Tidak Perlu Bingung ! Guru Tidak Wajib Menyelesaikan PMM Jika Syarat Berikut Terpenuhi

- Penulis

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Dapodik – Mengajar adalah salah satu profesi yang mulia dan penuh tantangan. Setiap harinya, guru dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi para siswa, baik dalam hal pengajaran maupun pengembangan karakter. Salah satu tugas tambahan yang diberikan kepada guru di Indonesia adalah Program Pendidikan Merdeka (PMM). Namun, ada kabar baik bagi para guru yang merasa kewalahan dengan berbagai tugas dan tanggung jawab: tidak semua guru wajib menyelesaikan PMM. Artikel ini akan menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar guru tidak wajib menyelesaikan PMM.

Apa Itu PMM?

Sebelum masuk ke dalam syarat-syarat tersebut, mari kita bahas secara singkat apa itu PMM. PMM adalah Program Pendidikan Merdeka yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam mengelola pembelajaran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan fleksibilitas dalam kurikulum dan metode pengajaran.

PMM memberikan berbagai kebebasan kepada sekolah dan guru, seperti kebebasan dalam memilih metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, dan mengevaluasi hasil belajar dengan cara yang lebih fleksibel. Meskipun program ini memberikan banyak manfaat, tidak sedikit guru yang merasa terbebani dengan tugas tambahan ini.

Syarat-Syarat Agar Guru Tidak Wajib Menyelesaikan PMM

Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar guru tidak wajib menyelesaikan PMM:

  1. Masa Kerja Lebih dari 25 Tahun Guru yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun dapat dikecualikan dari kewajiban menyelesaikan PMM. Pengabdian yang panjang ini dianggap sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, mereka diberi kelonggaran untuk tidak mengikuti program tambahan ini.
  2. Memiliki Sertifikasi Profesi Guru yang telah memiliki sertifikasi profesi juga tidak diwajibkan menyelesaikan PMM. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa mereka sudah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian, mereka dianggap sudah cukup kompeten dalam melaksanakan tugas mengajar tanpa harus mengikuti program tambahan.
  3. Mengajar di Daerah Terpencil atau Terluar Guru yang mengajar di daerah terpencil atau terluar seringkali menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan guru yang mengajar di perkotaan. Akses yang terbatas terhadap fasilitas dan sumber daya pendidikan membuat mereka diberi pengecualian dari kewajiban menyelesaikan PMM. Fokus utama mereka adalah memberikan pendidikan dasar yang layak bagi siswa di daerah tersebut.
  4. Mengajar Mata Pelajaran Khusus Guru yang mengajar mata pelajaran khusus seperti seni, olahraga, atau bahasa daerah mungkin tidak diwajibkan untuk menyelesaikan PMM. Mata pelajaran ini seringkali membutuhkan pendekatan pengajaran yang berbeda dan unik, sehingga program PMM mungkin tidak sepenuhnya relevan bagi mereka.
  5. Kondisi Kesehatan Guru yang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang menghambat kemampuan mereka untuk mengikuti program tambahan seperti PMM dapat dikecualikan dari kewajiban ini. Kesehatan guru adalah prioritas, dan mereka harus mampu menjalankan tugas mengajar tanpa beban tambahan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Baca Juga :  Bagaimana Guru Dapat Memandu Siswa untuk Mengajukan Pertanyaan Hebat

Manfaat dari Pengecualian Ini

Pengecualian dari kewajiban menyelesaikan PMM tidak hanya memberikan manfaat bagi para guru, tetapi juga bagi sistem pendidikan secara keseluruhan. Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Mengurangi Beban Guru Dengan adanya pengecualian ini, beban yang harus ditanggung oleh guru dapat berkurang. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada tugas utama mereka yaitu mengajar dan mendidik siswa.
  2. Meningkatkan Kesejahteraan Guru Guru yang merasa terlalu terbebani dengan tugas tambahan seringkali mengalami stres dan kelelahan. Pengecualian ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik para guru, sehingga mereka dapat mengajar dengan lebih efektif dan penuh semangat.
  3. Fokus pada Pengajaran Berkualitas Dengan berkurangnya tugas tambahan, guru dapat lebih fokus pada pengembangan metode pengajaran yang kreatif dan inovatif. Ini akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran yang diterima oleh siswa.
  4. Mengakui Pengabdian dan Kompetensi Guru Pengecualian ini juga merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan atas pengabdian dan kompetensi yang telah ditunjukkan oleh para guru. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan kebanggaan mereka dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Baca Juga :  Buku Sekolah Elektronik BSE Interaktif Tematik Kelas 4 SD MI

Langkah-Langkah untuk Mendapatkan Pengecualian

Bagi guru yang memenuhi syarat-syarat di atas dan ingin mendapatkan pengecualian dari kewajiban menyelesaikan PMM, berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:

  1. Mengajukan Permohonan Resmi Guru dapat mengajukan permohonan resmi kepada pihak sekolah atau dinas pendidikan setempat. Permohonan ini harus disertai dengan dokumen-dokumen pendukung yang membuktikan bahwa mereka memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
  2. Melampirkan Dokumen Pendukung Dokumen pendukung yang perlu dilampirkan antara lain sertifikat profesi, surat keterangan masa kerja, surat keterangan kondisi kesehatan dari dokter, dan surat keterangan mengajar di daerah terpencil atau terluar jika relevan.
  3. Proses Verifikasi Pihak sekolah atau dinas pendidikan akan melakukan proses verifikasi terhadap permohonan dan dokumen yang diajukan. Jika semua syarat terpenuhi, guru akan diberikan surat keterangan pengecualian dari kewajiban menyelesaikan PMM.
  4. Monitoring dan Evaluasi Meskipun telah mendapatkan pengecualian, guru tetap harus mengikuti proses monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa mereka tetap menjalankan tugas mengajar dengan baik dan profesional.

Kesimpulan

Tidak perlu bingung atau khawatir bagi para guru yang merasa kewalahan dengan tugas tambahan dari Program Pendidikan Merdeka. Dengan memenuhi syarat-syarat tertentu seperti masa kerja yang panjang, memiliki sertifikasi profesi, mengajar di daerah terpencil, mengajar mata pelajaran khusus, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, guru dapat dikecualikan dari kewajiban menyelesaikan PMM. Langkah-langkah pengajuan pengecualian yang jelas dan transparan juga memudahkan guru dalam mendapatkan hak mereka.

Berita Terkait

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!
Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)
Kontrak Honorer Akan Diperpanjang Sampai 2027? Pertanda Kuat Honorer Tidak Jadi Dihapus
Ada beberapa Tunjangan Guru Yang nantinya Akan di Hapus Mulai Tahun 2025, Apa saja itu ?
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Senin, 15 Juli 2024 - 19:23 WIB

Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!

Senin, 15 Juli 2024 - 11:13 WIB

Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)

Berita Terbaru