Apa itu Konjungsi Penjelasan?

Pendidikan

Dalam menyusun kalimat, terkadang Anda harus menghubungkan kata, frasa, atau klausa satu sama lain. Dengan begitu susunan kata atau kalimat memiliki koherensi (keterkaitan). Hal ini dalam pelajaran bahasa Indonesia dikenal dengan kata sambung (conjunction). Dilihat dari fungsinya, konjungsi dikelompokkan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah konjungsi penjelas. Apa itu?

Dikutip dari halaman Wikipedia Pengertian konjungsi (sambungan, kata sambung, atau kata penghubung) adalah partikel (kata tugas) yang digunakan untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang setara, seperti kata demi kata, frasa demi frasa, dan klausa. untuk sebuah klausa. Konjungsi biasanya terletak di tengah kalimat.

Pada dasarnya, kata sambung bukan merupakan objek dan juga tidak berfungsi untuk memberi arti pada suatu kata karena kata sambung hanya menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat dan seterusnya.

Oleh karena itu, pengetahuan konjungsi atau kata penghubung penting untuk dipahami karena merupakan pengetahuan dasar dalam menulis, agar kalimat yang ditulis lebih sempurna dan mudah dipahami.

Ada banyak jenis kata sambung (conjunction) dalam bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lainnya, salah satunya adalah kata sambung penjelas.

Baca juga: Mengenali Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Menurut Febri Taufiqurrahman, dkk dalam jurnal Use of Conjunctions as Representation of Reasoning: A Study of the Language Corpus in Education (2020), yang dikutip dari laman Kompas.com, Konjungsi penjelas adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya secara lebih rinci.

Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan secara detail apa yang dimaksud pada kata atau kalimat sebelumnya. Biasanya kata yang termasuk dalam kata penghubung penjelas adalah kata “itu”. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung penjelas, antara lain:

  1. Guru mengatakan bahwa tugas harus dikumpulkan besok.
  2. Sambil menangis dia menjelaskan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang kejadian itu.
  3. Nasrudin pernah mendengar bahwa opium bisa membuat orang gila bagi yang merokok.
  4. Seorang teman mengeluh di depan Nasrudin bahwa rumah tempat tinggalnya tidak terkena sinar matahari.
  5. Ara menjelaskan bahwa dia tidak bersalah karena dia ada di rumah saat itu.

Ikuti dan sukai kami:


www.kelaspintar.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *