan bimbingan gurumu.

Teknik Dasar Penggulungan Suspensi
Gerakan menggelinding elastis dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Berdirilah dengan satu kaki di depan dan kedua tangan terangkat.
  • Tempatkan kedua tangan sebagai penopang untuk berguling ke depan.
  • Saat gerakan memutar dimulai, kedua kaki lurus dan menyatu. Posisikan kaki lurus ke belakang dekat kepala, siku ditekuk, dan telapak tangan bertumpu pada matras di samping telinga.
  • Lakukan gerakan berguling ke depan. Ketika kaki sudah melewati kepala, dorong kaki ke atas ke depan dan dorong kedua tangan hingga badan melayang seperti membuat busur.
  • Mendarat dengan kedua kaki rapat dan pinggul didorong ke depan, kemudian dilanjutkan dengan gerakan badan mengikuti arah putaran gerakan.
  • Bentuk-Bentuk Latihan Menggulingkan Berketahanan Latihan berguling berketahanan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Latihan goyang dari posisi tidur di atas matras.
  • Latihan lompat dengan tangan ditopang.
Baca Juga :  Pengertian Dan Metode Penyelesaian SPLDV Secara Lengkap

Lompat Harimau (Sprong Harimau)

Lompat macan merupakan gerakan yang menyerupai gerakan berguling ke depan, namun gerakannya dilakukan dengan diawali dengan lompat jauh ke depan. Cara melakukan lompat harimau sebagai berikut.

Awalan

Diawali dengan postur berdiri, mengambil sikap dengan kecepatan yang telah disesuaikan, pada beberapa langkah terakhir bersiap untuk melakukan tolakan.

Penerapan

Dorong kedua kaki hingga tubuh terdorong ke depan. Pergelangan kaki dan lutut ditekuk untuk melompat ke atas dan ke depan. Setelah itu luruskan kaki, ayunkan tangan ke depan dan mendarat terlebih dahulu di atas matras.

Akhiran

Gerakan diakhiri dengan menundukkan kepala dan membulatkan punggung sehingga menggelinding ke depan. Selesaikan dengan posisi jongkok dan lengan lurus ke depan.

Lompat mengangkang

Lompat mengangkang dilakukan dengan cara melayang di atas matras dan membuka kedua kaki. Latihan lompat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Jalankan dengan beberapa langkah di awal.
  • Dorong kedua kaki pada papan dorong sekuat mungkin dengan tangan diayunkan dari belakang.
  • Kedua tangan bertumpu pada pendirian.
  • Saat terbang, arahkan pandangan ke depan dan buka kaki dengan posisi kaki berada di sisi kanan dan kiri posisi berdiri.
  • Kedua kaki bersiap mendarat dengan jari-jari kaki terbuka lebar dan lengan diluruskan ke atas.

Lompat Jongkok

Cara melakukan lompat jongkok dengan tumpuan pada akhir posisi lompat adalah sebagai berikut.

  • Mulailah dengan berlari cepat dan condong ke depan.
  • Dorong kedua kaki pada papan dorong dengan tangan terayun ke atas.
  • Saat badan melayang ke depan, kedua lengan lurus dan pandangan terfokus
    di akhir sikap melompat.
  • Dorong tangan Anda sekuat mungkin saat tangan Anda menyentuh ujung jurus. Posisi badan membentuk sudut 30° dengan posisi punggung melompat.
  • Saat mendarat, jari-jari kaki direntangkan dan lengan direntangkan ke atas.

Lompat Ikan (Menyelinap)

Fish jumping merupakan gerakan melompat dari tekel/alat pemain lawan yang digunakan seperti jump box. Cara melakukan lompat ikan dibawah ini.

  • Mulailah dengan berlari secepat mungkin menuju papan dengan tubuh condong ke depan.
  • Kedua kaki mendorong papan dorong dan melakukannya dengan sekuat tenaga. Dilanjutkan dengan mengayunkan lengan ke bawah dan ke depan, badan lurus dan kaki dibuka.
  • Mata fokus pada kotak lompat.
  • Saat kedua tangan menyentuh jump box, segera dorong menggunakan kedua tangan sekuat tenaga. Badan tegak diikuti dengan posisi kedua lengan terentang.
  • Pendaratan dilakukan dengan ujung jari kaki, lutut terentang, dan kedua lengan lurus ke atas.

jungkir balik

Carrotation merupakan gerakan yang dilakukan dengan cara memutar badan dari samping dengan tumpuan pada kaki dan tangan, diawali dengan posisi yang benar pada saat melakukan gerakan meroda yaitu berdiri tegak ke samping. Langkah-langkah melakukan gerakan meroda adalah sebagai berikut.

  • Berdiri tegak dengan posisi menyamping.
  • Gerakan kaki meroda atau baling-baling yang benar dapat dilakukan dengan kedua kaki dibuka agak lebar dengan lengan direntangkan ke atas membentuk huruf V.
  • Pandangan diarahkan ke depan dan fokus.
  • Letakkan telapak tangan kiri di atas matras dengan tangan kanan lurus ke atas. Kemudian, badan dijatuhkan ke samping kiri.
  • Kaki kanan diayunkan ke atas dan kaki kiri sebagai pendorong. Posisi kedua kaki terbuka dan agak miring.
  • Letakkan kaki kanan di samping tangan kanan, sementara lengan kiri terangkat. Lakukan langkah ini secara bersamaan dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.

Kayang (Brug)

Kayang merupakan gerakan senam lantai dimana kedua tangan dan kaki akan bertumpu pada matras dengan posisi terbalik kemudian dilakukan peregangan dan panggul serta perut akan terangkat ke atas. Manfaat melakukan kayang adalah melatih tubuh agar tetap fleksibel terutama pada bagian bahu.

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian senam lantai secara lengkap, sejarah, tujuan, manfaat, jenis dan gerakan senam lantai. semoga bermanfaat

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru