Tunjangan Tambahan: Nadiem Makarim Sumbang untuk Guru Non Sertifikasi

- Penulis

Senin, 4 Maret 2024 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tunjanganguru

tunjanganguru

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah komando Menteri Nadiem Makarim telah mengeluarkan kebijakan tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru yang belum memiliki sertifikasi profesi guru.

Sertifikasi profesi guru adalah sebuah proses untuk memperoleh pengakuan formal dari pemerintah bahwa seorang guru memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan standar profesi guru. Guru yang telah tersertifikasi berhak menerima tunjangan profesi guru (TPG) sebagai bentuk penghargaan atas profesionalismenya.

Namun, masih banyak guru yang belum memiliki sertifikasi profesi karena berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, biaya, atau akses terhadap pendidikan tinggi. Guru-guru non sertifikasi ini pun selama ini hanya menerima gaji pokok tanpa tunjangan tambahan.

Melihat kondisi tersebut, Mendikbudristek Nadiem Makarim memutuskan untuk memberikan tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi. Tunjangan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kesejahteraan para guru non sertifikasi sehingga mereka dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaiknya dalam dunia pendidikan.

Baca Juga :  Berita Terbaru: Uang Tambahan Selain THR Akan Diberikan kepada PNS

Adapun besaran tunjangan tambahan yang diberikan kepada guru non sertifikasi adalah sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Tunjangan ini akan diberikan selama 12 bulan dalam satu tahun anggaran.

Persyaratan untuk menerima tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi antara lain:

  • Berstatus sebagai guru di satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah
  • Belum memiliki sertifikasi profesi guru
  • Memiliki masa kerja minimal 1 tahun
  • Mempunyai kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4)
  • Mengampu beban kerja paling sedikit 24 jam tatap muka dalam satu minggu
  • Tidak sedang menerima tunjangan lain yang sejenis

Tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi para guru dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya tunjangan ini, diharapkan para guru non sertifikasi dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan profesional mereka.

Kebijakan tunjangan tambahan ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh guru di Indonesia. Selama ini, terdapat kesenjangan pendapatan yang cukup besar antara guru sertifikasi dan non sertifikasi. Dengan adanya tunjangan tambahan ini, kesenjangan tersebut diharapkan dapat dikurangi.

Baca Juga :  Penyesuaian Kembali Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan PPPK Guru Tahun 2022

Pemberian tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi juga merupakan bentuk investasi pemerintah dalam dunia pendidikan. Guru merupakan ujung tombak dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas. Dengan meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah berharap dapat menarik dan mempertahankan guru-guru terbaik untuk berkarier di bidang pendidikan.

Namun, perlu dicatat bahwa tunjangan tambahan ini bersifat sementara dan akan diberikan selama satu tahun anggaran. Setelah itu, pemerintah akan mengevaluasi keberhasilan program ini dan mempertimbangkan untuk melanjutkan atau menghentikan pemberian tunjangan tambahan bagi guru non sertifikasi.

Oleh karena itu, para guru non sertifikasi diharapkan dapat memanfaatkan tunjangan tambahan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Berita Terkait

Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024
Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?
Semua Honorer Yang Terdata di BKN Akan Diangkat Menjadi ASN, Begini Cara Melihat Terdata di BKN
Informasi Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag 2024: Semua Honorer Jadi ASN, Berikut Formasinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 05:12 WIB

Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Minggu, 14 Juli 2024 - 10:59 WIB

Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB