pusatdapodik.com kali ini kita akan membahas pengertian dan pengertian, jenis, sejarah jembatan Wheatstone dan cara menentukan sekat pengganti serta rumus dan contohnya.

Definisi Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone digunakan untuk memperoleh ketelitian dalam melakukan pengukuran suatu hambatan yang nilainya relatif sangat kecil, misalnya kebocoran kabel tanah atau hubung singkat dan sebagainya. Rangkaian ini dibentuk oleh empat buah resistor (R) yang merupakan segiempat ABCD dimana rangkaian ini dihubungkan dengan sumber tegangan dan galvanometer nol (0). Jika hambatan diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer tidak akan membuat sambungan antara empat hambatan

Cara Menentukan Hambatan Pengganti

Untuk mendapatkan besarnya tahanan pengganti pada susunan tahanan jembatan Wheatstone dapat menggunakan aturan dan rumus berikut ini :

1. Jika perkalian silang antara R1 dan R3 sama dengan R2 dan R4 maka R5 (hambatan ditengah) dapat diabaikan sampai hanya dijumlahkan secara seri kemudian diparalelkan.

Setelah hambatan tengah dianggap tidak ada, gunakan prinsip seri-paralel untuk mencari besarnya hambatan pengganti.

2. Jika hasil kali silang antara R1 dan R3 tidak sama dengan perkalian antara R2 dan R4, maka rintangan tersebut harus diganti dengan rintangan yang baru sehingga susunan rintangannya menjadi seperti pada gambar di bawah ini.

Informasi
R1, R2, dan R5 masing-masing digantikan oleh Ra, Rb, dan Rc. Sampai pesanan jadi

Rumus
Ra = R1 . R2 / (R1 + R2 + R2)
R2 = R1 . R5 / (R1 + R2 + R2)
R3 = R2 . R5 / (R1 + R2 + R2)

Selanjutnya dilanjutkan dengan prinsip hambatan seri dan paralel untuk mencari berapa hambatan pengganti.

Berbagai jenis jembatan

  • Rangkaian jembatan Wheatstone
  • Sirkuit jembatan Kelvin
  • Sirkuit jembatan Wien

Perlu diingat bahwa selain kabel, komponen kelistrikan jembatan Batu gandum hanya Galvanometer (detektor arus listrik) dan resistor atau bahan resistif lainnya seperti kabel dan sebagainya.

Sebagai contoh R1, R2dan R3 sudah diketahui nilainya, Maka akan diketahui berapa Rx dengan jembatan Wheatstone (dengan R1 dan R3 ukuran dapat diubah)

Cara mengetahui Rx adalah dengan cara bervariasi R1 atau R3 sampai Galvanometer tidak mendeteksi adanya arus listrik yang mengalir melaluinya, jika demikian, catat nilainya R1, R2dan R3 yang menyebabkan Galvanometer tidak mendeteksi arus listrik. Kemudian gunakan rumusnya Rx = R2 R3 / R1 untuk menghitung Rx.

Dalam praktiknya, untuk mengukur resistansi resistor yang tidak diketahui, ganti kedua resistor dengan satu kabel.

Ingat bahwa

Pada kawat, menggeser kabel penghubung dari Galvanometer ke Galvanometer tidak mendeteksi adanya arus yang mengalir di Galvanometer itu sendiri. Oleh karena itu rumusnya

Dapat diubah menjadi bentuk

Dengan asumsi bahwa kawat yang digunakan terbuat dari ρ dan luas penampang SEBUAH seragam sepanjang kawat.

Untuk mengukur resistansi resistor atau bahan resistif lainnya, Anda dapat menggunakan rangkaian di bawah ini

Dengan cara menggeser kabel penghubung dari Galvanometer pada kawat sampai Galvanometer tidak mendeteksi adanya arus listrik, catat panjang kabel L1 dan L2, kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui besarnya hambatan Rx.

Sejarah Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone pertama kali ditemukan oleh Hunter Christie pada tahun 1833. Namun, pada saat itu Hunter tidak melihat kegunaan nyata dari jembatan Wheatstone. Beberapa tahun kemudian Sir Charles Wheatstone, seorang ilmuwan Inggris, berhasil menemukan berbagai penerapan jembatan Wheatstone. Kemudian Wheatstone mengklaim berbagai aplikasi dan menunjukkan betapa pentingnya rangkaian jembatan Wheatstone.

Baca juga:

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *