Pengertian Value for Money : Manfaat, Indikator dan Cara Mengukur Value for Money

- Penulis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Value for Money

Value for Money


Memahami Nilai untuk Uang – Apa yang dimaksud dengan nilai uang? Mengapa penerapan value for money sangat penting dalam penyelenggaraan sektor publik? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian value for money menurut para ahli, manfaat, indikator dan cara mengukur value for money secara lengkap.

Baca Juga: Pengertian Nilai Waktu Uang (Time Value of Money)

Isi

bersembunyi

1
Memahami Nilai untuk Uang
2
Pengertian Value for Money Menurut Para Ahli
2.1
Mardiasmo (2002)
2.2
Nordiawan dan Hertianti (2010)
2.3
Ardila (2015)
2.4
Mahmudi (2015)
3
Manfaat Nilai untuk Uang
4
Indikator Nilai untuk Uang
5
Bagaimana Menghitung Nilai untuk Uang
5.1
Pengukuran Ekonomi
5.2
Pengukuran Efisiensi
5.3
Pengukuran Efektivitas

Memahami Nilai untuk Uang

Arti Value for Money adalah konsep penilaian kinerja organisasi sektor publik berdasarkan tingkat keberhasilan suatu program kerja berdasarkan tiga unsur utama yaitu efektivitas, efisiensi dan keekonomian.


  • Ekonomi. Dalam value for money, konsep ekonomi erat kaitannya dengan konsep biaya untuk memperoleh satuan input. Ilmu ekonomi diartikan sebagai sumber daya input yang seharusnya diperoleh dengan harga yang lebih rendah, yaitu harga yang hampir sama dengan harga pasar.
  • Efisiensi. Dalam nilai uang, efisiensi berkaitan dengan output seperti barang atau jasa yang diproduksi dengan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Lebih tepatnya efisiensi adalah perbandingan antara input dan output atau lebih mudahnya disebut output per unit input.
  • Efektivitas. Dalam value for money, efektivitas berkaitan dengan hasil yang diinginkan dan hasil aktual yang dicapai. Singkatnya, efektivitas adalah hubungan antara keluaran dan tujuan.

Value for Money juga diartikan sebagai konsep manajemen organisasi sektor publik yang didasarkan pada tiga unsur utama yaitu efektivitas, efisiensi dan keekonomian.

Konsep value for money akan memberikan informasi berupa dana yang dikeluarkan untuk menciptakan nilai-nilai tertentu bagi masyarakat.


Selain digunakan untuk evaluasi finansial, value for money juga digunakan dalam evaluasi non finansial seperti pemenuhan ekspektasi target konsumen.

Value for Money merupakan struktur indeks dengan elemen yang terdiri dari kombinasi input, output, dan outcome. Konsep ini menginginkan organisasi mampu memenuhi prinsip ekonomi, efisiensi dan efektivitas secara bersamaan.


Kegagalan organisasi sektor publik dalam memperoleh input dengan harga yang sesuai mengakibatkan indikator ekonomi tidak terpenuhi. Kemudian, input yang terlalu mahal akan menimbulkan efisiensi yang selanjutnya menyebabkan tidak efektifnya pencapaian program secara keseluruhan.

Baca Juga : Pengertian Kinerja Keuangan

Pengertian Value for Money Menurut Para Ahli

Mardiasmo (2002)

Yang dimaksud dengan value for money adalah konsep pengelolaan organisasi sektor publik berdasarkan keekonomian, efektivitas dan efisiensi.

Nordiawan dan Hertianti (2010)

Pengertian value for money merupakan suatu indikator yang memberikan informasi kepada masyarakat apakah anggaran yang dikeluarkan memberikan nilai tertentu bagi masyarakat.

Ardila (2015)

Value for Money merupakan suatu konsep untuk menilai kinerja organisasi sektor publik yang tidak hanya dilihat dari aspek finansial tetapi juga non finansial untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan suatu program kerja sektor publik.

Mahmudi (2015)

value for money dapat diartikan sebagai sebuah konsep bagi organisasi sektor publik yang diartikan sebagai apresiasi terhadap nilai uang. Pengukuran kinerja value for money merupakan pengukuran kinerja untuk menilai keekonomian, efisiensi dan efektivitas kegiatan, program dan organisasi.

Manfaat Nilai untuk Uang

Secara umum manfaat value for money adalah membantu institusi pemerintah memberikan pemahaman tentang uang publik yang merupakan akar dari perwujudan akuntabilitas publik. Value for money juga digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara tepat dan sesuai sasaran sehingga akan tercipta kualitas pelayanan melalui sumber daya yang efisien dan ekonomis.

Sedangkan manfaat penerapan value for money bagi sektor publik dan masyarakat menurut pendapat Mardiasmo antara lain:

  • Untuk meningkatkan kesadaran akan uang publik.
  • Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
  • Meningkatkan efektivitas pelayanan publik agar sasarannya lebih tepat.
  • Untuk meminimalkan anggaran pelayanan publik akibat hilangnya inefisiensi dan penghematan penggunaan input.
  • Kepentingan umum dijadikan sebagai orientasi alokasi belanja.

Indikator Nilai untuk Uang

Ada tiga indikator utama dalam value for money, antara lain:

  • Ekonomi, yaitu perolehan input dengan kualitas tertentu dengan harga terendah. Perekonomian ini merupakan perbandingan input dengan nilai input yang dinyatakan dalam satuan moneter.
  • Efisiensi yaitu mencapai keluaran yang maksimal dengan masukan tertentu atau menggunakan masukan yang paling rendah untuk mencapai keluaran tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang berkaitan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.
  • Efektivitas yaitu tingkat ketercapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan secara sederhana, efektivitas adalah perbandingan hasil dengan keluaran.

Baca Juga: Pengertian Keuangan Inklusif

Ada 2 indikator value for money menurut Mardiasmo (2002), antara lain:

  • Alokasi biaya (ekonomi dan efisiensi). Ekonomis artinya pembelian barang dan jasa dengan tingkat kualitas tertentu dengan harga terbaik. Efisiensi berarti suatu keluaran tertentu dapat diperoleh dengan sumber daya yang paling sedikit.
  • Kualitas layanan (efektivitas). Efektivitas berarti kontribusi keluaran dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Penggunaan indikator efisiensi dan efektivitas harus dilakukan secara bersamaan. Sebab, mungkin saja salah satu pihak telah melaksanakan program secara ekonomis dan efisien namun output yang dihasilkan tidak sesuai target yang diinginkan. Atau sebaliknya, program tersebut dapat dikatakan efektif dalam mencapai tujuannya. Namun pencapaian tersebut tidak ekonomis dan efisien. Apabila suatu program efektif dan efisien maka program tersebut dapat dikatakan hemat biaya. Indikator efektivitas biaya merupakan kombinasi informasi efisiensi dan efektivitas serta dapat memberikan penilaian terhadap kinerja bottom line yang diidentifikasikan pada pelayanan publik di sektor publik.

Bagaimana Menghitung Nilai untuk Uang

Untuk mengukur value for money, pertama-tama tentukan tingkat input, output dan outcome yang terkait dengan visi dan misi organisasi.

Setelah menentukan tingkat input, output dan outcome, selanjutnya menghitung nilai ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Lebih jelasnya seperti ini:

Pengukuran Ekonomi

Ekonomi adalah perolehan input tertentu dengan harga terendah. Ilmu ekonomi adalah perbandingan antara input dan nilai input yang dinyatakan dalam satuan moneter. Ilmu ekonomi berkaitan dengan kemampuan organisasi sektor publik untuk mengurangi sumber daya input dengan meminimalkan pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

Baca Juga :  Pengertian Startup : Karakteristik, Jenis dan Cara Memulai Bisnis Startup

Pengukuran efektivitas hanya mempertimbangkan output yang diperoleh, sedangkan pengukuran ekonomi hanya mempertimbangkan input yang digunakan. Ekonomi adalah ukuran relatif. Pertanyaan terkait pengukuran ekonomi meliputi:

  • Apakah biaya organisasi lebih besar dari anggaran organisasi?
  • Apakah biaya organisasi lebih besar dibandingkan biaya organisasi serupa lainnya?
  • Apakah organisasi telah menggunakan sumber daya keuangan secara optimal?

Baca Juga : Pengertian Rasio Keuangan

Rumus pengukuran ekonomi

Rumus Ekonomis

Informasi:
Masukan = Realisasi anggaran
Nilai Masukan = anggaran

Menurut Mahsun (2006), kriteria ekonomi adalah:

  • Jika nilai perbandingannya kurang dari 100% (X < 100%) berarti ekonomis.
  • Jika diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) berarti perekonomian seimbang.
  • Jika nilai perbandingannya lebih dari 100% (X > 100%) berarti tidak ekonomis.

Pengukuran Efisiensi

Efisiensi erat kaitannya dengan konsep produktivitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan membandingkan keluaran dengan masukan yang digunakan. Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau keluaran tertentu dapat dicapai dengan penggunaan masukan dan dana yang sesedikit mungkin.

Dalam mengukur kinerja value for money, efisiensi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Efisiensi alokatif, yaitu efisiensi yang berkaitan dengan kemampuan penggunaan input pada tingkat kapasitas optimal.
  • Efisiensi teknis (manajerial), yaitu efisiensi yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan input pada tingkat output tertentu.

Rumusnya mengukur efisiensi

Rumus Efesiensi
Informasi:

Masukan = Realisasi anggaran.
Output = Hasil yang dicapai oleh kebijakan dan kegiatan program.

Berdasarkan pendapat Mahsun (2006), kriteria efisiensi adalah:

  • Jika nilai perbandingannya kurang dari 100% (X < 100%) berarti tidak efisien.
  • Apabila diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) berarti efisiensinya seimbang.
  • Jika nilai perbandingannya lebih dari 100% (X > 100%) berarti efisien.

Pengukuran Efektivitas

Pada dasarnya efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan atau sasaran kebijakan. Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan target yang ingin dicapai. Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan.

Baca Juga: Pengertian Kebijakan Moneter

Efektivitas diartikan sebagai penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi dalam mencapai tujuannya. Apabila organisasi berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi dapat dikatakan berjalan efektif. Perlu dipahami bahwa efektivitas tidak menunjukkan besarnya biaya yang dikeluarkan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.

Rumusnya mengukur efektivitas

Rumus Efektivitas

Informasi:

Outcome = Dampak yang timbul dari kegiatan.
Output = Hasil yang dicapai berdasarkan kebijakan program.

Berdasarkan pendapat Mahsun (2006), kriteria efektivitas adalah:

  • Jika nilai perbandingannya kurang dari 100% (X < 100%) berarti tidak efektif.
  • Apabila diperoleh nilai perbandingan sama dengan 100% (X = 100%) berarti efektivitasnya seimbang.
  • Jika nilai perbandingannya lebih dari 100% (X > 100%) berarti efektif.

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian value for money menurut para ahli, manfaat, indikator dan cara mengukur value for money secara lengkap. semoga bermanfaat


Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru