Struktur Organ Pada Tumbuhan : Bagian, Fungsi dan Contohnya

- Penulis

Jumat, 8 Desember 2023 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Organ Pada Tumbuhan

Organ Pada Tumbuhan

Struktur Organ pada Tumbuhan – Bagaimana struktur organ pada tumbuhan? Sebutkan struktur organ pada tumbuhan! Apa fungsi organ polong pada tumbuhan?

Tumbuhan atau tumbuhan merupakan makhluk hidup yang mempunyai banyak jenis, bentuk dan fungsinya, fungsi tumbuhan atau tanaman antara lain sebagai obat, bumbu dapur, hiasan atau lain sebagainya. Tumbuhan mempunyai berbagai organ penyusun yang menunjang fungsinya.

Baca Juga : Pengertian Jaringan Tumbuhan

Organ merupakan kumpulan jaringan yang berfungsi bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi makhluk hidup. Untuk menjalankan fungsinya, organ yang satu berhubungan dengan organ yang lain.

Pada tumbuhan terdapat organ tumbuhan yang menjalankan berbagai fungsi bagi kelangsungan hidup suatu tumbuhan. Struktur organ pada tumbuhan terdiri dari akar, batang, daun, bunga, biji yang kesemuanya mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Agar lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai struktur organ pada tumbuhan dan fungsinya.

Isibersembunyi
1
Organ pada Tumbuhan dan Fungsinya
1.1
Akar
1.1.1
Sifat Akar
1.1.2
Fungsi Akar
1.1.3
Jaringan Akar
1.1.4
Tipe Akar
1.2
Batang (Caulis)
1.2.1
Properti Batang
1.2.2
Fungsi Batang
1.2.3
Jaringan Struktur Batang
1.3
Daun (Folium)
1.3.1
Fungsi Daun
1.3.2
Jaringan Daun
1.4
Bunga (Flos)
1.4.1
Struktur Bagian Bunga
1.4.2
Jenis Bunga
1.4.3
Struktur Jaringan Bunga
1.5
Buah
1.6
Benih

Organ pada Tumbuhan dan Fungsinya

Berikut penjelasan tentang organ tumbuhan yang terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan biji serta fungsinya.

Akar

Akar atau radix merupakan organ tumbuhan yang umumnya tumbuh di bawah tanah, namun ada juga yang tumbuh di permukaan tanah. Akarnya berasal dari radikula atau akar lembaga.

Akar lembaga pada tumbuhan dikotil (dicotyledoneae) akan terus tumbuh hingga terbentuk akar tunggang, sedangkan akar lembaga pada tumbuhan monokotil (monocotyledoneae) mati dan pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang berukuran sama dan terbentuklah akar serabut. .

Berdasarkan asal usulnya, akar dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu akar primer dan akar liar. Akar primer adalah jenis akar yang tumbuh sejak tanaman masih embrio hingga tanaman mati. Sedangkan akar liar adalah jenis akar yang muncul dari batang, daun atau jaringan lain yang bersifat permanen atau sementara.

Sifat Akar

Berikut ini adalah sifat-sifat atau ciri-ciri akar, antara lain:

  • Umumnya terletak di dalam tanah searah tumbuhnya, geotrope atau ke arah pusat bumi atau hidrotrop atau ke arah air, jauh dari cahaya dan udara.
  • Ia tidak memiliki buku, tidak memiliki ruas, dan tidak memiliki daun, sisik, atau bagian lain yang menopangnya.
  • Umumnya berwarna kekuningan atau keputihan.
  • Ujungnya meruncing agar lebih mudah menembus tanah dan ujungnya terus memanjang.

Baca Juga : Pengertian Jaringan Meristem

Fungsi Akar

Fungsi root berikut meliputi:

  • Untuk menambatkan tanaman pada media tanam atau tanah.
  • Untuk memperkuat atau menunjang berdirinya tanaman.
  • Sebagai penyerap dan pengangkut air dan unsur hara.
  • Pada beberapa tumbuhan digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan, misalnya pada tanaman umbi-umbian.
  • Sebagai alat pernafasan misalnya pada tumbuhan bakau.

Jaringan Akar

Berikut struktur jaringan akar pada tumbuhan, antara lain:

Akar berkembang dari meristem apikal pada ujung akar yang dilindungi oleh kaliptra (tutup akar). Pembelahan meristem apikal membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pematangan sel.

Struktur pada akar tumbuhan terdapat 2, yaitu struktur luar dan struktur dalam. Struktur luar akar terdiri atas tudung akar (kaliptra), batang akar, cabang akar, dan bulu akar. Sedangkan struktur bagian dalam akar tumbuhan terdiri atas jaringan epidermis, jaringan korteks, jaringan endodermis, dan stele.

Struktur luar akar tanamandiantara yang lain:

  • Batang Akar
  • Akar bercabang (hanya pada tumbuhan dikotil).
  • Tudung akar (calyptra), merupakan lapisan yang menutupi akar dan melindungi meristem akar. Fungsi tudung akar adalah untuk meminimalisir gesekan yang terjadi antara akar dengan partikel tanah.
  • Rambut akar, yaitu perpanjangan permukaan epidermis yang berfungsi memaksimalkan penyerapan air. Pada umumnya rambut akar tidak mempunyai kutikula yang berfungsi memperlancar pergerakan air dan mineral dari tanah menuju pembuluh darah.

Baca juga: Pengertian Jaringan Penguat Kolenkim dan Sklerenkim

Struktur internal akar tanamantermasuk:

Struktur bagian dalam akar tumbuhan terdiri atas beberapa jaringan seperti jaringan epidermis, jaringan korteks, jaringan endodermis dan stele.

Kulit ari

Epidermis merupakan suatu jaringan yang terdiri dari selapis sel, sel-selnya tersusun rapat, dan mempunyai dinding sel yang tipis sehingga air mudah melewatinya. Sel epidermis akar dapat mengalami modifikasi menjadi rambut akar yang fungsinya memperluas daerah serapan.

Korteks

Korteks merupakan bagian yang terletak di bawah epidermis, tersusun berlapis-lapis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga mempunyai banyak ruang antar sel dan dinding sel yang tipis. Sebagian besar korteks terdiri dari jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Parenkim pada korteks tumbuhan berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Lapisan terdalam dari korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.

Endodermis

Endodermis merupakan bagian yang memisahkan korteks dan silinder pusat (stele). Endodermis merupakan suatu lapisan sel yang tersusun rapat dan mempunyai dinding sel yang mengalami penebalan seperti gabus dari suberin dan kutin sehingga terjadi penebalan berupa pita-pita yang disebut pita kasparit. Selendodermis yang tidak menebal disebut sel penerus atau sel penyerap yang memungkinkan air masuk ke silinder pusat.

Prasasti

Prasasti atau silinder tengah, yaitu bagian akar yang paling dalam. Pada bagian terluar prasasti terdapat sel-sel pericycle yang mampu membelah dan tumbuh dengan cepat sehingga dapat terbentuk cabang-cabang akar lateral. Fungsi prasasti antara lain memberikan kekuatan pada batang yang tersusun atas jaringan pengangkut (xilem dan floem) dan kambium.

Tipe Akar

Ada beberapa jenis akar antara lain:

  • Akar tunggang, yaitu jenis akar yang umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil atau tumbuhan berbelah dua. Fungsi akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. Umbi mempunyai jenis akar tunggang.
  • Akar serabut, yaitu jenis akar yang umumnya dimiliki oleh tumbuhan monokotil atau tumbuhan beruas satu. Akar serabut mempunyai fungsi utama memperkuat kedudukan tanaman.
  • Akar gantung yaitu jenis akar yang tumbuh pada bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Fungsi akar gantung adalah untuk menyerap gas dan uap air dari udara. Ketika sampai di permukaan tanah, akar berfungsi menyerap air dan garam mineral yang ada di dalam tanah. Contoh tumbuhan yang mempunyai akar menggantung adalah pohon beringin.
  • Akar pernafasan yaitu jenis akar yang tumbuh pada bagian bawah batang, separuhnya berada di bawah tanah dan separuhnya lagi berada di permukaan tanah. Fungsi akar pernafasan adalah untuk bernafas. Contoh tumbuhan yang mempunyai akar pernafasan antara lain pandan dan bakau.
  • Akar melekat yaitu jenis akar yang tumbuh di sepanjang batang tanaman yang umumnya terdapat pada tanaman merambat seperti sirih. Fungsi akar melekat adalah untuk menempelkan batang pada tanaman tempat tanaman itu tumbuh, misalnya tembok atau tanaman lain.

Baca Juga : Pengertian Vakuola

Selain itu, ada jenis modifikasi akar tanaman lainnya, antara lain:

  • Akar penopang merupakan salah satu jenis akar yang banyak dimiliki tanaman tropis.
  • Akar penghisap yaitu jenis akar yang dimiliki oleh tumbuhan parasit, misalnya benalu.
Baca Juga :  Kumpulan Contoh Soal Permutasi & Pembahasannya

Batang (Caulis)

Batang merupakan salah satu organ dasar tumbuhan yang letaknya berada di atas permukaan tanah dan tumbuh menghadap sinar matahari. Umumnya bentuk batangnya bulat dan mempunyai ruas atau ruas. Batang disebut poros tumbuhan karena batang merupakan tempat tumbuhnya organ tumbuhan lainnya.

Properti Batang

Berikut beberapa sifat atau ciri-ciri batang tumbuhan, antara lain:

  • Bentuk umum batangnya panjang, bulat (silinder), dapat juga berbentuk lain tetapi biasanya simetri radial (aktinomorf).
  • Itu tersegmentasi dan setiap segmen dibatasi oleh simpul-simpul di mana kemudian tunas cabang, daun atau akar tumbuh dari simpul-simpul ini.
  • Umumnya tumbuh ke atas menuju matahari atau cahaya.
  • Ujungnya selalu bertambah panjang (tak terhingga).
  • Selama tanaman itu hidup, ia akan terus bercabang.
  • Warna batang biasanya tidak hijau kecuali tanaman berumur pendek dan batang masih muda.

Fungsi Batang

Fungsi batang tumbuhan antara lain:

  • Sebagai penghubung dalam proses pengangkutan air dan unsur hara dari akar ke daun serta pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
  • Sebagai tempat tumbuhnya daun dan organ generatif seperti bunga dan buah.
  • Sebagai tempat menyimpan makanan cadangan
  • Untuk memperlebar kanopi tanaman agar dapat menangkap sinar matahari dengan lebih efisien.
  • Untuk memperlancar penyerbukan dan penyebaran benih.

Jaringan Struktur Batang

Struktur anatomi batang tumbuhan terdiri dari epidermis, korteks, dan stela.

  • Epidermis yaitu bagian batang yang terdiri atas satu lapis sel, tanpa ruang antar sel, dinding luarnya ditebal dengan kutikula yang disebut kutikula. Tumbuhan berkayu tua mempunyai kambium gabus. Turunan epidermis batang adalah lentisel, trikoma, sel silika, dan sel gabus.
  • Korteks yaitu bagian batang yang mengandung pati dan tersusun atas sel parenkim, sel kolenkim, dan sel sklerenkim. Pada tumbuhan monokotil, bagian korteks dan stela sulit dibedakan karena keduanya hampir sama.
  • Prasasti, yaitu bagian batang yang tersusun atas perisiklus meristematik, sel parenkim (empulur), dan berkas pengangkut (xilem dan floem). Kambium pada tumbuhan

Terdapat dua jenis kambium pada tumbuhan dikotil, yaitu

  • Kambium intravaskular, yaitu jenis kambium yang terdapat pada ikatan pengangkut yaitu xilem dan floem.
  • Kambium intervaskular, yaitu jenis kambium yang berada di antara atau di luar kedua ikatan pengangkut.

Baca Juga : Pengertian Sitoplasma

Perbedaan struktur batang monokotil dan dikotiltermasuk:

  • Batang monokotil tidak bercabang, sedangkan batang dikotil bercabang.
  • Hipodermis batang monokotil merupakan sklerenkim, sedangkan batang dikotil merupakan kolenkim.
  • Letak pembuluh pada batang monokotil tersebar, sedangkan pembuluh pada dikotil tersusun rapi.
  • Batang monokotil tidak mempunyai empulur, sedangkan batang dikotil mempunyai empulur berupa deretan parenkim antara floem dan xilem.
  • Batang monokotil tidak mempunyai kambium pembuluh darah, sedangkan batang dikotil mempunyai kambium pembuluh darah.
  • Batang dikotil mempunyai kambium di antara xilem dan floem, sedangkan batang monokotil tidak.

Daun (Folium)

Daum merupakan organ pada tumbuhan dengan kandungan klorofil tertinggi. Umumnya daunnya berwarna hijau dan berbentuk lembaran. Daunnya menempel pada ruas batang tanaman.

Struktur daun lengkap terdiri dari pelepah daun (vagina), tangkai daun (retiolus) dan helaian daun (lamina). Tidak semua tumbuhan memiliki struktur daun yang lengkap, contoh tumbuhan yang memiliki struktur daun lengkap antara lain tanaman bambu, pinang, dan pisang.

Fungsi Daun

Fungsi daun antara lain :

  • Sebagai tempat terjadinya fotosintesis (proses pengolahan atau pembuatan makanan).
  • Sebagai tempat keluarnya air melalui transpirasi (proses kehilangan air dalam bentuk uap air) dan gutasi (mengeluarkan air dalam bentuk tetesan air).
  • Sebagai penyerap CO2 dari udara.
  • Sebagai tempat bernafas.
  • Sebagai tempat pertukaran oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2)

Jaringan Daun

Struktur daun tumbuhan terdiri atas epidermis, mesofil, berkas pengangkut, dan jaringan tambahan.

  • Epidermis yang merupakan lapisan terluar daun dan biasanya hanya satu lapisan dinding sel mengalami penebalan akibat kutikula (kutikula) atau lignin.
  • Mesofil, yaitu lapisan daun yang berada di antara lapisan epidermis atas dan lapisan epidermis bawah. Mesofil daun tumbuhan dikotil tersusun atas jaringan kutub (parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim spons).
  • File pengangkut (xilem dan floem) terletak di urat, cabang, dan urat daun.
  • Jaringan tambahan, seperti kelenjar dan sel kristal.

Baca Juga : Pengertian Lisosom

Perbedaan daun dikotil dan monokotil terletak pada jaringan mesofilnya. Dimana jaringan mesofil pada daun dikotil tersusun atas jaringan kutub dan jaringan spons, sedangkan jaringan mesofil pada daun monokotil hanya tersusun atas jaringan spons.

Baca Juga :  Menjadikan Metakognisi Bagian dari Tulisan Siswa

Bunga (Flos)

Bunga merupakan organ tambahan yang merupakan modifikasi dari daun. Bunga memiliki berbagai macam bentuk dan warna. Fungsi bunga adalah untuk menghasilkan organ reproduksi, bunga ini muncul pada saat tanaman mulai memasuki fase reproduksi atau berkembang biak.

Struktur Bagian Bunga

Berikut struktur bagian-bagian bunga:

Pada bunga terdapat bagian yang steril dan bagian yang subur. Bagian-bagian bunga yang steril antara lain tangkai bunga induk (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), pangkal bunga (receptacle), kelopak bunga (calyx), daun bunga (brachtea), batang daun (brachteola), kelopak bunga (sepalae), dan bunga. mahkota (corolla) dengan daun mahkota (petala). Fungsi mahkota bunga adalah untuk menarik serangga.

Sedangkan bagian bunga yang subur antara lain benang sari yang berperan sebagai mikrosporofil dan putik yang berperan sebagai makrosporofil.

Secara umum morfologi bunga terdiri atas:

  • Kelopak bunga. Fungsi kelopak bunga adalah untuk melindungi bunga yang masih dalam kuncup dan umumnya warna dan bentuk kelopak bunga hampir sama dengan daun.
  • Mahkota bunga. Fungsi mahkota bunga adalah untuk menarik serangga sehingga membantu dalam penyerbukan bunga. Jumlah mahkota bunga pada tumbuhan dikotil umumnya 4,5 atau kelipatannya. Sedangkan jumlah mahkota bunga pada tumbuhan monokotil adalah 3 atau kelipatannya.
  • Benang sari yaitu alat kelamin jantan bunga pada tumbuhan subur yang terdiri atas kepala sari, serbuk sari, tangkai kepala sari, dan kepala sari penyangga.
  • Putik yang merupakan alat kelamin betina pada bunga tumbuhan terletak di tengah bunga dan dikelilingi oleh benang sari. Di dalam putik terdapat bakal bunga dan biji.

Baca Juga : Pengertian Adaptasi

Jenis Bunga

Berdasarkan keberadaan bagian steril dan bagian subur, bunga dibedakan menjadi:

  • Bunga lengkap yaitu bunga yang mempunyai bagian bunga steril dan bagian bunga subur.
  • Bunga telanjang, yaitu bunga yang tidak mempunyai hiasan bunga.
  • Bunga berkelamin tunggal, yaitu bunga yang hanya mempunyai satu alat kelamin (misalnya putik saja atau benang sari saja).
  • Bunga mandul yaitu jenis bunga yang tidak mempunyai bagian subur.

Struktur Jaringan Bunga

Mahkota dan kelopak tersusun atas sel parenkim. Daun mahkota mempunyai kulit ari yang ditutupi kutin, stomata, dan trikoma berbentuk tonjolan yang disebut papila.

Benang sari terdiri dari kepala antera dan tangkai antera. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding antara lain epidermis, endotesium, lapisan tengah, dan tapetum. Putik terdiri dari kepala putik dan tangkai putik.

Buah

Buah merupakan bakal buah yang telah mengalami pembuahan. Fungsi buah adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Umumnya buah menyelubungi dan melindungi biji. Buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati, misalnya mangga. Sedangkan buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian bunga lainnya disebut buah semu, misalnya jambu mete.

Buah pada tumbuhan terdiri dari 3 (tiga) lapisan atau bagian yaitu lapisan dalam, lapisan tengah, dan lapisan luar yang ketiganya disebut dengan pericarp.

  • Lapisan luar (exocarp) atau disebut juga kulit buah. Bagian kulit buahnya ada yang keras misalnya buah durian dan ada pula yang lunak dan tipis misalnya tomat.
  • Lapisan tengah (Mesocarp) atau biasa disebut daging buah. Contoh buah yang mempunyai daging antara lain apel, mangga dan lain sebagainya.
  • Lapisan dalam (endocarp), yaitu lapisan terdalam pada buah dan terletak di sekitar biji. Endokarp ada yang tebal dan keras, misalnya endokarp pada buah kelapa.

Baca juga: Pengertian Adaptasi Fisiologis

Terdapat 3 jenis buah jika dibedakan berdasarkan jumlah bakal buah dan bunganya yang berperan dalam pembentukan buah sejati, antara lain:

  • Buah tunggal yaitu jenis buah yang terbentuk dari satu bakal buah, misalnya durian, pepaya, dan mangga.
  • Buah majemuk, yaitu jenis buah yang terbentuk dari beberapa bakal buah dari beberapa bunga, misalnya nangka dan nanas.
  • Buah agregat, yaitu jenis buah yang terbentuk dari beberapa bakal buah dari satu bunga, misalnya buah cempaka dan buah murbei.

Benih

Biji merupakan alat perkembangbiakan utama pada tumbuhan berbiji karena di dalam biji terdapat tunas-tunas tanaman baru. Struktur biji terdiri dari kulit biji, tali pusar dan inti biji.

  • Kulit biji, yaitu bagian terluar biji yang berasal dari selaput bakal biji. Kulit biji pada tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae) mempunyai dua lapisan yang terdiri dari kulit luar (testa) dan kulit dalam (tegmen). Sedangkan kulit biji pada tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) mempunyai tiga lapisan yang terdiri dari kulit luar (sarcotesta yang umumnya berdaging tebal), cangkang tengah (sclerotesta, yaitu lapisan kuat dan keras), dan cangkang dalam ( endotesta seperti selaput pada inti biji).
  • Tali pusar atau tangkai biji, merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan temuni. Setelah benih matang, benih akan terpisah dari tangkai benih dan hanya terlihat bekasnya saja.
  • Kernel atau isi biji yaitu seluruh bagian yang ada di dalam kulit biji. Struktur inti biji terdiri atas badan dan badan putih (albumen). Tubuh merupakan tanaman potensial baru, sedangkan tubuh putih merupakan jaringan pada inti benih yang mengandung cadangan makanan untuk awal perkecambahan benih hingga tumbuh dan dapat menghasilkan makanan sendiri.

Berdasarkan jumlah buahnya, benih ada 2 jenis, yaitu:

  • Benih monokotil yaitu benih yang utuh, misalnya benih jagung, benih padi dan lain sebagainya.
  • Biji dikotil adalah biji yang berkeping dua, misalnya biji kacang hijau, kacang kedelai dan lain sebagainya.

Baca Juga: Fungsi Daun pada Tumbuhan

Sekian artikel yang membahas tentang organ tumbuhan dan fungsinya, semoga bermanfaat

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru