Teori Atom: Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr, Mekanika Kuantum

- Penulis

Jumat, 24 Februari 2023 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atom adalah partikel kecil yang menyusun materi. Awalnya, atom dikenal sebagai partikel kecil yang tidak dapat dibagi.

Namun seiring berjalannya waktu, muncul banyak teori penemuan atom dari para ilmuwan berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan.

Penemuan ini membuktikan bahwa di dalam atom masih terdapat partikel-partikel kecil lainnya yang menyusun atom.

Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari bersama bab perkembangan teori atom.

Teori Atom Dalton

Teori atom Dalton adalah teori atom pertama berdasarkan hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Menurut teori ini, atom digambarkan sebagai bola padat.

Dalam teori atom Dalton, dikemukakan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Materi terdiri dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom.
  2. Atom dalam satu unsur memiliki sifat yang sama dalam segala hal, tetapi berbeda dengan atom dalam unsur lain.
  3. Atom dapat bergabung untuk membentuk molekul dalam rasio kimia sederhana.
  4. Senyawa adalah hasil reaksi atom-atom penyusunnya.
  5. Atom tidak dapat diciptakan, tidak dapat diuraikan, dan tidak dapat dimusnahkan.

Teori Atom Thomson

Teori atom Thomson disebut juga teori roti kismis, karena teori ini mengemukakan bahwa di dalam atom terdapat partikel bermuatan negatif yang tersebar dalam bola bermuatan positif yang disebut elektron.

Hal ini dibuktikan oleh JJ Thomson melalui eksperimennya yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet pada tabung sinar katoda.

Dari percobaan ini, sinar katoda berhasil dibelokkan ke arah kutub positif sehingga membuktikan adanya partikel negatif pada atom yang selanjutnya disebut elektron.

Baca juga Titrasi Asam Basa.

Teori Atom Rutherford

Teori atom ini berpendapat bahwa atom terdiri dari inti bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif.

Hal ini dibuktikan oleh Rutherford melalui eksperimennya yaitu hamburan sinar x. Dari percobaan ini, sinar-x yang ditembakkan ke lempengan emas gagal melewati/tidak dapat menembusnya.

Hal ini menunjukkan bahwa atom bersifat netral. Jadi, selain elektron yang bermuatan negatif, tentunya ada partikel lain yang bermuatan positif yang selanjutnya disebut inti atom.

Baca Juga :  Rangkuman Informatika Kelas 7 BAB 2 Kurikulum Merdeka

Teori Atom Niels Bohr

Teori ini mengemukakan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Atom terdiri dari inti bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif.
  2. Elektron mengelilingi inti dalam orbit tertentu yang juga dikenal sebagai tingkat energi prima/bilangan kuantum/kulit (n) yang dikenal sebagai keadaan gerak konstan.
  3. Energi akan konstan sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan jika elektron selalu berada dalam lintasan energi yang stasioner.
  4. Jika menyerap energi, elektron akan berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi. Tetapi jika Anda melepaskan energi, elektron akan berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke lintasan stasioner yang lebih rendah.

Teori atom Bohr memiliki beberapa kelemahan yaitu teori ini hanya mampu menjelaskan spektra atom atau ion yang memiliki satu elektron, sehingga tidak cocok untuk spektrum atom atau ion yang memiliki lebih dari satu elektron, dan tidak dapat menjelaskan bagaimana ikatan kimia terjadi ketika atom membentuk molekul.

Baca juga Sel Volta.

Teori Atom Mekanika Kuantum

Teori atom mekanika kuantum adalah teori atom modern yang dikemukakan oleh Erwin Schrodinger.

Menurutnya, posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan adalah probabilitas/kemungkinan ditemukannya elektron.

Daerah yang memiliki probabilitas terbesar untuk menemukan elektron disebut orbital. Orbital ini diwakili oleh awan yang ketebalannya berbeda tergantung pada kemungkinan menemukan elektron.

Selanjutnya teori ini diperkuat oleh Werner Heisenberg melalui prinsip ketidakpastian Heisenberg yang menghipotesiskan bahwa setiap pengukuran subatom selalu terdapat ketidakpastian antara posisi partikel dan momentum.

Posisi elektron dalam atom dapat ditentukan dengan bilangan kuantum. Ada empat bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetik (m), dan bilangan kuantum spin (s). Berikut penjelasannya masing-masing.

Baca Juga :  Pecahan: Pengertian, Macam, Rumus, Contoh Soal

1. Bilangan kuantum utama (n)

Bilangan kuantum ini menunjukkan letak elektron di kulit atau tingkat energi utama.

n = 1, kulit K

n = 2, kulit L

n = 3, kulit M

n = 4, cangkang N

dll.

2. Bilangan kuantum azimuth (l)

Bilangan kuantum ini menunjukkan subkulit yang nilainya dari nol (0) hingga (n-1).

n = 1, lalu l = 0

n = 2, lalu l = 0 dan 1

n = 3, lalu l = 0, 1, dan 2

n = 4, lalu l = 0, 1, 2, dan 3

dll.

3. Bilangan kuantum magnetik (m)

Angka kuantum ini menunjukkan orientasi orbital dalam ruang di sekitar inti atom. Nilai bilangan kuantum ini adalah dari –l hingga +l.

l = 0, lalu m = 0

l = 1, lalu m = -1, 0, +1

l = 2, lalu m = -2, -1, 0, +1, +2

l = 3, lalu m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3

4. Putar bilangan kuantum (s)

Bilangan kuantum ini menunjukkan arah putaran elektron dalam orbital. Orbital dapat diisi dengan maksimal dua elektron dalam arah putaran yang berlawanan. Nilai s = + ½ jika searah jarum jam, sedangkan harga s = – ½ jika berlawanan arah jarum jam.

Baca juga Koloid.

Contoh Masalah Dalam Perkembangan Teori Atom

1. Jumlah maksimum elektron yang terdapat pada kulit L adalah…

Diskusi

Shell L berarti n = 2;

n = 2, lalu l = 0 dan 1;

untuk subkulit l = 0, maka m = 0 (1 orbital);

untuk subkulit l = 1, maka m = -1, 0, +1 (3 orbital);

jumlah orbital pada kulit L = 1 + 3 = 4 orbital;

karena dalam 1 orbital dapat diisi maksimal 2 orbital, jadi dalam 4 orbital dapat diisi maksimal 8 elektron.

2. Banyaknya orbital pada tingkat energi utama ke-3 adalah …

Diskusi

Jumlah orbital ditentukan dari nilai m total setiap subkulit.

n = 3, lalu l = 0, 1, dan 2;

untuk subkulit l = 0, maka m = 0 (1 orbital)

untuk subkulit l = 1, maka m = -1, 0, +1 (3 orbital)

untuk subkulit l = 2, maka m = -2, -1, 0, +1, +2 (5 orbital)

Jadi, jumlah orbital pada kulit ke-3 adalah 1 + 3 + 5 = 9 orbital.

rumuspintar.com

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Guru

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Minggu, 21 Jul 2024 - 13:08 WIB