Angka Romawi: Pengertian, Simbol, Operasi, & Soal

- Penulis

Selasa, 7 Maret 2023 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angka Romawi merupakan salah satu jenis angka selain angka Arab yang cukup sering digunakan dalam penulisan simbol angka di masyarakat. Penomoran kelas di sekolah masih mengadopsi cara penulisan angka Romawi. Jadi siswa harus memahami materi ini.

Pengertian Angka Romawi

Angka yang biasa digunakan terutama dalam perhitungan matematis sebenarnya adalah angka Arab. Angka Arab yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Penggunaan angka Arab menyebar ke berbagai negara pada masa keemasan peradaban Islam atau dikenal dengan zaman Golden Age.

Saat itu, daerah-daerah di kekaisaran Romawi, yaitu Eropa sekarang ini, mengadopsi penulisan dengan angka Romawi. Namun, seiring berjalannya waktu, penguasa Romawi dan pejabatnya menghadapi berbagai kesulitan dalam menulis angka besar menggunakan sistem angka Romawi.

Karena itu, mereka mengadopsi sistem penulisan angka Arab yang memang merupakan peradaban yang pesat pada masa itu. Meski begitu, angka romawi tetap digunakan dalam beberapa tulisan, terutama untuk simbol-simbol tertentu dan bukan sebagai perhitungan matematis.

Aturan Penulisan dengan Angka Romawi

Angka romawi sendiri merupakan angka tingkat, jadi pada angka romawi lambang I dibaca “pertama”, lambang V dibaca “kelima” dan seterusnya. Ada 7 simbol dasar dalam angka Romawi sebagai berikut:

I = mewakili 1
V = mewakili 5
X = mewakili 10
L = mewakili 50
C = mewakili 100
D = mewakili 500
M = mewakili 1000

Penulisan bilangan asli ke dalam angka romawi mengikuti aturan tertentu agar penulisannya tidak salah. Berikut beberapa aturan penulisan angka Romawi:

  1. Untuk menulis angka 2 dan 3 dalam angka Romawi ikuti prosedur berikut:

Saya + Saya = II = 2
Saya + Saya + Saya = III = 3
V + II = VII = 7

  1. Menulis bilangan kurang satu dari lambang dasar Romawi seperti 4 (5 – 1), 9 (10 – 1), 40 (50 – 10), 90 (100 – 10) dengan prinsip sebagai berikut:

X – I = IX = 9
V – I = IV = 4
L – X = XL = 40
C – X = XC = 90

Dapat dilihat dari prinsip di atas bahwa jika operasi menggunakan pengurangan, bilangan yang lebih kecil ditulis di depan bilangan yang lebih besar. Mengapa tidak menulis IIII untuk 4 dan VIII untuk 9?

Baca Juga :  Contoh Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan SD

Karena pada lambang bilangan romawi berlaku aturan bahwa bilangan yang sama tidak boleh ditulis lebih dari 3 kali berturut-turut.

  1. Angka romawi menerapkan aturan bahwa jika ada angka yang lebih kecil setelah angka Romawi yang lebih besar, berlaku penambahan angka Romawi yang besar, sedangkan jika angka yang lebih kecil sebelum angka Romawi yang besar, angka Romawi yang besar akan dikurangi dengan angka yang lebih kecil.

LIX = 59 karena angka IX adalah 9 yang muncul setelah angka romawi yang lebih besar yaitu L (50)

Contoh Penerapan Angka Romawi

Meskipun penggunaan simbol angka Romawi mulai berkurang sejak maraknya adopsi angka Arab, ternyata angka Romawi tidak sepenuhnya ditinggalkan. Nyatanya, angka Romawi masih banyak digunakan hingga saat ini di beberapa bidang.

Angka romawi banyak digunakan dalam aplikasi penomoran pada jam, baik itu jam dinding maupun jam tangan. Anda dapat melihat beberapa jam menggunakan angka Romawi seperti I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, dan XII.

Selanjutnya, penulisan angka romawi juga banyak dijumpai pada penulisan bab di buku, laporan penelitian, hingga skripsi mahasiswa. Umumnya penulisan bab adalah bab I Pendahuluan, bab II Dasar Teori sampai bab V Kesimpulan ditulis dengan angka romawi.

Penomoran film yang memiliki sekuel dari rangkaian acara seperti pertandingan olahraga juga menggunakan sistem angka romawi.

Pelajari Juga Bilangan Asli

Operasi Angka Romawi

Di masa lalu, angka Romawi banyak digunakan dalam operasi pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan pembagian. Walaupun cukup rumit dalam penulisannya, operasi dengan menggunakan angka romawi harus dipelajari dengan aturan sebagai berikut:

  1. Operasi Penambahan

Operasi penjumlahan menggunakan angka Romawi sebenarnya sama dengan operasi penjumlahan menggunakan bilangan bulat. Hal yang membedakan keduanya adalah cara penulisan simbolnya.

Pertama-tama jumlahkan angkanya lalu tulis simbol Romawi. Berikut adalah beberapa contoh operasi penjumlahan dengan angka Romawi:

A. 13 + 16 = 29 diubah menjadi angka Romawi menjadi XIII + XVI = XXIX
B. 40 + 35 = 75 diubah menjadi angka Romawi menjadi XL + XXXV = LXXV
C. 32 + 24 = 56 diubah menjadi angka Romawi sebagai XXXII + XXIV = LVI
D. 20 + 12 = 32 diubah menjadi angka Romawi menjadi XX + XII = XXXII

  1. Operasi Pengurangan
Baca Juga :  Macam Macam Layanan Internet dan Fungsinya Lengkap dengan Penjelasannya

Sama seperti operasi penjumlahan, Anda dapat melakukan operasi pengurangan angka Romawi dengan mengubahnya menjadi bilangan bulat lalu mengubahnya menjadi angka Romawi.

A. 16 – 13 = 3 diubah menjadi angka Romawi menjadi XVI – XIII = III
B. 40 – 35 = 5 dikonversi ke angka Romawi menjadi XL + XXXV = V
C. 32 – 24 = 8 diubah menjadi angka Romawi menjadi XXXII + XXIV = VIII

  1. Operasi Perkalian dan Pembagian

Operasi perkalian dan pembagian juga dapat menggunakan angka Romawi dengan mengubahnya menjadi bilangan bulat lalu menghitungnya dan mengembalikannya ke angka Romawi. Berikut adalah contoh perhitungan perkalian dan pembagian:

A. 10 x 8 = 80 diubah menjadi angka Romawi menjadi X x VIII = LIII
B. 20 : 5 = 4 diubah menjadi angka Romawi menjadi XX : V = IV

Pelajari Juga Bilangan Bulat

Contoh Soal Angka Romawi

Hitung hasil operasi penjumlahan angka Romawi dan ubah menjadi bilangan bulat.

A. XLVI + XXXIV =
B. XXIII + XXXII =
C. XXVI + XXXI =

Diskusi

Menjawab:

A. XLVI + XXXIV = LXXX jika diubah menjadi bilangan bulat menjadi 46 + 34 = 80

B. XXIII + XXXII = LV jika diubah menjadi bilangan bulat menjadi 23 + 32 = 55

C. XXVI + XXXI = LVII jika diubah menjadi bilangan bulat menjadi 26 + 31 = 57

Ketika kakak saya membeli baju gamis di toko fashion, dia melihat ukuran baju itu XIX. Tulis angka Romawi dalam angka Arab.

Diskusi

Menjawab:

Lambang XIX = 19, dimana X didepan adalah 10 maka IX adalah 9 jadi 10 + 9 = 19

Kesimpulan

Angka Romawi adalah simbol atau angka yang digunakan oleh bangsa Romawi pada zaman Romawi kuno sebelum bangsa Romawi mengadopsi sistem penulisan dengan angka Arab. Meskipun penggunaan angka Romawi terbatas, sistem angka ini masih cukup sering diterapkan dalam kehidupan.

mejakelas.com

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Guru

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Minggu, 21 Jul 2024 - 13:08 WIB