Kampus Merdeka (MBKM): Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Program yang Tersedia

- Penulis

Selasa, 13 Juni 2023 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Merdeka (MBKM): Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Program yang Tersedia

Apa itu Kampus Mandiri (MBKM)? Secara sederhana, Kampus Merdeka (MBKM) merupakan inovasi yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kemajuan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang pesat.

Program ini telah diluncurkan Kemendikbud sejak akhir Januari 2020. Program Kampus Mandiri merupakan kelanjutan dari Konsep Mandiri Belajar.
Lalu, apa saja keuntungan yang bisa didapat mahasiswa jika bergabung di Kampus Merdeka (MBKM)? Program apa saja yang disediakan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Kampus Mandiri (MBKM)

Melansir dari laman Pusat Informasi Kemendikbud, Kampus Merdeka (MBKM) merupakan inovasi yang diciptakan Kemendikbud dan mencanangkan kebijakan untuk mentransformasi sistem pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan.

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menghasilkan lulusan pendidikan tinggi yang sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan dunia kerja, dan dinamika masyarakat.

Program Kampus Mandiri (MBKM) telah diluncurkan sejak akhir Januari 2020. Berdasarkan data website Kampus Mandiri Kemendikbud, sudah lebih dari 725.000 mahasiswa terdaftar dan sudah memiliki akun Kampus Merdeka, serta 1.300 perguruan tinggi yang telah mengikuti program Kampus Merdeka.

Tujuan Kampus Mandiri (MBKM)

Pada dasarnya tujuan dari program Kampus Mandiri (MBKM) adalah untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki soft skill dan hard skill yang matang dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan begitu, jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia bisa berkurang.

Kampus Merdeka (MBKM) juga bertujuan untuk mempersiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

Selanjutnya, tujuan lain dari program Kampus Merdeka (MBKM) adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya melalui program experiential learning dengan jalur yang fleksibel.

Manfaat Kampus Mandiri (MBKM)

Jika penyelenggaraan Kampus Merdeka berjalan sukses, terjamin kualitasnya, dan berkelanjutan, maka akan banyak pihak yang diuntungkan. Mulai dari mahasiswa, lulusan universitas, dosen, hingga dunia kerja.

Bagi mahasiswa, manfaat Kampus Merdeka (MBKM) adalah semakin luasnya kesempatan untuk menggali minat dan bakat selama berkuliah di Program Studi Sarjana Terapan.

Sementara bagi lulusan perguruan tinggi, manfaat yang diperoleh dengan mengikuti program Kampus Mandiri (MBKM) adalah memperoleh keterampilan kerja khusus dan soft skill yang relevan untuk memasuki masyarakat informasi dan Industri 4.0.

Baca Juga :  Chery Mengalami Kesulitan Memikat Konsumen Mobil Jepang

Manfaat program Kampus Mandiri (MBKM) yang diperoleh dosen adalah peningkatan kemampuan pedagogik dan penguasaan substansi pembelajaran.
Sedangkan bagi dunia kerja, keberadaan program Kampus Mandiri (MBKM) dapat memberikan manfaat berupa tenaga kerja yang dapat diandalkan untuk menjadi pemimpin, serta tenaga kerja dengan keterampilan kerja khusus dan softskill yang relevan di bidangnya. melaksanakan pekerjaan di era Industri 4.0.

Program Kampus Mandiri (MBKM)

Ada delapan jenis program yang disediakan oleh Kampus Merdeka (MBKM). Mulai dari program magang, pertukaran pelajar, asisten pengajar di satuan pendidikan, riset atau penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek mandiri, hingga membangun desa (Kuliah Kerja Nyata Tematik).

Berikut penjelasan lebih lanjut dari kedelapan program tersebut.

1. Program Magang

Minimnya pengalaman kerja di industri atau dunia kerja nyata membuat mahasiswa kurang siap bekerja ketika lulus kuliah.

Nyatanya, magang yang dilaksanakan dalam jangka pendek (kurang dari 6 bulan) juga tidak cukup memberikan pengalaman dan kompetensi mahasiswa di industri. Oleh karena itu, Kampus Merdeka (MBKM) menyediakan program magang selama 1-2 semester.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang memadai kepada mahasiswa melalui pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning).

Selama kegiatan magang, mahasiswa akan memperoleh hard skill berupa keterampilan, pemecahan masalah yang kompleks, kemampuan analisis, dan sebagainya, serta soft skill, seperti etos kerja, komunikasi, kerjasama, dan lain-lain.

2. Pertukaran Pelajar

Melalui Program Pertukaran Mahasiswa di Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Tidak hanya itu, wawasan mahasiswa tentang Bhinneka Tunggal Ika akan semakin berkembang dan persaudaraan lintas budaya dan suku akan semakin kuat. Program ini juga dapat menutupi kesenjangan pendidikan, baik antar perguruan tinggi dalam negeri maupun kondisi pendidikan tinggi dalam dan luar negeri.

Program Pertukaran Mahasiswa ini dapat dilaksanakan antara program studi pada perguruan tinggi yang sama, program studi yang sama pada perguruan tinggi yang berbeda, dan program studi pada perguruan tinggi yang berbeda.

3. Asisten Pengajar di Satuan Pendidikan

Siswa yang berminat menjadi pendidik atau ingin memperdalam ilmunya dengan menjadi guru, dapat mengikuti program Pendampingan Pengajar di Satuan Pendidikan, seperti SD, SMP, dan SMA. Lokasi sekolah tempat praktik mengajar bisa di perkotaan atau di pelosok.

Baca Juga :  8 Cara Belajar Efektif yang dapat Guru Terapkan di Kelas

Program ini juga sangat cocok untuk mahasiswa yang ingin membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

4. Riset atau Riset

Program lain yang disediakan di Kampus Merdeka (MBKM) adalah penelitian atau penelitian. Program ini sangat cocok bagi mahasiswa yang memiliki passion untuk menjadi peneliti.

Nantinya, mahasiswa dapat melakukan magang di laboratorium atau lembaga penelitian, seperti LIPI/BRIN, LAPAN, NASA, dan universitas sebagai asisten peneliti dan mengerjakan proyek penelitian jangka pendek, yaitu sekitar satu semester hingga satu tahun.

5. Proyek Kemanusiaan

Mahasiswa yang memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi dapat mengikuti program Humanity Project yang disediakan di Kampus Merdeka (MBKM).

Melalui program ini, kepekaan sosial siswa akan lebih terlatih. Tidak hanya itu, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah juga akan meningkat.

6. Kegiatan Kewirausahaan

Kampus Merdeka (MBKM) juga menyediakan program Kewirausahaan sehingga mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha dapat mengembangkan usahanya sejak dini dan lebih terarah.

Selain itu, program ini juga dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah pengangguran intelektual di kalangan sarjana.

7. Studi/Proyek Mandiri

Program lain yang tersedia di program Kampus Merdeka (MBKM) adalah studi atau proyek mandiri.

Siswa yang mendaftar untuk program ini dapat mengembangkan proyek berdasarkan topik sosial khusus. Proyek ini dapat dilakukan dalam bentuk kerja kelompok lintas disiplin sekaligus dapat menjadi pelengkap atau pengganti mata kuliah yang harus ditempuh.

8. Membangun Desa (Kuliah Kerja Nyata Tematik)

Kegiatan membangun desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan salah satu program yang diberikan oleh Kampus Merdeka.

Kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa dengan hidup di tengah-tengah masyarakat yang tinggal di pedesaan. Mahasiswa juga dapat mengidentifikasi potensi dan menangani berbagai permasalahan yang terjadi di desa secara langsung dengan masyarakat.

Demikianlah pembahasan tentang Kampus Mandiri (MBKM). Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan Quipper Blog selanjutnya.

www.quipper.com

Berita Terkait

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!
Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)
Kontrak Honorer Akan Diperpanjang Sampai 2027? Pertanda Kuat Honorer Tidak Jadi Dihapus
Ada beberapa Tunjangan Guru Yang nantinya Akan di Hapus Mulai Tahun 2025, Apa saja itu ?
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Senin, 15 Juli 2024 - 19:23 WIB

Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!

Senin, 15 Juli 2024 - 11:13 WIB

Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)

Berita Terbaru