PusatDapodik
Home Berita Sebuah pesawat terbang Garuda Indonesia mendarat darurat di Singapore dengan alasan pilot pesawat yang berkewarganegaraan Malaysia, ini jawabannya!

Sebuah pesawat terbang Garuda Indonesia mendarat darurat di Singapore dengan alasan pilot pesawat yang berkewarganegaraan Malaysia, ini jawabannya!

jud mackrill Of m3hMsoAA unsplash 1136773980

pusatdapodik.com – Pada artikel ini terdapat jawaban dari pertanyaan: Pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat di Singapura karena pilotnya adalah warga negara Malaysia.

Jika Anda sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat di Singapura karena pilot pesawatnya adalah warga negara Malaysia, baca artikel ini sampai selesai.

Pasalnya kami telah memberikan jawaban atas pertanyaan: Pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat di Singapura karena pilot pesawat tersebut adalah warga negara Malaysia.

Baca juga: JAWABAN: Banyak orang yang melakukan pelanggaran ilmiah tentunya tidak pernah memberikan pengakuan yang jujur…

Berikut jawaban dari pertanyaan tersebut: Pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat di Singapura karena pilotnya adalah warga negara Malaysia.

Pertanyaan:

Sebuah pesawat Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat di Singapura karena pilot Malaysia terluka parah setelah diserang oleh diplomat India yang menjadi penumpang pesawat tersebut.

Baca Juga: Di Saat Kondisi Ekonomi Global Sedang Krisis, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tunjukkan Hasil Positif, Ini Jawabannya!

Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian Singapura, sedangkan pihak Indonesia merasa berhak untuk mengadili, begitu pula dengan India yang menyatakan berhak mengadili kasus tersebut karena pelaku penganiayaan adalah warga negaranya.

Pertanyaan :

Silakan menganalisis,

Baca juga: JELASKAN Konsep The Law of Diminishing Marginal Utility beserta contoh yang menjelaskan kenaikan TU…

Argumentasi Indonesia mengklaim sebagai negara yang berwenang mengadili pelaku pelanggaran tersebut!

Jawaban Anda berkaitan dengan asas-asas yang terdapat dalam sistem hukum pidana dan juga mencakup landasan hukum yang mengaturnya.

Apakah hukum pidana Indonesia bisa diterapkan pada pelakunya? tindak pidana ?, sampaikan argumentasi anda dengan menggunakan asas yang terdapat dalam sistem hukum pidana

Menjawab:

Indonesia sebagai negara yang mempunyai otoritas dalam sistem hukum pidana dapat menuntut hak untuk mengadili pelaku penganiayaan di dalam pesawat Garuda Indonesia. Hal ini didasarkan pada beberapa asas dalam sistem hukum pidana yang relevan secara kontekstual dalam penanganan perkara ini.

Asas Hukum Pidana yang Relevan

1. Prinsip Teritorial

Menurut asas ini suatu negara mempunyai yurisdiksi untuk mengadili tindak pidana yang terjadi di wilayahnya. Meski pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Singapura, namun karena pesawat tersebut milik maskapai penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia, Indonesia dapat berargumentasi bahwa kejahatan tersebut terjadi di wilayahnya dan mempunyai kewenangan untuk mengadilinya.

2. Prinsip Kewarganegaraan

Prinsip ini menyatakan bahwa negara mempunyai yurisdiksi untuk mengadili tindak pidana yang dilakukan oleh warga negaranya di luar wilayah negara tersebut. Dalam kasus ini, pelaku penganiayaan adalah seorang diplomat India. Namun karena kejadian tersebut terjadi di pesawat Garuda Indonesia, maka Indonesia dapat berargumentasi bahwa prinsip kewarganegaraan tidak berlaku dan berhak untuk mengadili pelakunya.

3. Asas Perlindungan Kepentingan Nasional

Asas ini menyatakan bahwa negara mempunyai kewajiban untuk melindungi kepentingan nasionalnya, termasuk melindungi warga negaranya dari tindak pidana di luar wilayah negara. Dalam konteks ini, Indonesia dapat berargumen bahwa pihaknya mempunyai kewajiban untuk melindungi pilot Garuda Indonesia yang menjadi korban pelecehan di pesawatnya. Oleh karena itu, mereka mempunyai hak untuk mengadili para pelaku penganiayaan.

Dasar-dasar Hukum Pidana di Indonesia

Dasar hukum yang mengaturnya adalah UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia. Pasal 2 KUHP menyatakan bahwa hukum pidana Indonesia berlaku bagi setiap orang yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia dapat beralasan bahwa pesawat Garuda Indonesia yang melakukan pendaratan darurat di Singapura tetap dianggap wilayah Indonesia karena merupakan bagian dari maskapai Indonesia.

Namun penyelesaian kasus ini memerlukan negosiasi dan kerja sama antara india, Singapura, dan India untuk mencapai kesepakatan yang adil. Penting untuk mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat agar penegakan hukum sesuai dengan prinsip keadilan. Perjanjian ini dapat mencakup langkah-langkah kerja sama yang menjamin tercapainya kebenaran dan keadilan tanpa mengorbankan hubungan diplomatik antar negara.

Dengan demikian, dalam menangani kasus penyalahgunaan di pesawat Garuda Indonesia, Indonesia mempunyai dasar hukum yang cukup untuk menuntut wilayah hukumnya dan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Comment
Share:

Ad