Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 10 BAB 3 Teks Anekdot

- Penulis

Minggu, 5 Februari 2023 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada BAB 3 teks anekdot menjelaskan pokok bahasan yang terdiri dari:

  • Struktur Anekdot
  • Bahasa Anekdot
  • Struktur dalam Teks Anekdot
  • Aturan Linguistik dalam Teks Anekdot
AVvXsEhQUCJdBcsq2JvtrYF5MNRdmbEWnnMIus1FVdjzMwtu mcohW8bJnYf41VnfX7BpykpEwNVGT vKY12Z3zPj7hgMKRSjUOmAhtExBbbErbQrjC4pRHehDL8QlDeUK4sKFTiCmm6EFbOP0VNOl2t3 8GHvSOtAADFFdkuAXXCPpnRbNxUaXwf IGrTXo=w640 h362

A. Struktur Anekdot

Teks anekdot adalah cerita pendek yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya tentang orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian nyata. Namun, ada makna tersirat yang terkandung dalam teks tersebut.

Makna teks anekdot membawa fungsi sosial yang bertujuan untuk mengkritik atau menyindir. Kritik dan sindiran diperoleh dari realitas sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan melalui lelucon agar tidak terkesan menghakimi atau menyudutkan pihak tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa ciri teks anekdot.

Anekdot juga dapat diekspresikan dalam bentuk gambar atau ilustrasi, biasanya dapat kita temukan di media cetak berupa komik atau di media elektronik berupa meme.

Dalam menyusun atau menyusun sebuah teks anekdot, Anda harus menentukan topik, tujuan, dan unsur humor dalam anekdot tersebut serta menyimpulkan makna dan pesan yang tersirat di dalamnya. Makna tersirat dianalisis dan dijelaskan berdasarkan fakta-fakta yang berkaitan dengan topik yang terdapat dalam teks anekdot. Makna tersebut terkait dengan nilai-nilai kehidupan agar pembaca dapat mendalami dan merenungkan isi teks anekdot tersebut.

B. Bahasa Anekdot

Anekdot mengandung makna tersirat yang mengandung pesan tertentu, makna ini dapat dibangun dengan memahami topik, sasaran, dan unsur-unsur humor. Menemukan makna tersirat dilakukan dengan cara memahami isi anekdot, menghubungkan makna dengan fakta dan nilai-nilai kehidupan, mengonstruksi makna tersirat bertujuan untuk membantu memahami masalah yang dikritisi dalam anekdot.

Anekdot dibuat berdasarkan pengalaman atau peristiwa yang ada di sekitar. Teks anekdot juga dapat ditulis dengan mengkonstruksi anekdot orang lain ke dalam bentuk yang berbeda. Dalam membuat teks anekdot diperlukan identifikasi dan refleksi untuk mendapatkan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

C. Struktur dalam Teks Anekdot

Bagian Struktur Teks Anekdot

  • Abstrak adalah bagian awal dari teks anekdot yang berfungsi untuk memberikan gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menampilkan hal-hal unik yang akan ada di dalam teks. Abstrak dapat disebut sebagai tahap pembukaan. Bagian ini opsional.
  • Orientasi adalah bagian teks yang menunjukkan awal cerita atau latar belakang suatu peristiwa. Biasanya penulis menceritakan secara detail di bagian ini. Bagian ini mengarah pada terjadinya krisis, konflik, atau peristiwa besar. Bagian ini adalah penyebab krisis. Bagian orientasi ini berfungsi untuk membangun teks.
  • Krisis atau Komplikasi adalah bagian dari teks yang menunjukkan hal-hal atau masalah yang unik dan tidak biasa yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan. Krisis diartikan sebagai masa ketidakpuasan atau ketidakteraturan. Dengan kata lain, di bagian ini ada kekonyolan yang menggelitik dan mengundang gelak tawa. Bagian ini adalah inti dari anekdot.
  • Reaksi adalah bagian dari teks yang menjelaskan bagaimana penulis atau orang yang diceritakan memecahkan masalah yang muncul selama krisis. Reaksi tersebut berkaitan dengan respon atau respon terhadap krisis yang telah dikemukakan sebelumnya. Reaksi bisa berupa kritik atau ejekan. Bagian ini seringkali mengejutkan, sesuatu yang tidak terduga, mencengangkan. Reaksi digunakan sebagai bagian yang memberikan pemecahan masalah secara utuh dengan cara yang menarik dan berbeda dari biasanya.
  • Coda adalah bagian terakhir dari cerita unik yang menjelaskan kesimpulan dari peristiwa yang diceritakan oleh pengarang. Coda adalah akhir yang menandai berakhirnya cerita. Itu termasuk persetujuan, komentar, atau penjelasan tentang maksud dari cerita yang dijelaskan sebelumnya. Bagian ini biasanya ditandai dengan kata, like so, last, so. Keberadaan coda adalah opsional, yaitu, mungkin ada atau tidak ada dalam teks anekdot.
Baca Juga :  Rangkuman Seni Rupa Unit 2 Kelas 8 Kurikulum Merdeka

Teks anekdot ini sama dengan teks naratif, di dalamnya terdapat karakter, alur, dan latar. Demikian pula penyajiannya, ada yang berbentuk dialog atau percakapan, dan ada pula yang berbentuk naratif. Bahkan, bentuk penyajiannya bisa berupa cerita bergambar. Namun, esensi dari penyajian teks anekdot selalu berupa kalimat langsung.

D. Aturan Linguistik dalam Teks Anekdot

Unsur Bahasa Teks Anekdot:

  • Pidato Langsung: Banyak yang menggunakan kalimat langsung yang berbeda dengan kalimat tidak langsung. Kalimat langsung merupakan cuplikan dari dialog para tokoh, sedangkan kalimat tidak langsung merupakan bentuk penceritaan kembali dialog tokoh. Bahkan tidak sedikit anekdot yang semuanya berbentuk dalog yang menggunakan kalimat langsung.
  • Penggunaan Nama Tokoh Utama atau Orang Ketiga Tunggal: Penggunaan ini bisa langsung menyebut nama tokoh faktual, seperti Gus Dur atau tokoh yang menyamar, seperti hakim, presiden, jaksa, atau tokoh masyarakat lainnya.
  • Keterangan Waktu: Misalnya kemarin, siang ini, suatu hari, saat itu.
  • Kata Kiasan: Kata kiasan atau konotatif adalah kata yang tidak memiliki arti sebenarnya. Kata ini bisa berupa ungkapan atau peribahasa.
  • Kalimat Sindiran: Yang diekspresikan dengan anggapan, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.
  • Konjungsi Penjelas: Atau penjelasan, seperti itu. Hal ini karena berkaitan dengan perubahan dialog dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
  • Kata kerja material adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan yang dapat dilihat oleh panca indera. Hal ini terkait dengan tindakan para tokoh dan alur yang membentuk rangkaian peristiwa atau kegiatan.
  • Kata kerja mental adalah kata-kata yang mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh karakter.
  • Konjungsi Sebab Akibat adalah konjungsi yang menyatakan sebab dan akibat, seperti, dengan demikian, oleh karena itu, kemudian, dan sebagainya.
  • Kalimat Imperatif adalah kalimat yang bersifat atau memberi perintah atau bisa juga berupa peringatan, larangan.
  • Kalimat Seruan : Biasanya ditandai dengan tanda seru, yaitu untuk menegaskan atau sebagai ungkapan perasaan seseorang.
  • Konjungsi Temporal: Konjungsi ini memiliki arti kronologis (temporal), seperti, akhirnya, selanjutnya, lalu, lalu.
  • Kalimat retoris adalah kalimat yang tidak membutuhkan jawaban.
Baca Juga :  Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank : Tujuan, Fungsi, Jenis dan Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Langkah-langkah Penyusunan Teks Anekdot

  • Tentukan topik.
  • Putuskan kritik mana yang ingin Anda hadirkan
  • Rancang humornya.
  • Tentukan angka-angka terkait, sesuai dengan masalahnya. Angka-angka yang dimaksud umumnya faktual.
  • Hancurkan peristiwa menjadi plot anekdot dan struktur yang mencakup abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
  • Kembangkan kerangka anekdot tersebut menjadi sebuah cerita yang utuh dengan memperhatikan unsur kebahasaan.
  • Edit.
Ini adalah informasi tentang Rangkuman Teks Anekdot Bahasa Indonesia Kelas 10 BAB 3 yang bisa Sinau-Thewe.com share, semoga ada manfaat didalamnya dan terima kasih.

www.sinau-thewe.com

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru