Farih.co.id – Keputusan Sidang Puasa Isbat Tahun 2024 menentukan kapan kita akan melaksanakan puasa dan tentunya tidak menjadi masalah jika sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Namun masih banyak pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai tanggal 1 Ramadhan 2024 versi pemerintah, Muhammadiyah dan NU jatuh pada tanggal berapa? Kalender Hijriah yang digunakan umat Islam berbeda dengan kalender Masehi.

Pasalnya, penentuan awal bulan ditentukan berdasarkan posisi bulan. Oleh karena itu, diperlukan observasi dan perhitungan matematis dan astronomi untuk melakukan hal tersebut. Penasaran dengan tanggal 1 Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024 M? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Keputusan Sidang Puasa Isbat Tahun 2024

Perlu diketahui, pemerintah belum mengumumkan secara resmi jadwal dimulainya Ramadhan 2024. Langkah-langkah sidang isbat yang akan dilakukan Kementerian Agama harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum ditetapkan secara resmi dimulainya Ramadhan ini. bulan suci.

Meski sidang isbat baru digelar sore ini, namun ramalan 1 Ramadhan 1445 H sudah terlihat pada Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang diterbitkan Kementerian Agama RI. Dalam kalender ini, 1 Ramadhan 1445 H diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

Namun informasi resmi dari sidang isbat nantinya akan menjadi acuan utama dalam penentuan awal Ramadhan 2024.

Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1445 H

Berikut jadwal sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1445 H yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

  • Hari, tanggal: Minggu. 10 Maret 2024
  • Jam : mulai pukul 17.00 WIB
  • Lokasi: Auditorium Kemenag HM Rasjidi, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat

Tahapan Sidang Isbat

Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 1 Ramadhan 2024 ini meliputi tiga tahap, sebagaimana diinformasikan dalam situs resmi Kementerian Agama RI.

Presentasi Posisi Hilal

Tahap pertama meliputi penjelasan posisi hilal awal Ramadhan yang dilakukan oleh Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama. Mereka akan menggunakan hasil hisab, perhitungan astronomi, untuk menentukan posisi hilal. Sesi ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan melalui Channel YouTube Bimas Islam pada pukul 17.00 WIB.

Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan

Tahap kedua adalah Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan yang dilaksanakan secara tertutup setelah salat Maghrib. Proses ini tidak hanya mengandalkan data hisab saja, namun juga mengacu pada hasil rukyatul hilal. Rukyatul hilal mencakup pengukuhan hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia. Fokus uji coba pada tahap ini adalah pada data dan informasi konkrit yang mendukung keputusan penentuan awal Ramadhan.

Hasil Konferensi Pers Sidang Isbat

Tahap ketiga adalah konferensi pers hasil sidang isbat. Konferensi ini disiarkan melalui media sosial Kementerian Agama untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat dan menyampaikan hasil serta penjelasan tambahan mengenai proses pengambilan keputusan dalam menentukan awal Ramadhan.

1 Ramadhan 2024 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah mengumumkan awal bulan Ramadhan 1445 H lebih awal. Dalam Deklarasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 2024 jatuh pada hari Senin, 11 Maret 2024.

Penentuan ini didasarkan pada hasil perhitungan sebenarnya bentuk bulan baru dengan beberapa poin penting sebagai berikut:

  1. Pada hari Minggu Legi 29 Syaban 1445 H yang bertepatan dengan 10 Maret 2024 M, terjadi ijtimak jelang Ramadhan 1445 H pada pukul 16:07:42 WIB.
  2. Ketinggian bulan saat matahari terbenam di Jogja (-07° 48′ Lintang Selatan dan λ = 110° 21′ Bujur Timur) adalah +00° 56′ 28″ (bulan sabit sudah muncul).
  3. Saat matahari terbenam pada Minggu 10 Maret 2024 M, bulan akan berada di atas ufuk di sebagian besar wilayah Indonesia (bulan sabit sudah ada), kecuali di Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
  4. Di Indonesia, 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 Masehi.

1 Ramadhan 2024 Versi NU

Senada dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan secara resmi jadwal dimulainya Ramadhan 1445 H. NU berencana mengamati hilal pada 29 Syaban 1445 H atau pada 10 Maret 2024.

Namun Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Sirril Wafa mengatakan, hilal masih belum terlihat pada Minggu sore. Dalam keterangannya, Kiai Sirril menjelaskan, berdasarkan pengalaman atau tajribah, tidak mungkin dilakukan rukyat posisi hilal pada Minggu sore, 10 Maret 2024.

Lembaga Falakiyah PBNU memberikan informasi pelaksanaan hilal pada 29 Syaban 1445 H dijadwalkan pada Minggu Legi, 10 Maret 2024. Berdasarkan perhitungan falak PBNU LF, ketinggian hilal mencapai 0 derajat 11 menit 25 detik. Ijtima atau konjungsi akan terjadi pada Minggu Legi, 10 Maret 2024, pukul 16:00:50 WIB di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Posisi terbenamnya matahari adalah 3 derajat 55 menit 36 ​​detik selatan titik barat, dan letak hilal 5 derajat 7 menit 23 detik selatan titik barat. Bulan sabit terletak pada 1 derajat 11 menit 27 detik selatan matahari dengan kemiringan ke selatan dan perpanjangan 2 derajat 30 menit 25 detik.

Dengan perhitungan tersebut, Kiai Sirril menyimpulkan 1 Ramadhan 2024 diprediksi jatuh pada 12 Maret 2024, sesuai perkiraan pemerintah.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *