PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

pexels photo 5212326

Model Pembelajaran Inkuiri – Berpikir kritis adalah cara berpikir tentang ide atau gagasan untuk memecahkan masalah yang sedang terjadi. Untuk membuat siswa mampu berpikir kritis, guru dapat melakukan berbagai cara, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk berpikir kritis adalah model inkuiri.

Memahami Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Priansa & Donni (2017: 258), mengungkapkan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang mendorong siswa untuk bertanya dan menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum berdasarkan pengalaman dan kegiatan yang telah dilakukan.

Sedangkan menurut Gulo (dalam Al-Tabani, 2014: 78), menyatakan bahwa inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang secara maksimal melibatkan kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan temuan sendiri. dengan percaya diri.

Menurut Komalasari (2014), inkuiri merupakan model pembelajaran yang menanamkan dasar berpikir ilmiah pada siswa, sehingga dalam proses pembelajaran siswa mampu belajar secara mandiri dengan memahami konsep dan memecahkan masalah serta mampu mengembangkan kreativitas.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk bertanya, melakukan pencarian atau penyelidikan, bereksperimen atau penelitian secara mandiri untuk mendapatkan pengetahuan yang mereka butuhkan dan untuk mengembangkan kreativitas.

Karakteristik Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Sanjaya 2007 (dalam Warmi 2016: 73), ada beberapa hal yang menjadi ciri utama model pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut.

  1. Model inkuiri menekankan pada pelaksanaan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Dalam hal ini model inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran dan peran guru sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran bagi siswa.
  2. Semua kegiatan yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sesuatu yang bersangkutan sendiri, sehingga hal ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap percaya diri pada diri siswa.
  3. Tujuan penerapan model pembelajaran inkuiri adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses perkembangan mental. Dengan demikian, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga dituntut untuk mengembangkan pemahamannya terhadap materi pelajaran tertentu.

Jenis Model Pembelajaran Inkuiri

Perlu diketahui bahwa model pembelajaran inkuiri memiliki jenis atau turunan yang berbeda-beda berdasarkan peran guru dalam kegiatan penyelidikannya. Menurut Kindsvatter (dalam Wisuda 2017: 84-85), model pembelajaran inkuiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pertanyaan Terpandu (Pertanyaan terpandu)

Pada tipe pertanyaan terpandu, Peran guru selama proses pembelajaran khususnya dalam proses penyelidikan sangat besar. Peran guru adalah menentukan topik penelitian yang akan dilakukan siswa, guru mengembangkan pertanyaan terkait topik yang akan diselidiki, guru menentukan prosedur atau langkah-langkah yang harus dilakukan siswa, dan guru harus membimbing siswa. dalam menganalisis data, menyediakan lembar kerja yang sudah berbentuk kolom sehingga setelah melakukan penyelidikan siswa cukup melengkapi dan membantu membuat kesimpulan.

  • Buka Pertanyaan (pertanyaan terbuka)
    Pada pertanyaan terbuka, guru hanya berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, sebatas yang diminta oleh siswa. Kemudian, siswa diberi kebebasan dan inisiatif dalam memikirkan bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Langkah-langkah model inkuiri menurut Kurniasih dan Sani (2015), adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan orientasi

Pertama dengan memahami topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dan dapat dicapai oleh siswa. Kedua, memberikan pemahaman kepada siswa tentang kegiatan pokok yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan
Pada langkah ini siswa dihadapkan pada suatu masalah yang berisi teka-teki dan siswa dituntut untuk memikirkan bagaimana cara memecahkan teka-teki tersebut.

2. Merumuskan hipotesis
Dalam hal ini, siswa diminta pendapatnya mengenai masalah yang diberikan sehingga mereka menemukan kesimpulan yang sesuai.

3. Mengumpulkan data
Untuk memecahkan masalah, siswa harus menggunakan data yang akurat. Data yang telah ditemukan akan diolah dan didiskusikan dengan teman atau dipecahkan secara individu.

4. Menguji hipotesis
Jawaban yang didapat bukan hanya pendapat pribadi, tetapi harus didukung dengan data yang akurat dan akuntabel.

5. Merumuskan kesimpulan
Dalam merumuskan kesimpulan dapat dilakukan dengan melihat hipotesis yang telah dibuat.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri

Kelebihan model pembelajaran pertanyaan menurut Roestiyah (2012: 76), yaitu sebagai berikut.

  1. Dapat terbentuk dan berkembang (konsep diri) pada diri siswa, sehingga siswa dapat memahami konsep dasar dan gagasan pokok dengan lebih baik.
  2. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri, mampu berpikir secara objektif, jujur, dan terbuka.
  3. Membantu dalam menggunakan memori dalam situasi belajar baru.
  4. Mendorong siswa untuk dapat merumuskan hipotesisnya sendiri.
  5. Memberikan kepuasan intrinsik.
  6. Mampu merangsang siswa untuk terus belajar.
  7. Dapat mengembangkan bakat atau keterampilan individu.
  8. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri. ‘
  9. Menghindari siswa dari cara belajar tradisional.
  10. Dapat memberi siswa waktu yang cukup sehingga mereka dapat mengasimilasi dan menampung informasi.

Menurut Suherti dan Rohimah (2016:53), kelemahan model inkuiri adalah sebagai berikut.

  1. Sulitnya mengontrol aktivitas dan keberhasilan siswa;
  2. Model pembelajaran inkuiri sulit diterapkan karena berbenturan dengan kebiasaan belajar siswa;
  3. Terkadang dalam menerapkan model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lama sehingga guru kesulitan untuk menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan;
  4. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran, model pembelajaran ini akan sulit diterapkan.

Menurut Diptoadi (Dalam Wena 2014), agar model pembelajaran inkuiri dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a) Interaksi guru dan siswa

Model ini dapat sangat terstruktur, dalam arti guru dapat mengontrol interaksi yang terjadi di dalam kelas dan mengarahkan penerapan model inkuiri. Namun proses inkuiri harus ditandai dengan kerjasama yang baik antara guru dan siswa, kebebasan siswa untuk mengemukakan pendapat atau bertanya dan persamaan hak antara guru dan siswa dalam mengemukakan pendapat. Lambat laun guru dapat memberikan kewenangan yang lebih besar dari pada siswa dalam melaksanakan proses inkuiri.

b) Peran guru, dalam model ini guru memiliki beberapa tugas penting, yaitu:

  • Mengarahkan pertanyaan siswa;
  • Menciptakan suasana kebebasan ilmiah di mana siswa tidak merasa dihakimi ketika mengungkapkan pendapatnya,
  • Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan teoritis yang lebih jelas disertai dengan bukti pendukung.

Comment
Share:

Ad